Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kemarahan Vicky


__ADS_3

Praaaaannng…


Suara barang yang jatuh disusul suara pecahan barang pecah belah terdengar di ruangan Vicky, seperti belum puas, si empunya ruangan turut melemparkan asbak ke arah pintunya, menyebabkan pintu kaca itu sedikit retak


Suara teriakan dan sumpah serapah dari dalam ruangan membuat Rossa sang sekretaris yang hendak melihat keadaan Vicky urung masuk


“Sialan kau Alex, sialan!!!!!!!” Pekik Vicky sambil ******* - ***** kertas yang ada di depannya dan melemparkannya ke sembarang arah, ruangannya yang mewah kini tak ubahnya kapal pecah


Bagaimana tidak, pagi ini ia menerima surat pembatalan investasi dari perusahaan di Dubai yang ternyata adalah milik Alex, dengan alasan performa perusahaan Vicky yang kurang baik. padahal Vicky sudah mengeluarkan banyak uang untuk mempersiapkan kerja sama mereka.


Baru seminggu yang lalu Alex mengumumkan pertunangannya dengan Vira langsung di depan mukanya, yang membuat hati Vicky hancur berkeping - keping melihat wanita yang ia dambakan untuk kembali padanya jatuh ke pelukan Alex, pagi ini Alex kembali memberikannya kejutan pahit.


Vicky mengeraskan rahangnya, matanya memerah, giginya gemeretak menahan amarah


tangannya yang gemetaran membuka laci nakas, ia lantas meraih sebuah foto disana


Foto masa kecilnya dengan ketiga sahabatnya, foto ketika Vicky, Bram, dan Salim tengah berkunjung ke rumahnya Alex, di foto itu tampak Alex kecil yang tengah merangkulnya dengan senyum sumringah


“Sial kau Alex!!!!!!” Pekik Vicky lagi sambil meremas foto itu dan ia lemparkan ke sembarang arah


Ia benar - benar membenci Alex sekarang, Alex yang dulu selalu membuatnya termotivasi untuk menjadi lebih baik agar bisa mengalahkan Alex, Alex yang selalu menjadi panutannya agar ia bisa melesat sukses melebihi Alex, kini baginya Alex adalah musuh terbesarnya. Alex sudah merebut Vira dari tangannya, dan kini Alex hendak menghancurkan perusahaannya pelan - pelan dengan menarik semua investasinya di perusahaan Vicky.


Vicky menyugar rambutnya frustasi, ia kemudian menangis. Bayangan bagaimana cantiknya Vira di pesta itu kembali menghantuinya, wanita baik yang selalu menyambutnya dengan senyum sepulang ia kerja, kini senyuman itu milik Alex. Tangan lembut yang selalu membelainya ketika Vicky hendak tidur kini berada di genggaman Alex, wajah cantik yang tak bosan dipandang olehnya itu kini hanya milik Alex, dan tubuh Vira yang selalu membangkitkan hasratnya kini hanya milik Alex seorang.


Vicky mengusap kasar matanya yang basah, ia kemudian bangkit dari kursi kerjanya, kemudian ia menyambar tas kerja yang teronggok di lantai


Ia berjalan keluar dengan tergesa, pintu ruangannya ia banting kasar, membuat Rossa yang duduk di depan ruangannya terlonjak dan mengelus dada. Vicky terus berjalan keluar kantornya tanpa menghiraukan karyawan yang menyapanya, pandangan Vicky lurus ke depan dengan penuh kemarahan


Vicky bahkan menolak untuk disopiri oleh Pak Wayan, sopir pribadinya. Ia memilih mengemudikan mobilnya sendiri, Vicky memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, membuat ia hampir beberapa kali bersenggolan dengan kendaraan lain, suara klakson kendaraan lain tak ia hiraukan, bayangan Vira dan Alex seolah menutupi matanya yang merah


Vicky memukul - mukul setirnya melampiaskan amarah, kadang ia membunyikan klakson senyaringnya untuk siapa pun yang menghalangi mobilnya di depan. Vicky sudah tak peduli apa pun, ia menerima kekalahan karena Alex menarik investasinya, tapi ia bersumpah tak akan kalah dalam memperebutkan Vira.

__ADS_1


Mobil Vicky menepi sembarangan di depan rumah mewahnya, ia berjalan keluar dan membiarkan pintu mobilnya terbuka dan mesin mobil masih menyala, membuat satpam yang tengah berjaga gegas menghampiri mobil mewah Vicky dan mematikan mesinnya.


Vicky masuk ke dalam rumah tanpa aba - aba, ia membuka pintu masuk rumahnya dengan kasar, menyebabkan para pelayan terlonjak dan mengelus dada. Utari yang tengah membaca katalog di tangannya segera bangkit melihat Vicky yang baru saja datang


“Mas udah pulang? Mas aku pengen ngomong sama kamu” rengek Utari


“Nanti Utari, Mas capek” sahut Vicky sambil melonggarkan dasinya dan terus berjalan masuk


“Mas iiiihh, ini loh aku mau beli berlian yang kaya dipake Vira di pesta kemarin Mas, liat deh bagus kan?” ujar Utari sambil menyodor - nyodorkan katalog berlian yang sedang ia pegang, langkah kakinya tergesa mengiringi langkah kaki Vicky.


