
" Bagaimana ini ? Susah sekali mencari pinjaman uang ?" Keluh Agus yang saat itu mondar - mandir seraya memegangi ponselnya.
Sudah mencoba menghubungi semua kontak nomor yang ada di ponselnya untuk dimintai pertolongan yaitu meminjami uang ,namu usahanya nihil tak satupun nomor yang bisa membantunya bahkan teman dekatnya pun tidak bisa membantu padahal kalau Agus punya uang dia sering membantu teman - temannya, selalu royal dan selalu ada disaat temannya terpuruk tapi disaat seperti ini tidak ada satu orang pun yang ingat dengan kebaikannya bahkan mendekat pun tidak , baru saja Agus bercerita soal istrinya yang masuk rumah sakit teman - temannya menjauh dengan alasan yang ini dan itu . Menghindar dan tak mau mendengar keluh kesah Agus secara mendalam.
Tlink ...tling ...
Nada dering ponsel Agus berdering , sontak membuatnya kaget . Saat melihat nama panggilan masuk itu tak lain dan tak bukan adalah orang tuanya . Dengan perasaan campur aduk Agus memberanikan diri mengangkatnya.
" Ya Bu Assalamualaikum " Ucapnya dengan suara bergetar.
Sedangkan disebrang sana tak kalah bergetarnya ibu Agus menangis terisak " Gimana Gus sudah dapat ? ini tinggal nunggu uang kiriman darimu satu jam lagi istri mu akan masuk keruang oprasi kalau tidak ... huuummm ... hheeem ..." Ujar ibu Agus sambil menangis.
Agus pun ikut menangis , hatinya serasa hancur mendengar ibu nya berbicara seperti itu dan menangis .Bingung dengan apa yang harus dilakukannya ? Karna sampai saat ini memang Agus belum punya pinjaman uang . Tubuh Agus bergetar ,lemas dan lunglai bersandar pada dinding dan hanya mampu berdiam . kemudian mematikan telvon sepihak.
Tlinkk ...
tling ...
tlink ...
Ting ...
Suara dering ponsel Agus berbunyi lagi ,namun Agus mengabaikannya . Merenung dan berfikir mencari jalan keluar sendiri namun apa daya jalan seperti buntu karna ini menyangkut tentang uang . Ponsel Agus berdering kembali karna Agus merasa terganggu akhirnya Agus mengangkatnya . Sebelum mengangkat telvon Agus memastikan siapa yang menelvon kali ini dan ternyata penelpon itu adalah nomor baru yang Agus sama sekali tidak kenal dan tidak tahu. Terpaksa Agus mengangkatnya.
" Ya hallo ,ini siapa ?"
" Pak masih ingat saya ,ini saya orang yang gak sengaja menabrak bapak di toilet kantor tadi " jelasnya .
" Ow ,bapak ya ada apa pak ,apa ada yang bisa saya bantu ?"
__ADS_1
" Jujur pak saya sebenarnya masih gak enak dengan kejadian tadi , saya sebenarnya mau ngajak bapak buat makan sekarang ,sama ada perlu sedikit dengan bapak ?" Jelasnya .
".Perlu soal apa ya pak ,apa sangat penting ?"
" Sangat penting sekali pak ,dan saya gak bisa mengobrol ditelvon , apa bisa bapak datang dicafe mawar ? "
" Iya bisa kebetulan dekat dengan kos saya ? "
" Baiklah saya tunggu disana "
Televon berakhir .
Tanpa menunggu lama Agus segera pergi ke cafe mawar yang hanya berjarak beberapa meter dari kosnya.
Sampai disana , Agus langsung disambut dengan orang yang menelvonya tadi ,dimeja sudah banyak terhidang beberapa makanan termahal yang ada dicafe itu. Agus pun heran dengan perlakuan bapak ini kepadanya padahal baru ketemu satu kali itu pun gak sengaja.
hidangan ini ? Anggap saja ini permintaan maaf saya karna telah menabrak anda waktu itu "
" Iya ,makasih pak .Tapi apa ini gak berlebihan pak ,kemaren juga saya gak luka sedikitpun "
" Jangan salah faham dulu pak Agus , saya memang begini orangnya suka gak enakkan sama orang apalagi kalau orang itu sudah baik sama saya,saya paling menghormatinya dan akan membalas kebaikan itu meski dengan taruhan nyawa sekaligus " Tutur black kepada Agus .
