
" Narendra ?" ucapku sok kala melihat pria yang tengah berpelukan dengan Maya.
Tidak tahu kenapa hatiku sakit sekali melihat pemandangan didepanku ini. Rasanya tak menyangka .Segera ku berlari menuju motorku kembali tanpa fikir panjang secepat mungkin ku lakukan motorku agar cepat menjauh dari tempat ini.
Diperjalanan air mataku menetes begitu derasnya ,sesak yang kurasakan didada semakin menghimpit . Kenapa dengan hatiku saat ini kenapa ? rasanya tidak bisa di ungkapkan dengan kata- kata. Ingin rasanya teriak sekencang mungkin untuk mengeluarkan rasa amarah ,kecewa dan sakit yang saat ini bercampur jadi satu.
" Ternyata dia sama seperti laki- laki lain yang menebar pesona kesetiap wanita ,dasar Playboy cap kadal iiihh ...bod*h sekali kamu Nay bisa- bisanya kamu pernah berharap laki- laki seperti itu menjadi pasangan sejati mu yang ada malah sakit batin gak setia yang kamu dapat malah Gonta - ganti wanita iya " Gumam ku ditengah perjalanan .
Akhirnya aku memutuskan tidak langsung kerumah aku sengaja mencari tempat ternyaman untuk menstabilkan hatiku yang saat ini tengah kacau .Memarkirkan motorku di Taman kota. Aku duduk disalah satu kursi yang telah tersedia disana. Untungnya hari ini langit cerah ,orang- orang juga sangat banyak disini. Tidak hanya remaja ditaman kota ini pun banyak sekali orang tua yang membawa anak- anaknya.
Kusibuk kan diriku dengan memainkan hp memutarnya , mengetuk- ngetuk dengan jari dan membuka menu kemudian mengembalikannya lagi.
" Nayra kamu disini ? sendirian aja ngapain ?"
" Eh pak Bobi ,i- iya ini pak sendiri hehe ,bapak lagi apa disini?"
" Ow gitu ,eem iya ini tadi lagi janjian sama temen tapi malah orangnya gak Dateng ,oh ya boleh ikut duduk?"
" Oh, iya pak silahkan mari hehe"
" Makasih Nayra "
" Iya sama- sama pak ?"
Kami terdiam sesaat .Bingung juga mau ngomong apa secara dia bos sedangkan aku hanya karyawan takut salah ngomong nanti malah dipecat lagi.
" Ehem , pertannyaanku tadi belum kamu jawab nayra ?" Tanya pak Bobi seraya menatapku .
" Iya pak yang mana ya ?"
" Yang tadi ngapain kamu sendirian disini ?"
" Ow, itu iya emm tadi memang sengaja mampir sini pak ?"
Jawabku sekenanya karna gak mungkin kan aku bilang kalau aku habis lihat temanku berpelukkan membuatku sakit hati.
" Ow begitu ,mau minum ?" Pak Bobi menyodorkan minuman yang telah dibawanya dari tadi.
" EEM ..makasih pak " jawabku seraya menerimanya.
" Ya sama- sama ,kamu sering kesini nay?"
" Tidak juga pak bisa dihitung lah ,kalau bapak?"
" Kalau aku baru 2 kali ini ,pertama kupikir tempat ini biasa aja gak ada hal menariknya tapi ternyata tempat ini sangat berkesan menurutku disini banyak hal tak terduga yang bisa kulihat dan pelajari"
__ADS_1
" Memangnya hal menarik apa pak ?" ucapku penasaran.
" Kemarin aku melihat sepasang kekasih yang laki- laki pakai baju yang lusuh banget sedangkan yang perempuan pakai baju ya bisa dibilang baju mahal lah mereka duduk bersama dikursi itu sangat romantis dan hal yang paling aku kagumi yaitu si wanita yang sangat memperlakukan laki- lakinya dengan sangat perhatian tanpa memandang kekurangan.Betapa bahagianya punya pendamping yang seperti itu bisa menerima kekurangan kita tanpa mengeluh dan malu."
" Ah ... pak jangan baper dulu itu kan dipublik, bukannya seuzhon atau apa nih ya pak tapi sudah banyak pak sekarang orang itu hanya terlihat baik diluar pak tapi dibelakang gak tau deh kayak apa ? Orang sekarang mah banyak yang hanya sekedar mencari pencitraan saja ,berbuat baik demi terlihat baik didepan orang Terlihat setia tapi selingkuh memang ya laki- laki itu buaya betul " Gumam ku.
