Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
37 makan berdua


__ADS_3

Hari ini,akhirnya aku bisa pulang kerumah. menginap selama semalam membuatku jenuh juga dirumah sakit.


Tak butuh waktu lama pesanan taksi online yang ku pesanpun datang.


"Sudah mbak?"


"Iya pak jalan"


Didalam mobil aku hanya sibuk dengan ponselku, membalas satu persatu pesan yang masuk dari teman- teman.


"Sudah sampai mbak?" ucap bapak taksi.


"Ow ya pak ,maksih ?" ucapku seraya melihat bapak taksi yang menggunakan topi warna hitam itu.


" Ya sama-sama" balas bapak taksi online seraya berbalik kearahku dengan senyuman lebar.


" Kamu? "


Braaak


Segera aku keluar dari mobil menutup pintu mobil dengan kencang.Berlari secepat mungkin menjauhi taksi online yang kupesan.


Mobil itu membuka kaca mobil dan tersenyum lebar, tanganku bergetar hebat.Aku yang saat ini tengah berdiri didepan pintu rumahku hanya bisa mematung mataku terus menatap orang yang ada didalam mobil.Mobil itu kemudian menutup kaca mobil dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Meski aku nampak berani tapi aku sadar aku hanyalah wanita lemah yang kadang juga merasa takut jika ada yang mengganggu.


***


Pagi ini aku kembali pergi ke Cafe,niat sebelumnya untuk melamar kerja di kantor Dinda bekerja aku urungkan . Aku belum siap jika harus bertemu dengan Om jaya apalagi aku tau jika akhir-akhir ini yang terjadi padaku adalah perbuatan om jaya .


" Nayra , kamu sudah siap?"


Aku yang tengah mengunci pintu rumah segera menoleh ke arah suara ,yang tak asing bagiku.Ya dia adalah Dinda pagi ini Dinda terlihat sangat cantik dengan menggunakan baju warna putih panjang dengan bawahan rok warna pink kalem , sangat serasi jika dilihat.


" Eh Dinda ,ya ?"ucapku seraya tersenyum.


" Aku senang sekali akhirnya kamu akan kerja ditempatmu bekerja dan kita akan bersama setiap hari"gumam Dinda dengan senyum lebar


"Tapi apa Nay ,sudah ayok berangkat keburu kesiangan." jelas Dinda yang masih memegang tanganku,dengan perlahan aku melepaskan tanganku dari genggamannya .


" Maaf Dinda aku gak jadi nglamar kerja ditempatmu. Setelah aku fikir- fikir ulang aku lebih nyaman diCafe meski gajinya gak banyak tapi aku lebih betah disana."


" Kenapa gak kamu coba dulu Nay ?siapa tau dengan kamu pindah kerja dikantorku kamu juga akan nyaman berada disana ?Lagian nih kan ada aku jadi kalau kamu kesusahan aku siap membantu ?"paksa Dinda .


" Mm.. kayaknya tidak Din makasih banget, aku belum bisa. Tapi tenang suatu saat aku akan coba melamar lagi ditempat kerjamu oke"


" Ya deh gak papa,padahal aku sudah seneng banget bisa bersama lagi seperti dulu?" ucap Dinda dengan raut sedih.

__ADS_1


" Heh, kok malah sedih sih ,kayak mau pisah jauh saja kan kita bisa ketemu hehe, oh ya kalau kamu butuh aku untuk jemput kamu aku siap kok jadi ojekmu hehe" ocehku mencairkan suasana .


" Iya - iya " jawab Dinda .


****


" Nay sudah sembuh?" Tanya bos Narendra menyambutku didalam cafe.


" Iya bos sudah " Jawabku.


" Sudah sarapan belum?"


" Belum bos "


" Kalau begitu ayok ikut aku?"bos Narendra menarik tanganku begitu saja.


"Eh mau kemana?"


"Sudah ayok"


Aku tak sanggup menolak, ajakan bos Narendra . Narendra mengajakku makan di warung depan yang waktu itu pernah aku kunjungi bersama Wisnu dan kawan- kawan.


Aku sedikit canggung masih seperti waktu itu dimana kami mengobrol berdua . Asyik tapi agak segan.

__ADS_1


__ADS_2