
Pagi ini kami disibukkan dengan, melabeli barang ada atau memberi harga pada sepatu yang datang dengan harga pasaran saat ini dan mengganti beberapa sepatu yang yang tengah dipajang agar terlihat menarik.
Aku dan juga Nisa bagian menata barang ,yang lain untuk menaruhnya di sebagian digudang karna tidak mungkin sepatu dan juga hils sebanyak ini akan dipasang semua,tentunya hanya beberapa saja.
" Nay ,Nisa nanti setelah itu kalian tolong bawa sepatu lainnya ke gudang atas ya sekalian disusun disana sesuai tempatnya dan urutan nomornya .Saya sudah singkirkan mana saja yang dipasang dan ditinggal disini" tutur Bobi.
" Iya pak?" jawabku dibearengi dengan anggukkan Nisa.
" Pak yang ini juga ?" tanya Sinta seraya menunjuk kan sepatu yang sedang dipegangnya.
" Iya itu juga sin ,sekalian suruh bawa Nayra dan Nisa ke atas"
" siap pak"
" Oke , saya tinggal dulu ya ,Sinta tolong kamu handle semua ya ?"
" Beres pak"
Pak Bobi melangkah pergi kini tinggal kami yang mengerjakan semuanya. Aku dan Nisa bertugas membawa sepatu yang sudah kususun pada peti kayu yang kemudian akan kami bawa ke gudang atas menggunakan lift barang. Sedangkan Sinta dan Mila menyusun dan memilah sepatu mana yang akan dipajang.
" 1 2 3 huh... " kami mengangkat peti kayu yang berisikan dus - dus sepatu yang telah tersusun rapi didalamnya.
Peti kayu ini kemudian kami letakkan pada lift barang yang jika sudah sampai atas tinggal kami susun kembali di rak - rak sepatu disana.
Barang sudah siap diatas papan kayu siap untuk dikirim keatas. kamipun segera keatas karna tombolnya berada diatas.
Menekan tombol bertanda ke atas.
Tlink..
Barang sampai kamipun mengangkatnya kembali untuk segera mengeluarkannya.
"Yang ini tempatnya dimana Nis ?"tanyaku.
" Ow itu dibagian pojok sana Nay,sepatu itu limited edition jadi cuma Ada 3 aja, nah kalau ini dibagian tengah deretan nomor 2 ,nanti jangan lupa juga dicek ya nomor urutnya biar carinya gampang " jelas Nisa .
" Oke siap"
Nisa mengeluarkan sepatu- sepatu dalam peti sedangkan aku ,bagian menaruhnya sesekali menghafal tempat dan nama sepatu yang ada gudang.
" Nisa ,kamu sudah hafal semua sepatu disini?" tanyaku.
" Ya lumayan sih,Nay ? gak perlu dihafal juga kita cukup mengingat- ingat aja nanti juga hafal sendiri nikmati aja prosesnya hehe" ucap Nisa terkekeh.
" Ya habis banyak begini?Emm Nisa ,kamu tinggal dimana?"
" Aku, tinggal dikos,an Mila ?"
" Oh, Mila punya kos- kosan ?"
" Iya ,aku asli Bandung ,merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib syukurnya aku bertemu dengan Mila, dia orang pertama yang membantuku memberi tempat tinggal ,dikosannya. Dia juga yang ngajak kerja di toko ini. Kalau Mila sih kerja begini gajinya paling buat seneng- seneng, kalau aku mah buat kirim ke bapak dan ibu dikampung sama buat sekolahin adek yang baru masuk SMP ,hehe kok aku malah curhat sih .?"
" Hehe gak papa Nis Ow, jadi kamu masih punya adik ,cewek apa cowok Nis?" tanyaku .
" Cewek Nay ? "
__ADS_1
" Pasti cantik juga kayak kamu hehe?" rayuku.
" Ah ,kamu bisa aja Nay?"
Setelah kami, selesai mengatur barang digudang selanjutnya kami mengembalikan peti ke bawah lagi dengan menggunakan lift barang tentunya.Nisa menekan tombol bergambar panah kebawah.
" Kalian sudah selesai ?" tanya pak Bobi.
" Iya ,sudah pak" jawab kami .
" Kalau begitu kalian bantu Sinta dan Mila layani pembeli didepan kayaknya mereka kuwalahan itu ?"
