Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
10.Terungkap.


__ADS_3

Tubuhku terasa lemas tak berdaya kala mendengar percakapan Rayna dan omnya.Kujatuhkan tubuhku ketanah,bersandar pada pohon.Air mataku mulai berlomba berjatuhan.


"Selama ini ternyata kecurigaan ku benar Rayna ikut adil dalam kematian adikku."


Padahal selama ini Nayma sangat percaya dan sayang kepada Rayna, Bahkan jika ada masalah Nayma orang pertama yang akan membela.


Hatiku semakin bergemuruh,darah seakan naik dengan sendirinya tanpa komando. Mataku tertuju pada kayu didepanku, batang ranting yang runcing itu seakan memberiku bisikan.


Kini kayu ranting itu sudah pindah ditanganku, dengan berjalan santai kuhampiri Rayna dan Om itu.


Tanpa Basa basi aku menarik Rayna agar menghadap ke arahku.saat Rayna menghadapku.


"Sleeep" ku layangkan kayu ranting pas ke perut Rayna.


"Aaaaa.....ka.....ka......kak!"


kutarik ranting itu dari dalam perut Rayna.tanganku gemetar hebat saat melihat darah keluar dari perut Rayna.


"Braakk"


Suara orang menutup pintu mobil dengan keras, hingga membuatku kaget tersadar akan lamunanku.


"Aku tidak boleh bertindak gegabah dulu aku harus tau, apa motif mereka melakukan itu ke Nayma.aku harus bisa mencari bukti agar semua bisa teratasi.kemana mereka pergi?"


kulihat kesekeliling namun tak dapat kulihat keberedaan keduanya.kapan mereka pergi ? Aku memutuskan untuk pulang,mengendarai motor.


***


Dicafe sudah banyak orang lalu lalang dengan kesibukan masing-masing, sebenarnya aku masih malas untuk bekerja tapi karna ekonomi,aku tidak boleh egois.Mengusut tuntas kematian Nayma dan juga harus bekerja.


" Nay !"


" Iya Wisnu " Aku menoleh ke asal suara.


"Semangat kerjanya" Ucap Wisnu dengan senyum,menepuk pundak ku pelan.


" Udah itu saja?"


"Lha iyaa emang mau ngomong apa lagi hehe"


Wisnu terkekeh.

__ADS_1


"Hmmzz,kirain penting pagi-pagi sudah teriak"


"Nay ,gimana kemaren ketemu Bos ,baik kan orangnya?"


Wisnu menarik kursi yang ada di sampingku,meletakkan kedua tangan dimeja untuk sandaran kepala seraya fokus melihatku yang mengelap meja didepanku.


"Baik apa ?" mataku melotot kearah Wisnu.


"Ish,jadi ngeri aku lihat mata sempurnamu hehe..Bos itu baik lho orangnya ramah, gak suka marah-marah dan masih banyak lagi baiknya. Lihat aku saja sampai betah disini."


" Ya deh percaya,mentang-mentang saudara belain aja terus,puji terus biar kepalanya makin besar tuh Kayak namanya Bos Besar, Kamu tau gak Wis aku,sampe kesana dimarahin, katanya "Dari mana saja kok telat.kamu gak tau kalau ini dokumen penting " Eh... habis itu dokumen diambil dianya langsung cuss.... pergi tanpa Trimakasih atau senyum begitu tidak?Bos Nyebelin banget kan tuh ?" Ucapku,dengan menggebu-gebu,memukul kain lap kemeja.


Wisnu hanya mendengar dan menyimak ceritaku,dengan senyum-senyum kadang tertawa.


"pokoknya aku gak mau lagi,jika suatu hari kamu suruh antar dokumen atau apalah dirumah Bos sombong itu "


" Ehem"


"Apa Wis ehem-ehem segala ngomong saja kamu pasti setuju kan dengan omonganku tadi, sudah Wis gak usah kamu tutup-tutupi tuh Bos besar sombong,tukang marah-marah."


"Ehem " Wisnu memberi kode dengan menaik turunkan alis kepada Nayra.


"Apaan sih Wis kamu mau juga ikut-ikutan nyebelin ya?" Huuh...jadi kesel deh ?"


"Apa sih? Ba_pak ? pa_gi pak? ucapku terbata.


"Sudah ghibahnya,gak ditelevisi gak dicafe ada saja lambe turah, heran saya."


"haahaa" Wisnu tertawa dibalik tangannya.


"Bapak suka juga nonton acara gosip?" ucapku


"Sudah sana kerja ! nanti kalau sudah selesai temui aku dibelakang." ucap Narendra yang kemudian beranjak pergi.


"I_iya pak" ucapku setelah bos pergi aku panik bukan main.


"Wisnu kenapa gak bilang bos datang?


" Mana aku tau tiba-tiba dibelakangmu, aku sudah kasih kode kekamu tapi kamu loss... terus kayak kereta.hehe"


"gimana ini kalau aku dipecat gara-gara habis gosipin bos bisa kacau ini,mana kerjaanku cuma ini lagi?"

__ADS_1


"Tenang, dia baik kok?" udah aku mau kembali kerja! kamu juga habis lap-lap nanti bantu aku kedapur?"


"Hemmz" ucapku yang masih panik dan melanjutkan kerja.


***


pekerjaanku, telah selesai saatnya aku kebelakang menemui bos.Dicafe ini memang terdapat taman kecil dibelakang yang berada diatas untuk santai para karyawan dan atasan. dengan desain minimalis yang elegan membuat nyaman siapa saja yang duduk disana.


Aku menaiki tangga menuju taman. Kakiku melangkah pelan ada rasa takut dan cemas dihati.


"Hay,sini duduk!"ucap Narendra.


"I-iya pak"aku duduk didepan bosku.


"kamu tau kenapa saya panggil kamu kesini?"


Aku hanya mengangguk saat bos besar melihatku.


"Kenapa jadi diam? tadi aja nyerocos kayak kereta api rusak remnya."


"Emmzz..tidak pak ,Eh..maaf pak keceplosan tapi fakta"ucapku dengan bagian akhir agak pelan.


"Apa kamu bilang !" dengan suara agak keras.


"Tidak pak bercanda"ucapku seraya melempar senyum.


" Okey saya maafkan kali ini,tapi awas kalau sampai saya dengar lagi kamu ngomongin saya dibelakang kamu tau skuensinya."


"Iya pak maaf pak sekali lagi,mohon jangan pecat saya?"ucapku seraya memohon.


"Ya, sudah cukup silahkan kembali kerja?"


"Terimakasih pak terimakasih "aku menarik tangan bos untuk bersalaman.


"Ya..iya sana" Narendra pun menjabat tanganku meski terpaksa.kemudian melepaskan cepat-cepat.


"ok pak siap" ucapku.


Kakiku menuruni tangga dengan bahagia,kulirik bosku yang masih duduk dengan minum kopi sambil senyum-senyum sendiri.


Dari awal aku masuk kerja disini memang baru pertama kali aku tau kalau cowok yang menabrakku itu adalah Bos pemilik cafe dan berbagai resto yang telah tersebar di Jakarta ini.

__ADS_1


"tuhh...kan aneh ?Senyum- senyum sendiri .


__ADS_2