Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
56. Terjebak cinta dan benci.


__ADS_3

" Bagaimana dok keadaan anak kami ? " mama Maya panik seraya memegangi tangan papa Maya.


" Alhamdulillah ibu ,bapak Maya anak anda sudah melewati masa komanya. Dan sekarang anak bapak sudah membaik ,silahkan kalau mau menemuinya?" jelas dokter yang menangani Maya.


" Syukurlah Alhamdulillah, makasih dok ? Papa akhirnya anak kita sudah sadar, mama seneng banget anak kita sudah bisa tersenyum kembali " ucap mama Maya dengan senang.


Kami yang berada didepan ruangan Maya ikut senang perihal kabar yang diutarakan dokter.


" Kalau begitu saya permisi dulu,oh ya ada yang ingin saya sampaikan , sebaiknya kalau ingin menemui pasien saya harap jangan lama- lama. Apalagi ditanya yang berat - berat sebaiknya dihindari dulu karna pasien masih memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaganya."


" Ya dok sekali kali terimakasih ?" ucap mama maya.


" ya sama- sama"


" Nayra ,Tante gak tahu harus bilang apa kekamu. Tante dan om sangat berhutang Budi padamu . Tante gak tahu kamu sudah memberi apa ke Maya sampai Maya bisa melewati komanya. Sungguh Tante dan om sangat berterimakasih ke kamu Nayra berkatmu kami bisa melihat anak kami bisa sadar." ucap mama Maya.


" Ya ma, mama benar kita saja yang orang tuanya sudah semaksimal mungkin mencoba membangunkan anak kami agar bisa sadar berbagai anjuran dokter telah kami tempuh tapi hasilnya nihil ,jujur kami sampai putus asa hanya bisa pasrah akan takdir Tuhan. Ternyata Tuhan telah mengirimkan sahabat yang hebat buat anak kita ya ma, sahabat yang selalu setia menemani bahkan bisa membangunkan sahabatnya dikala tidur." ucap papa Maya.


" Om, Tante berlebihan menilaiku. Aku hanya sahabat biasa om Tante, Yang buat sadar Maya bukan aku, tapi Maya sendiri karna Maya anak kuat ,hebat dan pantang menyerah. " ucapku.


" Kamu memang selalu merendah Nay, benar apa yang dikatakan Maya beberapa hari lalu. Ya sudah ayok kita masuk bersama? Tante sudah gak sabar pengen ketemu putri Tante yang paling cantik."ucap Tante seraya menepuk bahuku pelan .


" Eemm Nayra tunggu aja dulu disini om,Tan "


"Kenapa ? ikut bareng sekalian gak papa? Tante yakin Maya pasti juga kangen pengen lihat kamu Nay ?" Ucap Tante.


" Eemm..ya Tante ,om".


Kami pun bertiga masuk, Maya yang masih berbaring diranjang rumah sakit ini melihat kami dengan senyum yang lebar.


" Mama ,papa, Maya kangen ?" ucap Maya .


" Ya sayang , kami juga kangen ,kangen banget malah, gimana masih sakit ? mama pijit ya atau mau makan ,pasti perut anak mama yang cantik ini lagi demo disana ? mama suap ya?" gumam Tante.


Papa Maya hanya terkekeh melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


Jujur,tiba- tiba air mataku menetes begitu saja , aku terharu juga sedih. Aku terharu dengan sikap Tante yang begitu perhatian ke pada Maya . Aku sedih karna aku rindu moment seperti itu disaat papa memarahiku maka mama yang akan membelaku dan sebaliknya kala mama memarahiku maka papa akan membelaku tapi dengan cara tegas tapi elegan.


Ingat kala itu, ketika aku marah- marah ke Nayma ,hanya masalah kecil sebenarnya hanya karna makanan kesukaan ku dihabiskan Nayma tanpa sisa, akhirnya aku marah dan Nayma saat itu menangis dengan kencang sampai membuat mama marah kepadaku. Aku dulu tidak mau kalah suka membatah apa perkataan mama beda dengan Nayma kalau dimarahin hanya diam dan mengangguk- anggukan kepala tanda mengerti.


" Nayra ,kamu itu ! kamu apakan adikmu sampai menangis begini? haaah.. mama sudah bilang kan ajak adikmu main?"