" Kayaknya ada yang habis marahan nih sama pacar ?"
" Gak ada pak memang siapa?"
" Hehe jujur aja Nayra lagi galau ya ,habis marahan apa habis diputusin ?"
" Memang tadi aku ngomong apa pak ?" jawabku panik.
" Gak ngomong apa - apa ?"
Pak Bobi menjadi senyum- senyum sendiri seraya melihatku.
Apa ada yang salah dari omonganku tadi tapi kenapa pak Bobi malah senyum - senyum sendiri Aneh memang sama seperti Narendra yang Anehnya minta ampun.
***
Pagi ini aku bangun lebih awal menghindari telat lagi seperti kemaren ,untung saja kemaren dibantu kak Nisa kalau tidak, mungkin aku akan dapat Omelan dari kak Sinta .Ditoko masih sepi aku menunggu duduk di jok motorku yang sudah berada diparkiran toko .Nisa datang dengan membonceng Mila .
" Hai Nayra, rajin amat sudah datang duluan jadi jaga parkir hehe " Ucap Mila saat turun dari motor.
" Betul sekali 100 buat Nisa tepuk tangan " Ucapku dengan bertepuk tangan sendiri.
Mila dan Nisa hanya menggeleng kepala dan tertawa melihat ku.
" Gimana tadi malam seru jalan- jalan nya cerita dong ?" bujuk ku .
" Iya seru banget Nay kita beli- beli baju ,tas juga makanan habis itu kita nonton bioskop seru banget pokoknya ,sayangnya kamu gak ikut sih .Coba kalau ikut pasti makin seru ya gak mil ?"
" Heum betul banget "
" Jadi nyesel gak ikut " keluhku .
Sambil menunggu toko dibuka kami sangat asyik bercengkrama diparkiran ini . Kemudian disusul Sinta yang baru datang diantar dengan pacar barunya .
" Cie - ciee ..." Sorak kami bertiga .
" Ih, kalian nih bisa aja jadi malu " ujar Sinta.
" Pacar mu ganteng bener kak sin keren lagi pasti orang kaya ?" Ucap Nisa .
__ADS_1
" Iya dong ,Pastinya Sinta gitu si cantik . Sudah buka toko dulu nanti keburu pak bos Bobi datang lagi "
Memulai aktivitas seperti biasa dan melakukan tugas masing- masing. Pagi ini aku bertugas menyapu .Setelah selesai aku pun segera mengembalikan sapu pada tempatnya.
" Bruukk ..maaf pak gak sengaja ?" Ucapku meminta maaf kala menabrak pak Bobi .
" Ya gak papa Nayra ,lain kali Hati- hati ya "
" Iya pak " ucapku .
Aku semakin merasa canggung saat bertemu pak Bobi apalagi jika mengingat pertemuanku tadi malah sungguh rasanya ingin pergi menghilang sejenak.
Siang ini toko sangat rame ,aku dan kawan - kawan sangat kuwalahan sampai - sampai pak Bobi pun ikut terjun langsung membantu kita.
" Eh om black datang lagi mau cari sepatu lagi om black ,Sinta bantu ya ?" Rayu Sinta yang langsung menggandeng tangan Om black .
" Temanmu yang cantik kemaren mana ?"
"Yang mana om black kan yang paling cantik disini aku ? Om black ini siapa om baru ya tampan juga ? Kenalin dong om black "
Mata Om black terus mencari- cari keseluruh ruangan tanpa mendengar kata Sinta .
" Nah itu Seno wanita yang aku kagumi selama ini ayok kita kesana?" Bos black melepas tangan Sinta kemudian menarik temannya yang bernama Seno .
" Hay om black cari apa ? " Tanya Bobi
" Nah kebetulan nih ada kamu Bob ,ini om boleh kan kenalan sama karyawanmu yang itu?"
" Ow Nayra bisa ntar Bobi panggilkan?" Nayra sini sebentar !" teriak Bobi kepadaku
Aku yang tengah menaruh sepatu menghentikan sejenak aktivitasku menghapiri bos Bobi.
" iya bos ada yang bisa saya bantu?"
" Gak ada saya cuma ingin perkenalkan ini om black "
" Hay saya black ini teman saya seno "
Aku menyalami mereka berdua namun ada hal aneh saat tangan ku berjabat dengan nama seno
" Nayra "
"
-
__ADS_1
.