Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Menyakiti untuk kesekian kali.


__ADS_3

" Sejak kapan kamu disini Wis ?"


Narendra yang kaget melihat Wisnu pagi - pagi sudah ada didepan pintu rumahnya dengan wajah yang memelas dan penuh harap.


Narendra yang melihat itu merasa kasihan kepadanya bagaimana pun juga Narendra masih punya perasaan apalagi Wisnu sudah dianggap saudara sendiri .


" Rasanya tak adil jika aku masih egois kepada Wisnu " Batin Narendra yang masih menatap wajah Wisnu yang menunduk .


" Narendra kamu boleh membenciku tapi aku mohon dengarkan sekali saja soal ini ,aku gak mau dihantui rasa bersalah kepada orang yang sudah baik kepadaku dan juga keluargaku selama ini " Jawab Wisnu .


" Oke, silahkan kamu mau ngomong apa ? Ingat gak usah pakai basa basi " Tekan Narendra .


" Terimakasih Narendra ,Aku cuma mau bilang ini soal papamu ?dan alasanku kenapa aku sampai berani masuk rumahnya Nayra."


" Papaku ,Nayra jelaskan !" Tekannya lagi Narendra begitu antusias mendengar pernyataan Wisnu .


" Jadi begini "


Flashback


" Bruuuk "


" Maaf om ,maaf ?"


" Wisnu kamu itu kebiasaan sekali kalau jalan selalu gak fokus selalu sibuk dengan ponselmu apa gak bisa ponsel itu kamu taruh saku dulu gitu ?" Omel Seno kala tak sengaja bertabrakan didepan toilet samping cafe .


Wisnu yang mendengar itu lantas otaknya berfikir keras dan menebak siapa yang ada didepannya ini secara spontan .


" Om jaya ! Ini benar kan om jaya Kusuma ?" Wisnu menggoyang bahu Seno dan menatap mata Seno dengan diam Seno tak menjawab mengalihkan pandangan secepat mungkin .


" Gak aku bukan jaya ! siapa itu jaya gak kenal ?" Seno menepis tangan Wisnu dengan kasar.


" Om ,Wisnu tahu ini om jaya Wisnu sudah mengamati om sejak awal om masuk cafe ini kesamaan om dan kebiasaan om dengan Narendra belum lagi respect om pada narendra tadi itu semua sudah cukup om untuk membuktikan kalau om itu adalah om jaya ,jaya Kusuma ."


Dengan gusar Seno ,memandang Wisnu dengan tajam kemudian menarik Wisnu untuk duduk disalah satu tempat duduk yang ada disamping cafe .


Dengan terpaksa Seno mengakui kalau memang benar ia adalah jaya Kusuma yang kini sudah mengganti namanya menjadi Seno aji Gumilar.


Wisnu yang mendengar penjelasan dari omnya sangat kaget ,ternyata orang yang dicari selama ini sudah ada didekat namun semua orang gampang tertipu dan tak menyadarinya .

__ADS_1


" Tapi kenapa om tidak jujur kepada Narendra om ? Apa om tahu kalau Narendra hampir setiap hari mencari keberadaan om ? Dari menempel kertas pencarian orang hilang ,menanyakan ke teman - teman om ,juga mencari informasi dikantor polisi setiap hari ,Om dengan siapa selama ini dan tinggal dimana ?"


" Kamu tidak perlu tahu,dulu 3 hari lagi temui om disini , dan om pastikan kamu akan tahu semuanya jangan sampai Narendra atau siapapun tahu . "


" TERUSKAN ! "Perintah Narendra .


" Iya kemudian setelah 3 hari tiba aku datang menemui papamu di cafe itu lagi dan dari situ aku mulai tahu semua tentang papamu yang dimana papamu tinggal dengan siapa saja dan bekerja apa sekarang papamu dan saat mulai saat itu kami sering ketemu sampai - sampai aku ikut larut dan memakai barang itu dan sampai tiba pada akhirnya aku menjadi kecanduan dan ketergantungan dengan barang itu ,karna itu aku mau melakukan apa saja demi mendapat obat itu "


" Apa jadi papa pengedar ?" Narendra tercengang dengan pengakuan Wisnu soal papanya yang saat ini.


Wisnu mengangguk .


