
Beberapa akhir ini , aku merasa sedikit aneh dengan perasaanku. Tidak seperti biasa setiap bertemu tatap dengan Nayra karyawan yang bekerja diCafe ku jantungku bergetar dengan hebat,mungkinkah aku sakit?
Ah...tidak baru kemaren aku mengunjungi dokter pribadi ku ,dan dokter mengatakan semua normal,lalu tanda apa kah ini?.
Nayra dia adalah karyawan yang cukup lama bekerja diCafe ku ini. tapi aku baru tau akhir-akhir ini, karna aku tidak hanya mengelola cafe satu saja masih ada resto dan cafe- cafe lain yang kupunya dikota ini.
Berawal dari pertama kami tidak kesengajaanku bertemu didepan cafe.kala itu aku yang baru saja mengecek hp sambil berjalan,tidak sengaja menabrak Nayra gadis berwajah anggun dan cantik, dan ternyata kami dipertemukan lagi dicafe ku sendiri.
Hariku semakin berwarna ,kerja menjadi semangat. jika malam datang berharap cepat pagi agar cepat- cepat menemui sang pujaan hati.Aku semakin dibuat kagum setelah mengetahui Nayra ternyata bukan sekedar wanita anggun dan cantik dia juga sangat berani serta dewasa,berfikir cerdas dalam melakukan sesuatu.
Kala itu Nayra yang mendapat komplain dari salah satu pengunjung yang membuat onar dicafeku.Nayra begitu biasa dan sangat tenang dalam menangani keributan tersebut bahkan saat Nayra dituduh meracuni makanan Nayra dengan berani memakan sisa makanan yang ada dimeja pengunjung tersebut.
" Nay jangan nay berhenti ?" ucap Wisnu kala itu.
Nayra tidak menghiraukan Wisnu tetap memakan dengan lahapnya. Aku yang yang saat itu disitu hanya bisa berdiam diri. Mungkin jika aku yang berada diposisi Nayra aku tidak akan mau melakukannya. Bagaimana kalau memang benar dimakanan itu ada racunnya ? Aku tidak mau mati sia- sia.Sungguh Nayra tidak seperti aku, dia malah berani membuktikan fitnahan tersebut.
Semenjak itu aku mulai mencari cara agar bisa dapat terus bersama Nayra,dengan menyuruh Nayra setiap pagi membawakan minuman dan makanan keatas dimana ruangan itu khusus untukku bersantai.
" Jangan pergi dulu tolong sapu ruangan ini sampai bersih?" ucapku
" Tapi pak , dibawah saya masih ada kerjaan?" jawab nayra.
" Disini saya bos ,jadi apa yang aku perintahkan lakukan?" ucapku lagi.
Dengan membalikkan badan aku tertawa kecil. Nayra pun menuruti perintahku padahal sebelum aku masuk ke ruangan atas ini ,tempat ini sudah lebih dulu dibersihkan.
jantungku berdetak kencang saat kami tidak sengaja beradu tatap beberapa kali.
Sedikit menampakkan sifat cuek dan tegas kala didepan nayra.
__ADS_1
Aku yang duduk dikursi seraya menikmati minuman dan cemilan, curi- curi pandang memperhatikan setiap langkah kaki Nayra yang mondar mandir dengan sapunya.Sesekali terlihat Nayra mengelap keringat yang ada pada pipinya.
" Sudah selesai Bos apa ada yang lain lagi?" tanya Nayra .
" Tidak sudah pergi sana" ucapku.
Setelah Nayra pergi betapa bahagianya hatiku, aku berjingkrak-jingkrak melayangkan tinju diudara.Bagaikan anak kecil yang mendapat permen kesukaan.
Aku 2 bersaudara kakakku Mia Monica jaya meninggal, diusia 19 tahun kakakku meninggal akibat diperkos* begal saat perjalanan pulang,selain dilecehkan kakak.ku juga diminumi minuman keras beberapa botol,sampai akhirnya mungkin kakakku tidak kuat dengan peyiksaan itu. Kakakku harus meregang nyawa pada malam itu juga,kakakku ditemukan disemak belakang bangunan tua.
Saat itu hati, kami hancur seketika.
