
Aku masih menikmati sarapan dengan bos Narendra ,begitupun juga bos Narendra terlihat sangat menikmati makanan yang ada didepannya.
Narendra menatapku, saat itu pula jantungku mulai tidak setabil , tanganku menjadi keringat dingin. Meski begitu mataku pun tak mau pindah seakan mata Narendra mengandung magnet yang siap menarik lawannya.
" Nay apa boleh aku datang kerumahmu?" Narendra bertanya.
" Untuk apa?" tanyaku
" Em hanya sekedar main saja itupun kalau kamu mengizinkan?" tanyanya lagi.
"Ow " jawabku
" Hanya O bulat saja ?" ucap Narendra.
" Terus ?" balasku.
" Ya terus boleh apa tidak?"
" Gimana ya bos ? kalau gak boleh entar bos kira saya Karyawan sombong lagi, Tapi kalau misal boleh gimana ya?" ucapku seraya melirik bos Narendra.
" Kamu ini paling bisa aja,bilang aja maaf bos gak boleh begitu kan beres?" balas Narendra dengan nada jengkel.
" Hehe marah ya bos?" kutepuk pundak bos Narendra dengan tanganku ,seketika bos Narendra terperanjat seraya menggosok gosokkan telapak tangan pada pundaknya.
" Sakit tau" keluh bos Narendra.
" Eh maaf bos hilaf" ucapku
Aku yang melihat tingkah bos Narendra hanya bisa tertawa cekikikan.
***
Di cafe,aku mulai melanjutkan pekerjaanku. Mengingat sekarang ini dunia per uangan sedang tidak baik- baik saja apa-apa naik kemaren minyak goreng, disusul cabe,disusul lagi sekarang BBM. Kalau gak ada uang bisa mumet ini.Begini mau nyantai gak akan bisa.Siapa yang akan memberi uang dan mencukupi kebutuhan jika kita sendiri gak berusaha dan semangat bekerja.
__ADS_1
Aku saja yang masih jomblo begini sudah mumet apalagi emak- emak yang sudah punya anak.
Brugh...
" Maya hati - hati ! " kataku kala melihat Maya tersandung kursi seraya mengambil kain lap yang jatuh.
" I-iya Nay makasih ya" balas Maya.
" ini lapmu "
" Makasih Nay sekali lagi"
" Ya sama- sama May."
Maya kemudian pergi begitu saja ." Gelang yang cantik seperti orangnya. "ucapku
Satu persatu pengunjung cafe pun datang dan disini lah waktu yang kadang bisa membuatku bisa belajar dari sabar senang dan lebih teliti.
" Wisnu ,Nayra bisa tolong saya ?" Narendra berkata .
Aku dan Wisnu yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaan masing- masing didapur segera menghentikan sejenak dan segera menemui bos Narendra.
" Iya kenapa Narendra ?" ucap Wisnu
Aku yang berada disamping Wisnu beradu pandang sejenak menautkan alis ku ke Wisnu begitu juga dengan Wisnu membalasnya dengan menaik turunkan bahunya.
" Ini Ada pesenan banyak sekali aku sampai bingung mau masak yang mana dulu?Kamu tahu kan kalau aku belum begitu tau masakan yang sekarang?" jelas bos Narendra dengan menyodorkan buku kecil yang ada ditangannya kepada kami.
Tanpa pikir panjang wisnupun langsung mengambil catatan itu memperlihatkan catatan itu kepadaku.
Kami berdua pun membacanya, sedangkan bos Narendra hanya melihat kami berdua secara bergantian.
" Gimana ?Bisa semua?"
__ADS_1
"BISA " jawab kami serempak .
***
Jam menunjukkan pukul 5 sore waktunya pulang. Aku yang berada diparkiran dan sesekali mengobrol dengan pak Ujang dan mang Asep membuatku tertawa dengan candaan mereka.
" Maya Ayok saya antar ?" tawarku kala melihat Maya yang tengah berdiri didepan .
" Mm makasih Nay gak usah saya tunggu ojek aja?" jawab Maya .
" Sudah ayok ini juga udah sore? " ucapku dengan masih naik dimotorku.
" Mm gak usah Nay makasih "ucap Maya
"Sudah ayok naik, apa perlu aku naikkan nih?" paksaku lagi dengan menepuk- nepuk jok motorku dengan tanganku.
" Mm ya - ya " Ucap Maya seraya naik motorku.
Motorku pun langsung melaju ke alamat rumah Maya.
Diperjalanan kami hanya mengobrol sepatah dua kata saja.
" Itu rumah aku nay?" ucap Maya seraya menunjuk rumah yang bercat putih dengan pagar warna hitam.
" Ok"
Kini kami sudah berada tepat didepan rumah Maya ." Terimakasih Nayra , mm mari mampir dulu ?" ucap Maya .
" Makasih Maya kapan- kapan aja Ya, aku pergi dulu ya daa..." ucapku seraya meninggalkan komplek Maya .
Rumah Maya tidak jauh dengan rumah Om jaya yang pernah aku datangi malam itu .Apa mungkin Maya juga kenal dengan Om jaya?
"
__ADS_1