Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Senyuman terakhir.


__ADS_3

" Papa !" Teriak Narendra ,ia langsung berlari ke arah sungai ,timsar dan warga telah naik karna langit tiba - tiba gelap dan pentir menyambar .


Duuuuaaaarr ...


Kilat petir seakan menghalangi proses pencarian .


" Maaf anda tidak bisa mencarinya sekarang cuaca sedang buruk ,kalau anda tetap memaksa itu akan memperburuk keadaan !" Jelas Timsar yang berpapasan dengan Narendra dan menghadangnya.


" Tapi disana itu papa ku ! aku harus cepat menolong papa ! apa anda tahu perasaanku hah!" Teriak Narendra yang tetap kekeuh ingin mencari papanya disungai itu.


" Kamu sangat tahu perasaan anda dan kami akan mengusahakan untuk menemukan papa anda tapi tidak sekarang karna kondisinya tidak memungkinkan aku harap anda juga bisa mengerti " Tutur tim sar lagi dengan lembut namun penuh pengertian.


" Benar Narendra , kita tunggu sampai cuaca bersahabat dan kita doakan om jaya agar cepat ditemukan dengan keadaan tanpa kurang satu apapun . " Wisnu menimpali seraya merangkul Narendra .


Dengan terpaksa Narendra pun mengikuti saran dari timsar dan Wisnu. pencarian dihentikan untuk hari ini karna cuaca sangat tidak mendukung air sungai pun bertambah naik akibat hujan yang turun sangat deras . Selain itu pentir menyambar sana - sini membuat siapa saja malas untuk keluar rumah dan beraktivitas.


***


Tok ...


Tok ...


suara pintu diketuk sangat keras , Nayra yang belum bangun ,menjadi terganggu dengan suara ketukan pintu itu .


Nayra meraba mencari benda pipih yang diletakkannya dinakas dekat tempat tidur. Dengan mata yang masih berat untuk bangun ,Nayra mengintip sedikit benda pipih itu " Baru juga jam setengah enam ,siapa sih yang ganggu pagi - pagi gini " Gumam Nayra .

__ADS_1


Dengan langkah gontai Nayra turun dari ranjang dan bergegas membuka pintu.


Ceklek


pintu terbuka .


" Nayra ,ayok ikut kita papa Narendra jatuh dari sungai ?" ucap Maya tiba ,- tiba dengan paniknya ditemani doni yang berada di sampingnya .


Nayra yang mendengar berita itu ,langsung sadar seratus persen .


"Yang bener kamu may ?"


" Beneran Nay ayok buruan kita pergi kesana ?" Yakinnya .


Maya dan Doni mengangguk bersamaan ,segera Nayra cepat - cepat cuci muka dan sikat gigi tidak lupa mengambil jaket dan mengunci pintu .


" Ayo !" Ajak Nayra memutar gas motornya.


Mereka menuju TKP dengan mengendarai motor , Maya dengan Doni dan Nayra sendiri .


Perjalanan sedikit membutuhkan waktu lama karna kondisi jalanan yang macet .Karna ini pagi jadi banyak orang - orang beraktivitas untuk berangkat kerja dan sekolah .


Sampai disana sudah banyak orang terlihat timsar,polisi dan juga warga saling bahu membahu mencari keberadaan papa Narendra disungai ada yang langsung terjun ada juga yang berada diatas speedboat dan sebagian mencari dipinggiran sungai dengan menyelusuri sungai .


"Sebenarnya apa yang terjadi ,kok bisa papanya Narendra terjun ada yang celakai atau memang sengaja bunuh diri ?" Tanya Nayra ke Maya dan Doni yang kini ikut menyusuri pinggiran sungai .

__ADS_1


" Kata Wisnu ,dari pengakuan orang yang mengetahui pertama kali, bahwa om jaya sudah dalam keadaan terjun dan posisi sendiri . "


Nayra mengangguk .


" Kasian sekali Narendra pasti sangat kehilangan sekali ?" Gumam Maya.


" Iya betul apalagi Narendra hanya punya om jaya saja !" Doni ikut menimpali.


Setelah beberapa jam mencari tim SAR dan yang lainnya naik . Termasuk Narendra yang terlihat sangat sedih hanya mampu menundukkan wajahnya.


" Gimana ?" Bisik Maya kepada Wisnu .


Wisnu hanya menggeleng kepala .


itu tandanya tak mendapatkan apa - apa ,Narendra duduk di pinggir sungai itu menatap kosong sungai itu , matanya sembab .


" Narendra ,semua manusia itu sudah ada jalannya masing - masing , Berdoalah siapa tahu Tuhan akan memberikan mukjizat nya . " Menggosok pundak Narendra dengan lembut.


" Nay , papa sudah pergi Nay ,papa gak akan kembali lagi aku nyesel karna gak mau nurut perkataan papa " sesal Narendra.


" Narendra , semua yang terjadi itu sudah takdir , jangan pernah kamu menyalahkan dirimu sendiri seperti itu . Dulu aku juga sema sepertimu kala aku harus kehilangan orang - orang yang ku cintai ,tapi setelah aku merenung dan berfikir akhirnya aku tahu kalau semua memang sudah rencananya meskipun kita sudah berusaha mencegah misalnya tetap kejadian itu akan tetap terjadi karena itu memang sudah takdir dari yang maha kuasa.Iklhaskan dan tetap yakin akan mukjizat yang muncul ."


Narendra tak bergeming ,matanya tetap fokus pada air sungai yang tenang tapi menghanyutkan itu.


" Apa aku harus bahagia ,atau ikut sedih mengetahui musuhku telah tiada , atau aku harus sedih dan menangis karna ini papa Narendra aaahh , rasa - rasanya memang tak pantas untuk ditangisi karna inilah memang terakhir pembalasanku menuntut keadilan atas kematian adikku nayma , Dijembatan itulah jaya menghabisi nayma dan Dijembatan itu juga jaya harus binasa . karma memang ada ,karma memang nyata apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Setidaknya aku tidak berusaha payah mengotori tangan ku untuk membalas dendam atas kematian nayma . Meski aku yang sempat terluka akibat kedatangan jaya malam itu,tapi tak apa aku anggap itu luka terakhir untuk selamanya . Adikku nayma semoga engkau bisa tersenyum bahagia disana melihat orang yang sudah membuatmu pergi kini ikut pergi selamanya "

__ADS_1


__ADS_2