" Mama, Nayma yang salah ,makanan aku dihabiskan tuh ? dasar adik nakal ?" aduku seraya melototi Nayma yang sedang menangis.


" Hu..huhu...huhuaa. mama kak Nayra ?"


" Nayra, kamu tu ya nglawan terus kalau dibilangin mama ,mama cubit nanti ya " geram mama.


" Mama , kenapa anak- anak yang sabar dong mereka kan masih kecil- kecil ? Nayra,Nayma sini - sini ikut papa" ucap papa


Kami pun lari kepelukan papa secara bersamaan,mama hanya melihat seraya memanyunkan bibir .


" Nayra,Nayma anak ke sayangan papa, besok lagi nayra harus bisa jaga adik ya .. harus bisa mengalah demi adik dan kamu Nayma sebagai adik harus bisa nurut ke kakak selalu ingat kakak,berbagi ke kakak . Satu hal lagi jangan pernah saling memusuhi saudara sendiri, harus bisa saling menjaga ."


***


" Ya boleh dong, ya udah mama sama papa keluar dulu ya , daah anak mama ? daah Nayra Tante sama om keluar dulu ya?"


" Dah mama ,papa?"


"iya Tante "ucapku.


" Ada apa Maya ? kamu mau ngomong apa?" tanyaku.


" Nayra , makasih kamu sudah menolongku dengan membawaku ke rumah sakit dan berkat kamu aku bangun.Tapi ada yang lebih penting lagi aku mau bilang kalau kamu harus hati- hati terutama dengan Rayna dan papanya Narendra."


" Maksud kamu May? " jawabku penasaran.


" Iya Nay kemaren waktu diacara ultah itu aku mendengar rencana Rayna dan papanya Narendra ."


Maya menceritakan soal kejadian yang menimpaku dibalkon. aku yang mendengar itu semua terkejut bukan main.

__ADS_1


" Jadi itu semua adalah ulah Rayna dan papanya Narendra , Ya Allah jahat sekali mereka, Jujur May kemaren kenapa kamu bisa jatuh ? apa kamu terpleset sesuatu ? "


" Yang aku ingat , aku seperti didorong seseorang ,dan aku yakin itu Rayna karna dibelakang kita Rayna kan dan secara spontan aku menarik baju untuk pegangan supaya tidak terjatuh tapi aku gak tau baju siapa yang aku tarik sayangnya tarikkanku mungkin kurang keras akhirnya terlepas dan setelah itu aku tidak ingat apa- apa ? hanya gelap ." ungkap Maya.


" Tega sekali ,Rayna ? " ucapku .


Aku yakin sasarannya pasti aku , tapi karna karna aku bergantian posisi dengan Maya waktu ditangga. Alhasil Maya yang jatuh.


" Iya Nay, Kamu tidak apa- apa kan tapi Nay waktu aku tarik bajumu?"


" Tidak apa- apa May, tapi yang kamu tarik bajunya kemaren bukan aku tapi Rayna ? "


" Masak aduh, terus Rayna gak apa- apa kan Nay ? " tegas Maya.


" Rayna .... Rayna.. emm..?"


" Kenapa Rayna Nay?"


" Rayna sudah gak ada may " ucapku .


" Maksudnya Rayna pergi untuk selama- lamanya begitu?"


" I-iya May"


" Inalillahi wainailahirojiun Rayna ,semoga kamu mendapat tempat yang baik disana ?" doa Maya.


" Kok bisa Nay Rayna pergi begitu cepat?"


" Waktu itu saat kamu dan Rayna jatuh dari tangga. Rayna jatuh tepat di besi- besi yang tertanam ditembok ,dan perut Rayna tepat menancap dibesi itu. " ceritaku.


" Astagfirullah, Rayna.Apa ini salah aku nay karena aku yang sudah menarik bajunya sampai Rayna ikut terjatuh?. mata Maya berkaca- kaca.


" Bukan Maya ,ini bukan salah kamu? ini semua sudah takdir?


Ya takdir hanya Tuhan yang tahu, Kita sebagai manusia hanya bisa meminta agar kita selalu dalam lindungannya. dan dimatikan dalam keadaan Khusnul khotimah.

__ADS_1


__ADS_2