Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
57.Kabar.


__ADS_3

Malam ini,aku duduk diteras rumah seperti biasa ditemani secangkir kopi.Malam ini nampak cerah bulan terlihat bulat sempurna. Indah nian ciptaan Allah.


Kupandangi bulan yang memantulkan cahaya.


Disaat seperti ini aku mulai berfikir akankah hidupku bisa terang seterang cahaya bulan malam ini.Dapat menyelesaikan secepatnya misi dimana aku harus bisa membalas dendam memberi perhitungan kepada orang- orang yang telah membuat adikku seperti ini.


" Rayna sudah mendapat kan karma Nauzubillah bukannya aku menyumpahi ya Allah maafkan aku. aminn"ucapku seraya mengusapkan kedua tangan kewajah.


" Assallamualaikum Nayra "


" Waalaikumsallam Dinda ,sini masuk " sambutku.


kami duduk diteras berdua .


" Eh mau minum apa?" tawarku.


" Enggak usah , aku sudah minum tadi plus makan jadi kenyang ."


" Oh ,gimana ibuk kamu sudah sembuh?" tanyaku dengan menatap Dinda.


" Alhamdulillah sudah Nay ,makannya aku bisa kesini. Kamu gak papa kan Nay ,kemaren kata Wisnu kamu sempat jatuh dari balkon? Maaf juga disaat kamu kesulitan aku gak ada disampingmu." ujar Dinda dengan menundukkan kepala.


" Hehe aku baik- baik aja kok ,Allah masih menjagaku Alhamdulillah kemaren banyak yang menolong, kamu jangan merasa tidak enak begitu Dinda , ibu kamu lebih penting dari segalanya.Maaf juga aku kemaren gak bisa bantuin kamu"


" Ya Nay gak papa ,kita sama - sama sibuk dengan masalah masing- masing. "


" Betul, jadi jangan merasa gak enak karna kita juga gak tahu kalau akan dapat musibah dihari yang sama. Memangnya ibu kamu sakit Din kemaren."


" Kata dokter sih, keracunan makanan untungnya gak parah hanya pingsan sama pusing aja, waktu ibu sadar aku tanya ibu makan makanan apa ? ibu hanya bilang makan seperti biasa,Aneh bukan ?"


"Oh iya sih apa ibu kamu dapat makanan dari seseorang mungkin atau habis beli apa gitu? Terus kenapa kamu bilang kewisnu kalau aku harus hati- hati ?"


" Kata ibu sih cuma makan makanan biasa aja,mungkin ibu gak. ingat.kalau masalah pesan itu ,aku hanya spontan aja sih gak tahu kenapa? " ucap Dinda.


"Oh, saya kira kamu tahu hal apa gitu hehe? " ujarku terkekeh.


Ternyata dugaanku salah , kupikir Dinda tahu sesuatu tapi nyatanya tidak.


Tak terasa kami diteras ini hingga larut malam sampai Jam menunjukkan pukul 22:00. Dinda pun memutuskan untuk pulang. Dan akupun masuk rumah.


***


Pagi ini aku bersiap untuk memulai aktivitas. Mandi dan sarapan tidak lupa memanasi motor yang akan aku bawa.


" Pagi pak Ujang mang Asep. " sapaku.


" Iya non Nayra " jawab serempak.


Memarkirkan motor ditempat biasa.kemudian langsung masuk menuju dapur.

__ADS_1


" Pagi semua?" sapaku.


" Pagi Nayra , ceria sekali hari ini " ujar Doni


" B. aja kali Don hehe" jawabku terkekeh.


"Eh ,Aku dengar Maya sudah sadar dari komanya ya Nay? "


" Iya Alhamdulillah Don sudah?"


" Bukan para normal bukan cenayang tapi bisa membangunkan orang koma ,hebat kamu Nay?" puji Wisnu.


" Siapa bilang , bukan aku kok yang bangunin Maya ,memang Maya sudah waktunya sadar. mungkin capek juga kali disuruh tiduran terus hehe"


" Heemmz.. ngeles aja kamu Nay ?" Wisnu menimpali.


" Itu bukan ngeles ,tapi pemberitahuan ?"


" Sudah- sudah ayok mulai kerja?" ujar Narendra yang datang tiba- tiba.


" Siiaappp" ujar kami serempak.


Kamipun mulai dengan aktivitas seperti biasanya.


" Nay meja pojok itu sudah ada yang pesan tolong kamu beri tanda ya ? " ujar Narendra mengarahkan.


