Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Kecewa kedua kalinya.


__ADS_3

" Apa ? Papa menghamili Dinda? yang bener Wis kamu kata siapa?" ujar Narendra ditelvon.


" Kata temen aku yang tinggalnya Deket sama rumah yang ditempati papamu ? kata temenku kemaren Dinda sama Nayra kesana dan ketemu papamu Dinda sampai mohon- mohon tapi kata temenku papamu malah pergi begitu saja temenku juga gak berani nolongin karna gak mau ikut campur "


" Oke- oke gini, apa kamu gak tanya ke temen kamu kalau sekarang papa berada dimana?"


" Sayangnya setelah kejadian itu temenku udah gak tahu lagi papamu pergi ke mana ?"


" Huuuhhf..baiklah makasih Wis infonya ,nanti kalau ada kabar apa- apa lagi tolong ya kasih tahu gue ?"


" Ya narendra kamu yang sabar ya jangan sungkan hubungi gue kalau loe lagi butuh bantuan oke"


" Heemmm...udah dulu ya "


Tut...televon berakhir .


Narendra menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.


" Huuuff...aaaagggrrh..kenapa papa bikin ulah terus ? yang kemaren aja belum selesai ini lagi tambah lagi aaaahh "


Narendra duduk disofa dengan wajah lelah.


Semenjak kejadian Maya waktu itu ,papa Narendra pergi tidak tahu kemana nomor pun tidak aktif lagi ,Narendra sebagai anak berusaha mencari kesana - kemari tapi tidak juga membuahkan hasil .


" Aku harus segera menemukan papa ?"


Narendra beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil yang ada diatas meja .


Didalam mobil ,Narendra terus berfikir kemana harus mencari papanya karna info yang didapat sangat minim hingga menyulitkan langkahnya.


Tok...tok...took...


" Ya sebentar !" suara dari dalam rumah.


Narendra menunggu didepan pintu .


Ceklek..


pintu dibuka


" Kamu? ngapain kamu kesini hah?"

__ADS_1


" Tante ,maaf Tante kedatangan saya kesini untuk meminta maaf atas semua perbuatan yang telah dilakukan papa kepada Dinda Tante "


" Apa maaf kamu bilang ? kamu pikir dengan kata- kata maaf semua akan kembali seperti semula ,kamu pikir dengan kata maaf bisa mengembalikan keperawanan anak saya dan kamu fikir dengan kata maaf kamu bisa membuat anak yang ada di kandungan anak saya hilang hah bisa ...bisa ! "


" Saya tahu Tante ,saya tidak bisa mengembalikan kebahagian Dinda yang telah direnggut papa saya saya juga gak bisa mengembalikan kesucian anak Tante dan saya juga bisa menghilangkan anak yang sudah ditanam oleh papa ke rahim Dinda tapi Tante saya janji akan membawa papa kesini untuk mempertanggung jawab dan menikahi Dinda secepatnya" ujar Narendra dengan berusaha memegang tangan mama Dinda ,namun dengan cepat mama dinda menepisnya.


"Janji kamu bilang ,Narendra aku tidak butuh dengan janji tapi aku butuh bukti? aku bukan Maya yang akan membiarkan dan menempuh jalur damai untuk papamu meski Maya tahu nyawanya hampir saja hilang karna ulah papamu dan Rayna ,Aku juga bukan Nayra yang dengan sabarnya menunggu janjimu untuk membawa papamu ke kantor polisi dan mengikhlaskan semua perbuatan yang telah dilakukan papamu kepadanya dari ditabrak dijalan diteror sampai dicelakai saat malam ulang tahunmu .Dan masih banyak lagi wanita- wanita yang telah dilukai papamu.Aku Dinda aku tidak mau sama seperti yang lain aku gak mau keluargaku malu dengan anak ini aku gak mau !" teriak Dinda yang tiba- tiba datang dan memukul- mukul perutnya.


" Dinda ,stop Dinda hentikan jangan begini" ujar mama dinda seraya menghentikan tangan Dinda yang memukul perutnya.


Narendra hanya diam mematung melihat seorang ibu dan anak yang sedih akibat ulah papanya.


" Puas kamu Narendra melihat anakku semata wayangku harus kehilangan masa depannya kebahagiannya dan menjadi seperti ini karna ulah papamu ? apa lagi sekarang yang kamu mau dari Dinda ,melihatnya semakin terpuruk ,melihatnya semakin terluka ,kecewa hancur iya? Dengan mudahnya kamu kesini meminta maaf yang anak kecil pun bisa mengucapkannya ?"


