Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
59. Hari lamaran.


__ADS_3

Cahaya matahari, menyilaukan mataku yang terpancar dari celah jendela kamarku.


Masih malas untuk bangun.Waktu terasa cepat, aku sampai lupa tadi malam tidur jam berapa ? mengingat terakhir dapat televon dari Narendra dan setelahnya aku dibuat menangis olehnya.


Jam menunjukkan pukul 08: 00 pagi. Masih bingung antara datang atau tidak kalaupun tidak datang alasan apa yang tepat agar Dinda percaya? .Kalaupun datang apa aku sanggup melihat itu semua?.


Dengan langkah gontai aku pun mandi,kemudian bikin sarapan dengan menu andalan yaitu roti bakar telur ceplok.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsallam.Sebentar"ucapku setengah teriak.


"Siapa pagi - pagi gini udah bertamu"gumamku


Cekleekk


" Mbak siapa ya?" tanyaku kala melihat seorang perempuan cantik berdiri didepan pintu rumahku.


" Oh,kenalkan nama saya Bunga ,saya mau tanya rumah Dinda dimana ya?"


" Oh rumah Dinda masih kesana mbak ?"


" Bisa tolong antar kerumahnya?"


" Bisa aku kebetulan saya juga mau kesana ? bentar saya ambil tas dulu ya ?"


" Oke saya tunggu?"


" Apa mau masuk dulu barangkali."


" Gak usah ,terimakasih saya tunggu diluar aja"


" Oke "


Akupun segera mengambil tas kecil yang ada dinakas.memakai sepatu warna putih.


" Ayok mbak?" ajakku.


" Kita naik mobil aja ya , biar cepet itu mobil saya sudah ada didepan."


" Gak usah mbak,mending mobilnya diparkir disini aja ,aman kok mbak? kita jalan kaki aja gak jauh kok?" tawarku.


" Pakai mobil aja ya ,saya gak biasa jalan kaki soalnya"


" Oke mbak ,mari ?"


Aku pun mau tidak mau harus ikut mobil orang asing ini.


Didalam mobil ternyata sudah ada lelaki mengenakan baju biasa.

__ADS_1


Saat aku duduk, tidak lupa melempar senyum ke pada orang yang ada dimobil.


Buukk.


Aaakk..


***


Dirumah Dinda.


" Nayra belum datang juga buk ?"tanya Dinda yang terlihat mondar- mandir dikamar.


" Belum ada , mungkin masih siap- siap?" ibu menenangkan.


" Ya kali ya Bu,apalagi ini kan masih jam 8 pagi."


" He.em, gimana kamu siap belum dengan lamaran ini? ibu sudah gak sabar jam satu ,ibu pengen lihat anak gadis ibu ini dilamar anak bos,Ibu yakin tetangga sini pasti pada heran dan makin panas?" ucap ibu seraya senyum- senyum sendiri.


" Ibu ini apaan sih,biasa aja buk .Lagian ini kan masih lamaran. Inget buk yang udah tinggal nunggu hari h aja ada yang gagal apa lagi Dinda yang baru mau, mau lamaran bisa - bisa."


" Huss...kamu itu ngomong apa? Dinda anakku yang paling cantik bos kamu itu sudah senang mendambakan punya menantu sepertimu jadi gak akan gagal?" ucap ibu seray menempelkan jarinya dimulutku.


" Ibu, gak tahu sih anak bosku itu kayak apa?" ucap Dinda yang duduk didepan cermin.


" Ya tau lah kan bapaknya baik sudah pasti anaknya juga baik ? sudah ibu mau urus tamu yang datang ,eh Dinda inget ya dandan yang cantik? " ujar ibu yang meninggalkan kamarku.


" Dinda kalau Nayra lama kamu telvon aja ?"ucap ibu dinda lagi yang hanya menampakkan kepalanya disamping pintu kamar.


Dinda mencoba ,menghubungi nomor Nayra beberapa kali. Namun yang terdengar hanya suara operator.


" Nayra kamu dimana sih katanya mau datang duluan? kamu gak tau apa kalau aku lagi butuh kamu sekarang?gumam Dinda didepan cermin.


Jam menunjukkan pukul setengah satu siang ,rombongan pihak pria pun berbondong- bondong datang.Dinda pun nampak semakin cemas.


Bolak- balik mengintip dari balik pintu kemudian kembali lagi masuk kamar begitu terus sampai beberapa kali.


