Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Kebakaran


__ADS_3

" Narendra beneran ini tutup sekarang baru juga jam 8 ? " Tanya Wisnu ,melihat Narendra beberes berkas- berkas pembukuan untuk di simpan di laci.


" Iya bener "


" Kamu gak papa kan Narendra ?"


" Iya gak papa ,hanya sedikit capek "


" Narendra kalau memang lagi ada masalah cerita aja siapa tahu gue bisa bantu ?"


" Gak ada masalah apa- apa Wisnu ,sudah sana tutup ?" Ujar Wisnu seraya menepuk bahu Wisnu.


Tuk ... tuk ...


Suara langkah kaki menuju atas , Wisnu dan Narendra secara bersamaan menoleh ke arah tangga menunggu siapa yang naik.


" Permisi bos ?"

__ADS_1


" Maya , aah gue pikir siapa ?" Wisnu berkata.


" Masuk aja sini May, ada perlu apa ?" tanya Narendra .


Maya pun mendekat kan diri berdiri disamping Wisnu.


" Begini Bos , saya datang ke sini mau tanya apa ada lowongan buat menjadi kasir dicafe ini ?"


" Memangnya untuk siapa May,kamu ?" tanya Wisnu .


Narendra mengangguk seraya memperhatikan Wisnu dan Maya .


" Ow jadi buat Dinda? Ya sih May bener juga apa kata loe gak mudah jadi Dinda hamil tanpa seorang laki- laki didekatnya dan harus berjuang sendirian huuhh...kasian sekali .Gimana Narendra ada kan kerjaan buat Dinda? Nanti gue bantu juga deh kalau Dinda nyusahin disini?"


Narendra berfikir melihat Wisnu dan Maya secara bergantian.


" Masalahnya begini kalian kan tahu sendiri kalau cafe ini juga baru saja buka lagi modalnya saja belum kembali bahkan uang buat gaji kalian saja aku masih putar- putar, kalau masalah urusan kasir sebenarnya sih aku gak butuh karna kasir kan juga jarang dipakai kebanyakan orang akan langsung bayar ditempat duduk kan? "

__ADS_1


" Ya juga sih ,bener juga kata kamu Narendra "


" Terus gimana dong gak ada tempat lain buat Dinda kasian Dinda ? Apa lagi kan Dinda begini juga karna ayah kamu kan Narendra ?"


" Maya " Wisnu menyenggol bahu Maya.


" Gak papa Wisnu memang benar kok ,Dinda begitu karna ulah papaku .Tenang dulu Maya jangan marah dulu ,aku tetap memberi pekerjaan buat Dinda dan tanpa kamu suruh pun aku akan membiayai kebutuhan dan lahiran Dinda nantinya karna bagaimana pun juga anak yang dikandung Dinda itu adalah adik sah saya meski papa sampai sekarang gak mau mengakuinya tapi aku sebagai kakaknya akan selalu mengakui dan menjaganya. Begini saja Dinda biar membantu kamu Wis didapur bersihkan sayur dan potong- potong sayur atau bantu aduk - aduk sayur gitu pokoknya jangan boleh sampai kecapekan ,gimana setuju ?"


" Iya setuju " jawab serempak Maya dan Wisnu.


" Eemm ... maaf Narendra tadi aku udah ngomong begitu ke kamu ? Habisnya aku fikir kamu gak mau bantu Dinda ? Maaf ..." ujar Maya dengan menyatukan kedua tangannya didepan dada.


" Ya gak papa ?"


" Narendra ...Narendra ...gawat ! " ujar Doni dengan nafas terengah-engah seperti orang yang habis lari maraton.


" Doni kenapa?" Tanya Maya dengan heran.

__ADS_1


" DIBAWAH KEBAKARAN ...!"


__ADS_2