" Maaf Tante ,Dinda maafkan papaku aku janji akan membawa papaku kesini secepatnya ?"


" Kalau kamu gak bisa membawa papamu kesini bagaimana ? apa kamu mau menggantinya ? apa kamu mau menjadi bapak pengganti untuk anak ini ? " ujar Dinda dengan menangis .


Narendra hanya diam,mengusap wajah dengan kasar.


Narendra bingung harus jawab apa ? pertanyaan Dinda membut Narendra harus berfikir keras.


" Sudah Dinda ,sudah kasian bayi yang ada dikandunganmu? dan untuk kamu Narendra Tante gak mau tahu kamu harus secepatnya cari papamu dan bawa kesini ? kalau kamu gak bisa bawa papamu ,kamu yang harus menikahi dinda ?"


" Apa Tante?"


" Ya kamu harus mau menikahi Dinda anak Tante titik ?"


***


Diperjalanan Narendra berhenti beberapa kali menanyakan ke orang- orang seraya menunjukkan foto ayahnya yang ada di ponselnya.


" Maaf buk apa ibu pernah lihat bapak ini?"


tanya Narendra ke salah satu warung makan pinggir jalan seraya menunjukkan foto diponsel nya


"Oh,bapak ini sering mas makan kesini tapi?" ujar ibu itu berhenti melihat Narendra dari atas kebawah beberapa saat.


" Ibu ,halo ..." ujar Narendra .


" Eh iya mas"

__ADS_1


" Tapi kenapa Bu ,kok malah nglamun?"


" Eh, maaf sebelumnya mas ,habis bapaknya mirip sama mas tapi kok mas pakaiannya rapi sedangkan bapak yang sering kesini itu pakaiannya gak terurus " ucap ibu itu memandang sinis Narendra.


" Iya , Bu itu memang papa saya .Dia menghilang 3 bulan lalu sampai sekarang saya belum juga menemukannya ? Apa ibu tahu dimana tinggalnya bapak saya ? "


" Oh ,begitu iya saya tahu mas bapak ini tinggal dikos- kosan di ujung sana kos tanpa pagar disana hanya ada tiga kamar .Coba aja mas kesana kalau jam segini biasanya bapak mas ada disana?"


" Alhamdulillah, makasih Bu kalau begitu saya langsung kesana aja ?"


***


Tok..tok...


" Narendra kamu?"


papa Narendra membukakan pintu kemudian berusaha menutupnya kembali .Narendra pun berusaha menahan agar pintu tak tertutup.


" Papa ,dengar kan Narendra dulu pa aku mohon papa ?"


" Mau apa kamu kesini cepat pergi ,saya bukan lagi papamu ! " teriak papa Narendra.


" Papa jangan bicara begitu dengar Narendra dulu pa, ayo kita pulang pa mari kita selesaikan masalah papa satu demi satu ,Narendra janji akan membantu menyelesaikan masalah papa ?"


" Buat apa ? saya tahu kamu kesini mau membawa saya ke kantor polisi kan? ”


" Bukan begitu pa, papa aku mohon buka pintunya dulu izinkan Narendra masuk ?"


Setelah beberapa saat bersitegang akhirnya papa Narendra mau membukakan pintu untuk Narendra dan membiarkannya masuk.


" Mau apa kamu kesini?"


" Papa, aku sudah lelah pa aku sudah capek ,izinkan Narendra untuk bernafas lega .jujur pa Narendra sangat kecewa kepada papa ? kenapa papa bisa melakukan tindakkan- tindakkan itu, kenapa pa? apa salah teman-teman Narendra kepada papa dari mulai Rayna ,Tante Ninda ,Nayra,Maya dan terakhir Dinda ? Apa salah mereka pa ?"


papa Narendra diam.


" Apa papa belum puas ,sudah kehilangan mama dan juga kakak ? apa papa belum puas membuat Narendra malu untuk kesekian kalinya karna ulah papa? Narendra kesini hanya meminta papa untuk kembali kerumah dan setelahnya papa harus bisa bertanggung jawab kepada Dinda dan menikahinya ?"


" Tidak bisa saya gak mau menikahi Dinda ? kalau kamu mau nikahi aja sana ?"


" Maksud papa apa? "

__ADS_1


__ADS_2