Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
63 . Apakah Maya orang misterius itu


__ADS_3

Pukul 23: 58 malam aku terbangun dari tidurku.Aku Kaget saat mendengar langkah kaki yang seperti mendekat.


" Dinda apa itu kamu?"ucapku.


Karna tirai diruangan ini sengaja ditutup jadi aku tidak bisa langsung melihat siapa yang ada diluar. Mengingat Wisnu dan Doni pamit karna ada urusan ,Narendra pamit untuk mencari papanya ,sedangkan Dinda baru saja pergi jam 10 tadi untuk keluar sebentar.


Suasana hening.


Dikamar ini aku yang tadinya sendiri baru saja mendapat teman seorang kakek tua yang mengalami kecelakaan,kondisinya sangat memprihatinkan dimana kakinya harus diperban banyak, tangannya juga seperti banyak luka lebam.


" Ah,mungkin itu suster yang masuk untuk memeriksa keadaan kakek itu" pikirku.


Aku hanya berbaring melihat langit - langit dan sesekali melihat tirai, tak berapa lama.


" Mati lampu, haduh mana gak ada ponsel lagi bagaimana ini?" ucapku.


Tuk..tuk..tuk..


Suara langkah kaki itu malah semakin cepat menuju tempat tidurku . Aku yang mendengarnya lantas mencari dari arah mana suara itu datang.Kini Lampu emergency pun menyala walau tak seterang lampu biasa. Tapi mampu menerangi ruangan ini.Dari balik tirai aku melihat siluet bayangan hitam lelaki tinggi yang membawa pisau ditangannya yang bersiap untuk melukai lawannya sekali ayun.


" Hah, siapa itu? apa dia mau melukaiku? Ya Allah lindungilah hamba ?" aku menutup mulut berbicara dalam hati dan terus berdoa semoga ada pertolongan.


Aku langsung terduduk,Mataku tetap melihat kearah siluet yang tengah bersiap membuka tirai ruangan ku.


Jantungku berdetak kencang ,nafasku memburu 1 2 3.


" Berhanti ! Kamu mau apa? "


Suara ribut diluar dari balik tirai dapat kulihat wanita itu mencoba merebut pisau yang ada ditangan laki- laki itu. terlihat dengan jelas adegan tarik menarik dan saling dorong anatara keduanya.


tliinkk....


Pisau terlempar tepat didepan ranjangku. Pisau berukuran cm. dengan pegangang berukir yang melambangkan huruf J ditengah.


" Pisau itu?" ucapku kaget.


" Arrgghht" Suara jeritan wanita dibalik tirai.


Segera aku bangkit dari tempat tidurku, menarik secepat mungkin selang infus kemudian bergegas membantu wanita yang ada dibalik tirai.


Saat aku membuka tirai ,terlihat lelaki itu hendak memukul wanita berjaket hitam itu dengan vas bunga yang sudah ada ditangannya. Jarak kami cukup dekat, segera kutendang punggung lelaki itu dengan keras.


Pyaarrr...


Vas bunga pun terjatuh dan pecah. Lelaki itu pun tersungkur ke depan.


" Kerja bagus ,makasih?" ucap wanita itu memandangku kemudian kemabali memandang lelaki yang tengah berusaha berdiri.


"Suara itu tak asing bagiku seperti aku kenal tapi dimana?" batinku.


" Ugh..rasakan ini"

__ADS_1


Buk...Bukk..Bukk..


Wanita berjaket hitam dan memakai masker itu memukul dengan mengunakan kaki.Aku pun ikut memukulnya beberapa kali.


" Nayra kamu cepat hubungi polisi ?" perintah wanita itu?"


" Tapi ponselku gak ada ? "


" Aduuhh kamu bisa kan cari bantuan diluar , aku akan jaga orang ini?" ucapnya seraya masih memukul i orang itu.


" Iya bisa- bisa , aku akan cepat cari bantuan?" ujarku bergegas meninggalkan kedua orang misterius ini.


Namun langkah ku terhenti kala tangan seorang lelaki itu mencengkram pergelangan kakiku dengan kuat, tubuhku terhuyun kedepan .Sedangkan wanita berjaket didorong dengan keras.


" Aaaggrrh.."kami mengeluh serempak.


"Tidak semudah itu,kalian mau menangkap ku , Tunggu aku akan menghancurkan mu. melenyapkan kalian dimuka bumi ini haha !" Ujar lelaki tua itu bergegas meninggalkan kamar ini dengan langkah terpincang- pincang.