“Aku capek Utari, aku pengen istirahat dulu” ucap Vicky sambil menarik dasinya dan menggenggamnya di tangannya


“Tapi Mas ini cuma tinggal 1, ini cuma diproduksi 3 buah aja Mas, satunya udah dibeli sama si Vira, murah kok Mas cuma 20 Miliar aja” rengek Utari tak pantang menyerah


Vicky berhenti berjalan, rahangnya mengeras, ototnya menegang


“Utariiiiii!” Sentak Vicky, suara Vicky sangat keras, membuat para pelayan tersentak, semua mematung termasuk Utari, Gendis dan Diah yang tengah berada di taman Belakang tergopoh masuk mendengar teriakan Vicky


“Dimana toto kromomu Vicky? Begini perlakuan kamu terhadap istri kamu yang tengah hamil?” tanya Gendis nyalang, Vicky mengusap kasar wajahnya, ia kemudian berlalu dari sana dan naik ke lantai 2 menuju kamarnya tanpa menghiraukan omongan Gendis


Diah yang melihat sikap Vicky mengelus dadanya, selama ini ia tak pernah melihat anaknya semarah itu, Diah kemudian ingat seminggu sebelumnya sepulang pesta yang digelar oleh Alex, Vicky terlihat sangat berantakan, mulai saat itu Vicky mulai sering uring - uringan, bahkan ia kembali minum di club. Apa yang terjadi di pesta Alex? Bukannya Vicky harusnya senang bertemu Alex kembali setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu? Batin Diah.


Diah yang melihat menantu kesayangannya tengah terisak bergegas menghampirinya


“Sudah toh nduk, jangan nangis lagi, kasian bayi kamu” ucap Gendis sambil menepuk nepuk punggung anaknya yang tengah terisak


”Maafin Vicky ya sayang, dia mungkin lagi banyak masalah di kantor” tutur Diah sambil mengelus rambut Utari dengan lembut


“Diah, kamu ngajarin anak kamu toto kromo ga sih? Tega - teganya dia membentak istrinya padahal istrinya tengah mengandung?” Nyolot Gendis pada Diah


Diah menghela nafasnya

__ADS_1


“Maaf mba, saya juga ga tau kenapa Vicky bisa semarah itu, semenjak pulang dari pesta seminggu yang lalu Vicky jadi sering uring - uringan mba” ucap Diah lirih


Utari yang tengah menangis di pelukan Ibunya kemudian mengurai pelukannya dan mengusap air mata di wajahnya kemudian menoleh ke mertuanya


“Itu gara - gara si Vira Mi!” Tandasnya


Diah terperangah, begitu juga Gendis


“Maksud kamu, Vira mantan istrinya? Dia ada di pesta kemarin?” Tanya Diah penasaran


“Iya dia ada disana Mi, Mas Vicky malah ngeliatin si Vira terus, jadinya aku dicuekin sama dia” rajuk Utari


“Vira ngapain disana Utari?” Tanya Diah lagi


“Halah paling jadi pelayan, bawa - bawain gelas ama piring, ngapain lagi dia di pesta mewah gitu?” Sengit Gendis


“Ma, si Vira disana bukan buat jadi pelayan, dia malah yang dampingin Tuan Alex kemana - mana, mereka gandengan, malah kata Tuan Alex mereka udah tunangan, si Vira malah make berlian yang Utari pengen banget Ma!” Tutur utari sambil mengerucutkan bibirnya dan menghentak - hentakan kakinya


Diah terlonjak kaget, ia seolah tak percaya dengan apa yang baru saja Utari ceritakan, begitu pun Gendis yang melotot kaget


“Tuan Alex? Maksud kamu Alexander Yusuf Danuarja Al Maktoem kan? Sahabat kecil Vicky kan Tari?” tanya Diah memastikan


“Iya dia Mi, triliuner muda itu” ucap Utari lagi


Diah menarik nafasnya, dadanya terasa sesak, bagaimana Vira bisa bertemu dengan Alex? Dan bagaimana mungkin mereka bertunangan? Batin Diah.. tidak tidak, ini pasti salah, tidak mungkin Nyonya Maryam Danuarja dan Tuan Jaber Al Maktoem mengizinkan anak mereka untuk berhubungan dengan Vira yang status sosialnya rendah.


“Udah - udah paling si Vira cuma jadi gundiknya Tuan Alex, setelah Tuan Alex puas si Vira nanti juga dibuang” ujar Gendis sinis


“Mi, aku pengen berlian ini dong, kayaknya ini bawaan bayi deh, Mami tolong bilangin Mas Vicky buat beliin aku yah” rayu Utari pada Diah


“Iya sayang nanti Mami bilangin Vicky supaya beliin buat kamu” ucap Diah sambil merangkul hangat menantunya, pikiran Diah melayang pada Vira, ia tak habis pikir bagaimana Vira bisa bertemu dengan Alex? Alex dan keluarganya bukan orang sembarangan, bahkan Diah dan almarhum suaminya sangat menghormati orang tua Alex, almarhum suaminya malah sering kali dibantu oleh Tuan Jaber untuk mendirikan perusahaan yang akhirnya menjadi sukses seperti sekarang.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi antara Vira dan Alex? Batin Diah.


__ADS_2