" Mia... " ucap Mama didepan jenazah yang terbaring diruang tengah.
Aku ,mama dan papa menangis sejadi-jadinya.
Mama terus memeluk kakak ku yang tak bernyawa menciumi semua wajah kakakku dengan iringan Isak tangis.Papa tak henti- hentinya memukuli apa saja yang ada didepannya menggunakan tangan kosong ,berteriak- teriak,menarik rambutnya dengan keras juga menangis melampiaskan amarah juga kesedihan yang menimpa.
Meski pelakunya sudah ditangkap tapi orang tuaku masih juga belum puas ,karna pengadilan hanya memvonis pelaku 12 tahun penjara. Hukuman diringankan karna ternyata begal itu anak seorang jendral bintang 1. Dengan sangat berat dan perasaan kecewa keluargaku hanya menerima keputusan itu dengan lapang dada.
Akibat kehilangan kakakku mama menjadi sakit-sakitan dan papa sering marah-marah,sering pulang malam bahkan papa sering pulang dengan keadaan bju kotor penuh darah alasannya setiap aku tanya jawabannya selalu bilang tidak sengaja menabrak hewan,entah kucing tikus atau apalah. Dan aku selalu percaya.
Ternyata kesedihan yang aku alami tidak hanya kehilangan kakak aku juga harus kehilangan mama,mama pergi untuk selamanya meninggalkan aku dan papa. papa yang shock juga mengidap penyakit Bipolar .kini aku dan papa hidup berdua dan tinggal dirumah baru mencoba menghilangkan kenangan buruk. Banyak orang yang mengira aku anak semata wayangnya papa padahal sebenarnya tidak.
Terakhir aku mendapat kabar bahwa pelaku pemerkos*an kakakku telah mati akibat keracunan makanan.
" Aku tidak mau tau pokoknya aku tidak mau makanan ini , katanya cafe terkenal bikin makanan begini saja gak enak." komplain lelaki gendut .
" Tenang ya pak saya akan ganti ,maaf sebelumnya jika penyajian kami kurang memuaskan ditunggu ya pak?" ucap Nayra menenangkan.
__ADS_1
Aku hanya memperhatikan dari balik pintu. Nayra datang dengan membawa masakan yang telah aku masak.
"Ini bos orangnya minta ganti"ucap Nayra dengan meletakkan makanan dimeja.
" Ya udah bikin sana?" ucapku.
Tanpa fikir panjang Nayra langsung mengganti makanan tersebut dan meyuguhkan kembali ke pengunjung. Menunggu sampai orang itu benar- benar puas dengan makanan pengganti,setelah pelanggan terlihat menikmati barulah Nayra pergi untuk kembali ke dapur.
Lagi- lagi aku dibuat kagum oleh Nayra .
" Gara- gara Wisnu aku jadi malu kan ? sudah tau masak gak bisa taunya cuma icip- icip sama komentar dan mengurus segala perkembangan cafe dan resto ini disuruh masak? " gerutu ku dalam hati.
Memang sih seharusnya sebagai bos pemilik resto dan cafe terkenal tentunya harus bisa masak juga. Mempertahankan cita rasa masakan tersendiri dicafe dan restonya ,tapi tidak denganku karna aku hanya bisa menangani masalah keuangan dan pemasaran bagian masak aku lebih percaya dengan koki- koki handal pilihanku.
" Makasih ya kamu udah bantu aku tadi?"ucapku kala itu
" Iya bos ,bos gak usah berterimakasih karna itu memang tugas kami sebagai karyawan disini"
" tapi kalau bukan karna kamu mungkin tadi akan kacau, Nay apa kamu nanti malam ada acara aku mau mengajak kamu makan malam?"
" Emm maaf,bos lihat nanti malam aja"
Ajakan ku digantung begitu saja,tapi tak membuatku kecewa atau patah hati.
" Ini baru langkah awal jadi Narendra ?" aku membatin.
Sejak saat itu aku mulai menaruh hati pada Nayra berawal dari rasa kagumku kepadanya.
Apakah ini yang namanya cinta ?
__ADS_1
Baru bertemu saja membuat hati berbunga. Apalagi saling sapa atau saling tatap membuat ku seakan melayang diatas kayangan.