" Siap pak"
Kami pun bergegas membantu Sinta dan Mila untuk segera membantu mereka.
" Kalian lama sekali sih , tidur digudang ?" ujar Sinta dengan mata melotot ke kami yang baru sampai.
Tanpa menjawab kami pun segera membantu mengantar pembeli memilih - milih sepatu dan mengambilkannya.
***
Diperjalanan pulang aku mengendarai motor dengan santai,sampai dipersimpangan jalanan semakin sepi. hanya beberapa kendaraan saja yang lewat.
Aaaa....ciiiiiitttssss..
Aku mengerem mendadak.
"Pak "
Aku, turun dari motor ku ,kemudian menolong bapak- bapak yang tiba- tiba saja menyebrang.
" Maaf, pak saya gak Hati- hati,apa anda ada yang terluka ? mari saya bantu berdiri" ujarku seraya membantunyabberdiri.
" Sudah, lepaskan saya ! "
" Tapi pak, saya kwatir apa perlu saya antar kerumah sakit ?"
" Tidak perlu !"ujar bapak - bapak itu seraya mendorongku.
Bapak- bapak agak berbadan kurus tinggi mengenakan baju berwarna merah bercelana panjang serta memakai topi. Berjalan tergopoh- gopoh.
" Aaaow, tunggu pak!" setengah teriak .
Bapak- bapak itu lari dengan cepat, menoleh ke arahku seraya tersenyum.
" Hah, om jaya?"
kagetku...
" Hay berhenti ?" teriak 2 preman setengah berlari melewatiku dengan tatapan garang.
Sungguh aku tak menyangka hari ini menjadi pertemuan kembali dengan om jaya. pertemuan yang membuatku sangat kaget dengan keadaan om jaya yang seperti itu.Sama seperti Tante Ninda yang sekarang menjadi Gila , Ternyata benar kuasa Allah lebih nyata terlihat , tanpa aku harus membalas Allah sudah membalaskan dendam ku kepada orang- orang yang sudah membuat adikku menderita.
" Setiap perbuatan jahat akan selamanya dibayar kontan sama Allah,jadi tenang Nayra kamu tidak perlu lagi mengotori tanganmu untuk hal itu?" ucapku dalam hati.
__ADS_1
Aku masih berdiri dijalanan sepi ini.
Tiit...tinn....
Suara klakson mobil dari arah belakang sontak membuyarkan lamunanku.
" Astagfirullah , kaget aku" mengelus dada seraya menoleh siapa orang itu"
" Nayra ,kamu ngapain masih disini ?" tanya Bobi membuka kaca dari dalam mobil.
" Eh,pak bobi iya pak ini juga mau pulang?"
" Apa mau aku antar sekalian?" tawar Bobi.
" Eh,gak usah pak, saya kan bawa motor hehe?"
" Iya saya ,tahu kamu bawa motor saya hanya menawarkan diri buat jadi pengawal pribadi untuk hari ini saja "
" Bapak ini, sekali lagi gak usah pak makasih banyak?"
" Ya sudah kalau gak mau silahkan jalan duluan. Sama satu lagi kalau diluar gak usah panggil sama bapak saya belum punya istri gak enak didengarnya hahaha. ?"
" Oh ,ya pak eh Bobi maksudnya. Oke saya duluan kalau gitu" pamitku seraya menaiki motor.
" Sip Hati- hati, besok jangan lupa kerja lagi ?"
" Oke siap.." ujarku seraya memutar gas motorku untuk melaju.
****
" Dinda kamu?"
" Nayra ,hiks...hiks..."
" Kamu kenapa Dinda ,sejak kapan kamu disini ?
" Nayra,aku bingung aku harus minta bantuan ke siapa Nayra aku takut?"
" Duduk dulu sini Dinda ,coba kamu tenang dulu ntar aku ambilkan air minum ?"aku masuk rumah dan mengambilkan air untuk Dinda yang tengah menangis diteras.
" Ini minum dulu Dinda?
" Makasih Nayra?"
" Kamu kenapa Dinda ,kenapa kamu menangis begini apa ibu kamu sakit lagi?"
" Nayra Aku .."
" Kenapa Dinda?"
" Aku..." dinda menangis sejadi- jadinya.
" Kenapa Dinda ,jangan buat aku panik seperti ini?"
"AKU HAMIL Nayra "
__ADS_1