Agus terlihat sangat kagum dengan perkataan black tadi . Dengan senyum mengembang bagai soda kue.
" Mari makan dulu pak ?" Ajak black kepada Agus.
" I- iya pak ,tapi mohon maaf jangan panggil saya pak cukup panggil nama saja "
" Oh ,begitu baik Agus "
__ADS_1
Agus terlihat tidak menikmati makan malam ini karna fikirannya masih terbayang wajah ibu dan istrinya yang berjuang disana ? Makanan didepannya seakan tak menggoda sama sekali bahkan saat Agus mencobanya rasanya malah hambar padahal ini makanan termahal dicafe itu.
" Kenapa Gus ? Apa makanan disini gak enak ? Atau kamu memang gak suka dengan menu ini ,saya akan ganti ? Pe ..." Ujar black seraya mengangkat tanganya. hendak memanggil pelayan cafe.
" Eh, gak usah pak gak , bukan - bukan ,enak kok makanannya cuma memang saya sudah kenyang " Sanggahnya.
Black pun menurunkan tangannya ,tidak jadi memanggil .
" Oh, begitu saya kira Anda gak suka dengan menunya ? Apa anda sedang punya banyak masalah ,maaf lancang ?" pancing black.
" Em , kok bapak tahu ?" Agus heran dengan pertanyaan black.
" Maaf - maaf saya hanya menebak saja karna apa yang saya lihat didiri anda sama seperti saya waktu sedang mempunyai masalah besar,makan tak nafsu dan juga tatapan kosong ,dulu saya juga begitu tapi saya mencoba ceritakan keteman saya dan untungnya setelah saya cerita rasanya plong dan ada jalan "
" Sayangnya teman - teman saya gak ada yang mau dengar cerita saya pak , mereka malah menjauh" Ucapnya .
" Tenang saya bisa jadi teman mu Gus , saya janji gak akan menceritakan apapun ke siapapun tentang masalahmu ini , cerita saja sepuasmu ,anggap saja ini bayaran permintaan maaf saya ke kamu .Itupun kalau kamu mau gus ,saya gak maksa kok karna itu privasi anda "
" Begini pak "
Agus pun mulai menceritakan tentang kehidupannya dan gajinya selama menjadi polisi juga menceritakan masalah yang terjadi saat ini hingga menceritakan kesulitannya dalam meminjam uang yang harus di dapatkan sebelum satu jam .
" Aku turut prihatin dengan kondisimu saat ini Gus ,aku sangat ingin sekali membantumu tapi saat ini saya juga lagi kesusahan dimana saya ingin mengeluarkan teman saya yang ada dipenjara ? Tapi ,ah itu tidak akan mungkin bisa bagaimana caranya teman saya bisa bebas begitu saja kalau saat ini dia dituduh menjual barang haram padahal dia anak baik dan anak yang jujur kalau saja ada orang yang bisa mengambil semua bukti dan membebaskan teman saya pasti saya akan senang sekali dan saya akan memberinya uang berapa pun yang ia minta ? Apa kamu bisa membantu saya Gus ?"
Agus sangat dilema berat dimana dia harus memilih antara karir dan sang istri . Tapi gak ada jalan lain ini adalah jalan satu - satunya bagi Agus . Dimana ia harus memilih keselamatan istri dan anaknya atau memilih tetap mempertahankan karirnya yang sudah ia capai sampai selevel ini . pilihan yang sangat sulit dan membuat Agus sangat bingung.
Ponsel Agus berdering lagi , dan itu televon dari ibunya lagi. Agus tetap membiarkannya .
" Bagaimana Gus apa kamu bersedia membantu saya ? "
__ADS_1