Kami, berdua tak bisa mencegah kepergian lelaki tua itu, meski kami berdua tapi kami masih belum mampu.


" Kamu tidak apa- apa?" tanyaku.


" Tidak ,aku tidak apa- apa?"


" Tanganmu ?" ucapku seraya memegang tangan wanita misterius itu yang terlihat luka akibat senjata tajam.


" Aku panggilkan dokter dulu ya ,kamu tunggu disini oke ? jangan kemana- mana?"


Ku tepuk bahu wanita itu dengan lembut kemudian aku bergegas pergi mencari pertolongan.


" Suster- suster ! " teriakku saat melihat 2 suster yang berjaga lewat jarak kami masih agak jauh, akupun segera berlari menghampirinya.


" Ya mbak ,ada yang bisa kami ,bantu ? " tanya suster berhijab.


" Inikan mbak yang ada diruangan kamar 4a bukan? mbak,kenapa malam- malam keluar ? lho infusnya mana kenapa gak dipakai mbak kan masih lemah masih butuh asupan nutrisi,apalagi mbak yang kemarin kekurangan elektrolit dan cairan tubuh akibat dehidrasi kan?"tutur suster satunya


" Iya suster,itu nanti dulu ,ini ada yang lebih penting?" ungkapku dengan serius.


" Mbak .. kondisi mbak juga jauh lebih penting apalagi mbak malam - malam begini keluyuran sendiri tanpa ada yang menemani ? kalau sampai terjadi apa- apa dimbak siapa yang nanti disalahkan pasti pihak rumah sakit mbak , dikiranya kami tidak sungguh- sungguh dalam melayani pasien dengan baik . Padahal yang salah pasiennya sendiri tidak ikuti aturan rumah sakit." suster satunya.


" Iya- iya suster saja akan bertanggung jawab semua ,ini masalahnya teman saya lagi terluka didalam diruangan saya ,aku mohon tolong segera obati teman saya?"


" Apa ? Ya sudah cepat kita kesana?" ucap suster berhijab.


" Kenapa kamu gak bilang dari tadi?" suster satunya menimpali .


Aku hanya diam dan bergegas kembali ke kamarku dengan membawa 2 suster tersebut.


Saat kami sampai disana ternyata wanita berjaket itu sudah pergi.


" Mana pasiennya ?" tanya suster satunya.

__ADS_1


"iya mana mbak?"


" Tadi ada disini kami baru saja,melawan kakek yang kemaren dirawat disini,dan wanita itu terluka ,makannya aku cepat - cepat cari pertolongan?"jelasku seraya menepuk ranjang yang dipakai kakek itu sebelumnya.


" Iya tapi mana orangnya?"


kami bertiga mencari keseisi ruangan ini tapi tak satupun tau menghilangnya wanita misterius itu.


***


Pagi pukul 08: 00,aku memutuskan untuk pulang kerumah.


Hari ini aku akan dijemput dengan Wisnu dan kawan- kawan.setengah jam menunggu akhirnya yang ditunggu pun datang.


" Hay ,pagi Nayra ? sudah sembuh kan ? "


Dinda datang dan langsung memeluk.


" Sudah ,Alhamdulillah?


" Kami juga mau dong dipeluk?" ujar Doni


"Sudah sini kamu aku peluk,oh sayang?" ucap Wisnu seraya memeluk Doni dengan kencang.


Wkwkwk..haha..


" Nay maaf tadi malam aku gak balik lagi karna ibu tiba- tiba telvon ?"


" Ya gak papa Dinda?"


" Sudah siap kan? berangkat sekarang yuk?" ajak Wisnu.


" Sudah- sudah ayok? eh tunggu aku mau sekalian singgah kerumah sakit tempat Maya di rawat boleh? "


" Oh,ya aku lupa kasih tau kamu Nay ? Maya sudah pulang kemarin sekarang dia sudah dirumah ,tapi kalau kamu mau sekalian singgah nanti aku antar sekalian kita sama- sama oke?"


"siiip"


***


diRumah Maya.kami duduk berhadapan .


" Gimana sekarang keadaanmu May? " tanyaku.


" Alhamdulillah sudah baik?kamu gimana?"


" Alhamdulillah aku sehat juga? "


" Alhamdulillah ,semua mari diminum?"ucap Maya seraya mengangkat gelas kemudian meminumnya.


" Maya tangan kamu luka? tanyaku .

__ADS_1


"uhuk..uhuk..eeumm i- iya gak sengaja kena air panas tadi pagi?"ujar Maya dengan gugup


Apa Maya adalah wanita misterius itu?


__ADS_2