" Sama satu lagi, hari ini kita tutup lebih awal karna aku ada urusan penting. Jadi tolong beri tahu ke semua. "


" Siiap bos" ujarku.


Aku mulai melaksanakan tugas yang diperintah oleh Narendra. Dari mulai menata meja dengan sebagus mungkin dan memberi tanda dengan memasang tulisan reserved yang artinya meja sudah direservasi seseorang.


Semua sudah terselesaikan dengan cepat. meski lelah karna customer banyak yang datang dan banyak keluhan . namun kami sangat puas karna pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu.


Waktu pulang pun tiba ,seperti yang dibilang Narendra tadi bahwa kita akan tutup tempo.


" Narendra ,apa ada masalah ? " tanya Wisnu saat kami masih didapur bersiap pulang.


Aku dan Doni hanya mampu menyimak obrolan mereka.


" Ya sedikit sih?"


" Masalah apa kalau boleh tahu?" ujar Wisnu lagi.


" Itu Tante Ninda , semenjak ditinggal pergi Rayna ,kejiwaannya agak terganggu?"


" Terganggu jadi gila begitu bos?" sahut Doni .


" Heh, kamu Don ?" ucap ku .

__ADS_1


" Lha kan katanya terganggu, biasanya kalau terganggu begitu ya gila lah?" ujar Doni lagi.


" Huss... Doni ?" ucapku seraya mencubit pinggang Doni.


" Aau sakit. Nay?"


" Biarin?"


" Iya memang betul kata Doni Tante Ninda sedikit terganggu kejiwaannya. Karna itu papa dan aku akan mengirim Tante Ninda kerumah sakit jiwa hari ini. Agar Tante Ninda mendapat penanganan yang tepat." ujar Narendra.


" Ya,Allah kasian sekali Tante Ninda ?" ungkap Wisnu.


" Ya kasian sekali.?"ucapku.


***


Diperjalanan kerumah sakit jiwa ,Tante Ninda duduk dikursi belakang dengan tangan dan kaki diikat. sedangkan Narendra mengemudikan mobil didampingi papa Narendra.


Kondisi Tante Ninda sangat memprihatinkan dimana rambut yang mengembang dan acak- acakan,baju yang penuh dengan tanah.Akibat aksinya yang berguling- guling ditanah. Tak terhitung baju yang sudah digantikan untuk Tante Ninda,namun Tante Ninda terus berguling- guling ditanah.


" Aku, gak gila ,aku waras Narendra. Aku mau rayna anakku huhuhu... anakku huhuhu..."


" Kamu yang sudah membuat anakku begini kamu sudah merencanakannya kamu ...kamu...! " teriak Tante Ninda kala melihat papa Narendra.


" Dasar gila ?" umpat papa Narendra.


" Yakin pa Tante Ninda kita bawa kerumah sakit jiwa?" tanya Narendra .


" Ya lah memangnya kamu sanggup ngurus orang gila kayak gini haah,kalau papa sih ogah mending ngurus anak kucing?"


" Tapi kan pa kasian Tante Ninda ? apa kita Carikan suster aja yang bisa ngrawat Tante Ninda sampai Tante pulih lagi?" bujuk Narendra.


" Sudah , Tante mu ini akan aman dirumah sakit , kamu tenang aja papa sudah memesan kamar khusus untuk tantemu ini jangan kawatir oke! " Ujar papa seraya menepuk pundakku.


" Rayna anakku ,Rayna sayangku ohh.. Rayna." gumam Tante disepanjang perjalanan.


Memerlukan 2 jam agar sampai kerumah sakit yang dituju.


" Jaya , aku gak gila aku gak mau ditaruh sini ,Narendra tolong Tante Tante gak mau berada disini Tante gak gila?"


Narendra hanya mampu menatap Tante Ninda yang tengah dibawa oleh dua perawat dirumah sakit tersebut.


" Narendra papa kamu jahat itu Narendra ,papa kamu sudah membunuh banyak orang Nayma korban dari papamu dan sekarang Rayna anakku besok lagi nayra yang akan jadi korban hahaha pembunuh ulung pembunuh ulung pembunuh ulung." ucap Tante Ninda seraya pergi dari hadapan kami.


" Dasar gila? sudah ayo kita pergi dari sini papa gak mau lama- lama disini papa gak mau jadi ikutan gila gara- gara tantemu itu?"


Apa benar yang dikatakan Tante Ninda bahwa semua ini ada hubungannya dengan papa ?


r

__ADS_1


__ADS_2