"Bukan cuma itu saja Narendra ternyata selama ini papamu juga sangat membenci Nayra dan kamu tahu? Nayra ternyata juga sudah tahu kalau papamu itu adalah om Seno yang selama ini menolongmu itu , Nayra juga punya bukti tes DNA yang kemaren ku coba ambil dari kamarnya tapi aku malah gagal "


" Nayra ? Nayra juga sudah tahu semuanya ? Tapi kapan ? kenapa dia gak coba kasih tahu ? Kenapa dia malah merahasiakan ini padaku padahal jelas - jelas dia tahu kalau aku lagi kesusahan mencari papaku ?" Narendra kecewa dengan semuanya.


" Kalau itu aku juga masih kurang tahu Narendra kenapa Nayra menyembunyikan ini dari kita , Maafkan aku juga kalau aku sudah merahasiakan hal besar ini " Wisnu meminta maaf.


" Rasanya masih sulit dipercaya kamu ,Nayra ,papa siapa lagi ? Semua tega ! Semua orang sama kalian semu tega !" Teriak Narendra seraya mengacak - acak rambutnya .


Bagai disambar petir disiang bolong peryataan Wisnu kali ini mampu memporak - porakdakan hari Narendra dengan seketika . Kejujuran wisnu kali ini sangat menyakitkan bagi Narendra .


" Narendra maaf, Kecewa pasti tapi kamu juga harus ingat alasan papamu kenapa belum siap bertemu denganmu karna papamu gak mau menyusahkan mu lagi dengan masalah - masalah yang selalu dibuatnya papamu ingin kamu bahagia "


" Bahagia ? Bahagia macam apa ? Bahagia melihatku hancur menerima kenyataan pahit ternyata semua yang ada di dekatku palsu semua penuh dengan drama dan skenario masing - masing begitu kan !" Tegas Narendra yang memuncak.


" Narendra kamu harus bisa terima ini karna ini memang kebenarannya ?"


" Huhf ... oke , apa kamu bisa mengantarku sekarang menemui papa ? " Ajak Narendra seketika itu juga.


" Apa ?" Wisnu tercengang mendengar ajakan itu .


****


Dirumah terlihat Seno sedang mencampurkan sesuatu di minuman seseorang ,mengaduknya dengan cepat kemudian meninggalkan minuman itu begitu saja .


Tuk ...


Tuk ...

__ADS_1


Tuk ...


Suara langkah kaki terdengar mendekat ,segera Seno bersembunyi di balik korden yang ada di pojok agak jauh dengan dapur .


Tling ...tling ....tlink ..


Suara nada dering telvon berbunyi .


Deg ...


Jantung Seno berdegup dengan kencangnya ,Mata Seno memejam seketika meraba ponsel yang ada di sakunya mengeluarkannya dengan hati - hati.


" Iya halo !"


MAta Seno terbelalak kala mendengar suara black berbicara .


" Sial untungnya ,bukan ponselku syukurlah nasib baik memihakku " gumam Seno dalam hati seraya memegangi ponselnya yang saat ini ditangannya .


" Iya - iya tunggu satu jam lagi kesitu !" Suara black yang terdengar melewati Seno .


Dengan hati - hati Seno mengintip dari balik korden yang sengaja dibukanya sedikit guna melihat black .


Black terlihat duduk didepan televisi yang tak jauh dari tempat persembunyian Seno saat ini .


Seno keluar dengan merangkak sampai kedekat pintu kemudian mengendap - ngendap keluar dan masuk lagi kerumah menghampiri black yang duduk .


" Ehem ... " Seno berdehem . menghempaskan tubuhnya pada kursi .


Black diam saja karna masih konsen dengan ponselnya. Meski sempat melirik Seno sedikit.


" Van kemana ? " Tanya Seno matanya Melihat kesekeliling ruangan.


" Dia keluar " Jawab black datar .


" Ow ,ini kopi siapa ? Boleh mintak ? " Seno memegang cangkir kopi yang saat ini didepan black.


" Eh , enak aja bikin sendiri pak tua ? " Ujar black yang kemudian meminum kopinya sedikit .


Dengan senyuman jahat Seno melihat black dengan penuh bahagia.

__ADS_1


" Minum terus sampai habis karna setelah ini kamu akan semakin bahagia "


__ADS_2