" Kok masih gak bisa sih Nay kamu kemana?"gumam Dinda menatap layar ponsel ditangannya.


" Dinda tamu sudah datang semua ,cepat keluar temui mereka?" ujar ibu Dinda dipintu kamar .


" Haduh,iya - iya Bu sabar ini lgi benerin alis ?"


" Sudah begitu saja sudah bagus tadi gak usah dihapus lagi tambah jelek nanti yang ada,buruan ! gak enak ditunggu lama- lama?"


" Iya -iya Bu"


Semua mata tertuju ke arah Dinda yang cantik tinggi dan putih.


"Wah cantik sekali ?"

__ADS_1


" Iya cantik sekali?"


Suara para tamu.


" Baik apa bisa dimulai sekarang acara pertunangannya?" ujar pembawa acara yang telah disiapkan ibu.


Dinda melihat Narendra yang cuek dan dingin membuat Dinda merasa tidak nyaman.


" Buk apa bisa aku minta izin untuk bisa bicara dengan Narendra berdua saja sebentar ?" bisik Dinda ke ibunya.


" Untuk apa ?acara sudah mau dimulai juga?"


" Pliss Bu kumohon?"


" Ah,kamu ada - ada aja ,tunggu?" ngomel ibu Dinda seraya mendekati papa Narendra kemudian membisikkan sesuatu ke papa Narendra


Terlihat papa Narendra menyetujuinya buktinya papa Narendra mengangguk-anggukkan kepala.


Kemudian menyampaikan ke Narendra.


" Narendra langsung saja jawab jujur ya ? apa kamu benar- benar siap dengan lamaran ini? apa kamu siap menjalin hubungan ini denganku?"ujar Dinda yang berada dibelakang.


" jujur Dinda aku belum siap ? aku melakukan ini hanya karna paksaan yang dibuat oleh papaku. Maafkan aku Dinda ,bukan maksudku mempermainkanmu?" jawab Narendra.


":Iya gakpapa Narendra aku juga sama denganmu aku melakukan ini hanya karna paksaan ibu.Jadi langkah apa yang kamu ambil untuk ini?"


" Aku akan berbicara jujur kalau aku sebenarnya hanya ingin Nayra bukan dengan yang lain? "


" Hah Nayra ? jadi selama ini kamu suka dengan temanku Nayra"


" Iya aku sudah lama memendam perasaan ini cukup lama.Namun sampai saat ini aku belum berani menyatakan langsung dihadapan Nayra. Aku masih takut jika ditolak tapi tidak untuk hari ini aku akan menyatakan semua ke Nayra juga ke papa" ujar Narendra dengan tegas.


" Ya aku akan selalu dukung, seperti Nayra yang selalu mendukungku."


BAIKLAH KARNA KEDUA PASANGAN YANG SERASI SUDAH ADA DIDEPAN SAAT INI MAKA LANGSUNG SAJA KITA MULAI ACARA LAPERTUNANGANNYA. KEPADA NARENDRA PUTRA DARI BAPAK JAYA KAMI PERSILAHKAN JIKA ADA YANG INGIN DISAMPAIKAN?


pembawa acara mempersilahkan Narendra untuk naik panggung kecil- kecilan yang telah disiapkan ibu.


" Ehem..pertama- tama saya ucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan yang telah menyempatkan untuk hadir disela- sela kesibukkan kalian semua. Yang kedua terimakasih untuk Tante mamanya Dinda yang sudah mempersiapkan semua ini dengan matang dan terencana. Namun disini saya ingin mengungkapkan sesuatu bahwa acara pertunangan ini saya batalkan. Jika ada yang tanya apa alasannya dengan hormat maaf saya tidak bisa menjelaskannya disini yang jelas pembatalan pertunangan ini sudah kami sepakati berdua saya dan Dinda terimakasih."


" Narendra apa- apaan kamu,kamu ingin membuat keluarga kita malu hah?" teriak papa Narendra.


Narendra hanya diam.


" Dinda apa benar itu yang dikatakan Narendra ? apa kamu benar- benar ingin membatalkan pertunangan ini?" tanya ibu Dinda.


" Ya ibu maaf ?"


" Dinda? bruuuk.." ibu Dinda pingsan.

__ADS_1


Ibu ...ibu... ibu...bangun Bu.


__ADS_2