
Kami sangat kaget,mendengar Doni berucap.sebelumnya pengunjung dicafe ini tidak pernah ada keluhan tentang makanan atau pelayanan kami.
Nafas Doni tak beraturan,seperti habis lari maraton 100 meter.Aku memberikan air putih yang ada di sampingku,Donipun langsung menerima dan meminumnya.
" Doni kamu tunggu dulu disini, aku dan Wisnu akan kesana ?ucap Bos
Disusul anggukkan wisnu,yang berdiri tepat disamping Bos.
"Aku ikut, " ucapku.
"Ya sudah ayok" ucap bos.
Dengan langkah cepat Kami bertiga,melangkah keluar. menemui pengunjung yang dimaksud Doni.
Disana sudah banyak orang berkerumun tentunya pengunjung cafe,yang penasaran akan kondisi pengunjung yang keracunan itu.
"Permisi, bisa lewat, "Bos menyibak pengunjung lain agar kami bisa lewat.
Terdengar pengunjung lain berbisik-bisik ke yang lain.
" Katanya cafe bagus tapi kok begini? " kata ibu berbaju warna hijau.
"iya jadi takut aku untung kita baru datang belum pesan"ibu baju merah menimpali.
"Tapi biasanya gak pernah kok kayak gini aku sering makan disini dari dulu"ucap laki-laki berbadan Tegap.
"Mmmmzzz, ibu-ibu,bapak-bapak dan semua yang hadir disini, saya selaku pemimpin cafe ini mintak maaf atas ketidak nyamanan ini.Aku harap semua pengunjung bisa mengerti."ucap bos besar.
"Bagaimana buk keadaanya, apa perlu kami bawa kerumah sakit,untuk diperiksa.?"tanyaku kala didepan ibu-ibu yang mengaku keracunan ini.
wajahnya, jika dilihat tidak apa-apa hanya ibu-ibu ini mengaku pada kami kalau kepalanya pusing dan mau muntah.
"Tidak perlu, ini kamu kan yang membawa makanan tadi kesini !"ucap ibu berpakaian dress selutut dengan rambut diurai.
" Ya buk, memang saya yang membawa kesini. tapi saya sudah pastikan makanan dan minuman ini aman. Chef Wisnu sendiri yang membuat nasi goreng dengan bahan yang baik dan sayuran yang fresh."jelasku dengan menunjuk Wisnu .
__ADS_1
" Ya betul Bu , saya yakin saya membuatnya dengan bahan terbaik?" Wisnu menimpali.
"Lha ini buktinya, saya pusing dan mau muntah dari tadi saja saya mual- mual, atau mungkin kamu yang sengaja, kasih racun di nasi goreng saya,secara kamu tadi yang membawakan kesini kan?kamu juga kan kemaren yang saya tegur akibat, bawakan jus pesananku kurang manis itu kan?"
Kini semua mata tertuju,padaku.aku merasa tidak enak dengan bos dan pengunjung lainnya.Memang sebelumnya ibu ini pernah datang kecafe ini dan ibu ini juga yang pesan jus jeruk." mbak jus jeruk 1 tapi jangan terlalu manis ya" ucap ibu ini kala itu, tapi setelah datang ibu ini malah komplain bilang jusnya kurang manis dan sekarang ibu ini membuat keributan lagi.ibu ini memang keterlaluan.
"Ya ibu saya memang yang membawa nasi goreng ini ke meja anda no 10 Ini"ucapku seraya menunjuk meja dengan suara ramah.Mmzz kalau masalah yang kemarin itu,saya juga sangat mintak maaf sekali, itu mungkin keteledoran saya.tapi sungguh saya tidak pernah marah atas teguran ibu kepada saya,saya malah sangat berterima kasih ibu mau menegur saya dan dari teguran itu saya jadikan koreksi diri agar kedepannya bisa lebih teliti lagi." ucapku masih dengan ramah.
" Saya,tidak mau tau kamu harus dipecat dari cafe ini ! . Semua dengar kalau anak buah ini masih dipekerjakan disini akan membuat banyak korban. Bisa saja hari ini anak ini meracuni,besok lagi akan ada hal lain yang bisa dilakukan. hati-hati dengan orang pendendam."
Aku hanya, menggeleng kepala,dan mendengar tuduhan ibu,ini secara refleks aku menarik kursi didepanku.kemudian aku makan sisa nasi goreng dengan lahap.
