Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Semakin sendiri .


__ADS_3

h" Maksud kamu apa pak tua !" Van terus menghindar dari lemparan kursi .


" Dari pada kamu pergi tapi masih bisa kulihat lebih baik kamu pergi untuk selamanya, karna aku gak mau kamu nantinya jadi penghalang buat hidupku " Seno terus berusaha memukul Van menggunakan kursi .


" Pak tua , hentikan pak tua !" Teriak Van.


" Tidak ! kamu harus mat* " Seno melempar kursi yang kesekian kalinya dan lagi - lagi meleset , kemudian Seno mencoba melawan Van dengan tangan kosong .


Van telah siap , menahan tangan Seno dan memelintirnya ke belakang.


" Aaaak, aaaggrrh .... lepas kan Van !" Teriak Seno mengerang kesakitan.


" Pak tua , aku tidak akan menyakitimu lebih dari ini , asal pak tua tidak mengangguku! " Ujar Van dan melepaskan Seno dengan kasar .


" Aaaow " Seno merintih kesakitan seraya mengelus tangannya.Matanya terus menatap tajam Van .


Van tak memperdulikan itu , Van langsung saja pergi meninggalkan Seno sendirian diruangan itu .


"Aaaggrrh ,kenapa jadi begini semua pergi secepat ini Si*l " Seno membuang barang yang ada disana . Dan langsung duduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya .


Kini Seno merasa sendiri ,satu persatu orang yang ada didekatnya menghilang begitu saja ,Awalnya Seno memang ingin menghabisi Van juga tapi setelah Van benar - benar pergi Seno malah ,merasa membutuhkan Van . Tapi Seno juga tidak mau melihat Van bahagia .


Benar - benar bimbang memang menjadi Seno .

__ADS_1


***


Hari ini Nayra membersihkan sepatu - sepatu yang ada dirak.


" Nay !" Sapa Bobi pemilik toko sepatu .


" Iya pak , ada yang perlu saya bantu ?" Nayra menghampiri Bobi yang tak jauh dari tempat Bobi berdiri.


"Nay nanti ,tolong ya kamu siapin sepatu - sepatu yang baru datang kemaren , sekalian nanti kamu cek lagi mana saja yang belum ada harganya , soalnya kayaknya kemaren ada yang lupa" Jelas Bobi .


" Baik pak ,apa ada lagi pak ?" Nayra mengangguk dan bertanya lagi .


" Tidak , itu saja . Sinta mana kok gak kelihatan Nay ?". Bobi mengedarkan pandangan diruangan itu .


" Sakit apa ?"


" Kurang tau pak " Jawab Nayra .


" Ya udah kalau gitu, kamu lanjutkan pekerjaanmu jangan lupa yang saya suruh tadi " Bobi mengingatkan .


"Baik pak " Ucap Nayra dan langsung pergi .


***

__ADS_1


" Kamu kenapa senja ? wajahmu kelihatan tak bersahabat gitu ?" Tanya Dinda yang sekarang ada dihadapan Van .


" Gak papa " Jawab Van datar .


" Aku bisa tahu lho kalau kamu sekarang pasti ada masalah ,ya kan ?" Dinda berusaha menebak .


"Sedikit " jawab Van singkat.


" Oke tak masalah kalau kamu belum mau cerita ,pesanku satu jangan biasakan memendam sesuatu sendirian karna bisa jadi bom waktu buat dirimu sendiri"


Van menatap mata Dinda lekat . Tanpa menjawab omongan Dinda .


Sebenarnya Van ingin jujur perihal dirinya dan masa lalunya kepada Dinda ,namun Van masih bingung karna Van masih belum siap jika harus kehilangan Dinda jika Dinda tau masa lalunya .


Van selalu berfikir keras dalam hal ini dan sangat menunggu waktu yang pas untuk membicarakan ini semua , karna Van ingin serius dengan Dinda . Membina bahtera rumah tangga bersama dan menua bersama tanpa ada bayang - bayang masa lalu yang menghantuinya .


" Hey ,kenapa menatapku seperti itu ?" Dinda menepuk bahu Van dengan tangannya .


" Eh , sakit nih " Van pura - pura kesakitan menggosok - gosok bahunya sendiri .


" Duh ,maaf ya habis kamu lihatin akunya begitu sih ,jadi gak enak kan akunya ?" Dinda membela diri .


" Hehe ,maaf - maaf , Habis aku gak mau kehilangan waktu sedetik aja buat memandangmu "

__ADS_1


__ADS_2