"Apa yang kamu lakukan? Wisnu menarikku agar aku berhenti makan nasi goreng tersebut.tapi aku tidak peduli aku terus memakannya.aku hanya yakin jika memang ada racunnya aku akan ikut keracunan saat ini juga."
"Heh..hentikan itu,aku takut kalau dia juga keracunan !" ucap baju hijau.
sedangkan ibu, berbaju drees itu melihatku dengan shok,dengan mulut menganga.
"Sudah,Nayra sudah Wisnu mengambil sendok dari tanganku,begitupun juga nasi goreng."
"Nayra...Nayra...kamu tidak apa-apa kan?Wisnu menepuk-menepuk punggungku,seraya mengambil air putih yang berada dimeja milik pengunjung lain.
Kurasakan tenggorok kanku, terkancing sakit bukan main, bicarapun susah. aku hanya mampu meminta air minum dengan mengisyaratkan menggunakan tangan.
"Tuh,kan aku bilang juga apa? nasi goreng itu sudah ada racunnya."ibu itu berkata dengan jumawa.
"Makanya jangan sok-sok an membuktikan,akhirnya apa kenak sendiri kan? " baju merah menimpali.
"Itu kalau mau mengelak tapi malah kenak sendiri.hahaha " ucap ibu berbaju drees itu dengan tertawa mencemooh.melipatkan keduan tangan ke dada.
Tanpa basi-basi aku mengambil gelas yang berisikan air,dari tangan wisnu.kemudian aku cepat -Cepat meminumnya.
"Uhuk...uhuukk... Alhamdulillah sudah agak enakkan.makasih Wisnu, aku berdiri dan menatap ibu itu dengan penuh selidik."
ibu itu memilih memandang, langit - langit cafe tanpa membalas tatapanku.
__ADS_1
"Lihat ibu-ibu ,bapak- bapak,dan saudara semua , aku tidak apa-apa aku,hanya tersendat saja karna makan terburu-buru. Kalau memang ada racunnya,dari suapan pertama saja bisa dilihat, lha ini saya sudah makan berkali-kali. dan tidak menimbulkan efek apa-apa pusing pun tidak." ucapaku.
kulihat Bos hanya diam menyimak penjelasan ku,begitupun juga pengunjung yang ada dicafe ini.
"Berarti ibu ini bohong dong,yang katanya keracunan ,buktinya mbaknya gak kenapa-napa setelah makan nasi goreng." ucap laki-laki berbadan tegap.
"Emmzz... eemmmzz a..ku...aa..ku,"
"Sudah-sudah,semua mungkin ini hanya salah faham saja, saya sekali lagi minta maaf sebesar-besarnya.Untuk hari ini karna ada kejadian yang tidak mengenakan bagi pengunjung yang bertamu disini,maka saya selaku pemilik cafe ini akan menggratiskan pesanan yang pengunjung cafe pesan."
"Beneran"Suara pengunjung serempak.
"Ya... untuk hari ini silahkan menikmati."
Semua bubar dan kembali ke kursi masing-masing.
"permisi apa saya dapat gratis juga,?"ucap ibu-ibu berbaju dress.
" Apa ibu tidak tau malu sudah bikin onar dengan memfitnah karyawan disini masih berani mintak jatah gratisan." ucap Wisnu dengan nada ketus.
Ibu itu hanya cuek.
"Ya..buk boleh untuk hari ini khusus, pengunjung cafe bagaimanapun juga ibu adalah pengunjung cafe jadi kami tidak bisa menolak."ucap bos besar.
"Terimakasih...terimakasih" ibu itu akhirnya duduk kembali.
"Tapi Narendra ibu ini kan ?"ucap Wisnu melirik bos kemudian aku. Bos hanya diam kemudian pergi menuju dapur di ikuti wisnu yang berada dibelakang.
"Nayra jangan lupa beresi piring didepanmu itu bawa kebelakang dan layani lagi ibu itu dengan baik?" perintah bos besar
" Ya pak" ucapku kemudian mulai mengambil piring kotor bekas nasi goreng.
Aku melihat ibu itu dengan sinis, sebenarnya apa sih yang orang ini mau,kenal juga tidak tapi bikin rusuh.
"apa lihat-lihat? beresin sana dan jangan lupa saya pesan cemilan saja yang terenak disini. bungkus 2 ya.? aku gak mau lagi pesan nasi goreng takut kamu racuni lagi hmmmmzz.." ucapnya.
__ADS_1
"Jujur ibu yang terhormat,anda suruhan siapa?"