
" Kamu benar gakpapa Wisnu ? Apa perlu panggil dokter?" Ujar Doni panik kala melihat Wisnu terlihat lemas duduk dikursi rumahnya.
" Gak usah Don ,nanti juga sembuh sendiri makasih dah mau bantu "
" Ya sama - sama Wis santai aja ,Pembantu loe memang kemana semua Wis ?" Doni mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan.
" Itu lagi pulang kampung semua , Sekali lagi sorry ya udah ganggu loe "
" Santai saja ,kebetulan tadi juga gak terlalu sibuk"
" Memangnya kamu tadi dari mana ? " Tanya Wisnu ke Doni
" Dari Nayra kangen gue , tapi gara -gara gue masuk kedalam kamarnya dan gak sengaja jatuhkan kertasnya Nayra jadi agak sedikit marah dengan gue "
" Kertas apa memang ? " Tanya Wisnu penasaran .
" Tadi gak sengaja baca sekilas hasil DNA tapi gak tahu sih DNA siapa?" Gumamnya.
" DNA ?"
***
Jam menunjukkan pukul 1 dini hari, Nayra tidur dengan pulas nya . Diluar sudah ada seseorang berjaket hitam dengan menggunakan sepatu,tangannya memegang kunci cadangan berdiri tepat didepan pintu Nayra.
Ceklek ...
Pintu terbuka .
Tuk ...
Tuk ...
Tuk ...
Suara langkah kakinya terdengar sangat menggema menyentuh lantai.
Matanya memandang ke sekeliling ruangan mencari - cari sesuatu disana. Orang itu pun menuju kamar utama dimana kamar itu milik Nayra ,dengan hati - hati orang berjaket itu pun masuk kamar Nayra yang memang tidak dikuncinya.
__ADS_1
Nayra tidak bangun sama sekali , orang itu pun segera mengacak - acak kamar Nayra diawali dari memeriksa lemari .
" Kok gak ada ? Dimana Nayra menyembunyikan ya?"Gumamnya dengan masih mencari.
Masih terus mengacak -acak kamar Nayra kini matanya tertuju pada laci disamping ranjang Nayra tidur.
Membuka laci dengan pelan - pelan ,berharap tak menimbulkan suara. Matanya terus memandangi wajah Nayra yang masih tidur .
" Kamu cantik Nay ,andai saja kamu mau denganku" Gumamnya. " Akhirnya kebuka". Dengan senangnya orang itu pun mengambil kertas berwarna putih yang bertuliskan Hasil DNA. Setelah berhasil orang itupun langsung beranjak dari duduknya ,namun matanya seoalah tak mau pergi malam ini Nayra memakai baju warna putih ketat dan jeans pendek sehingga lekuk tubuhnya pun terlihat sangat indah.
Memandangi Nayra dari ujung kaki sampai keujung rambut.
Bagaikan magnet yang mengeluarkan energinya kini orang itu pun semakin mendekatkan wajahnya dihadapan wajah Nayra . Bibir Nayra yang seksi dan wajah yang cantik membuat orang itu pun semakin terpana apalagi dilihat dari jarak dekat seperti itu.
wajahnya semakin dekat ,dekat dan dekat.
" Aaa ...kamu siapa !" Teriak Nayra yang kaget melihat orang asing yang sudah ada dihadapannya .Orang dengan menggunakan jaket hitam dan penutup kepala itu agak mundur sedikit dari Nayra tangannya masih memegangi kertas yang telah di ambilnya tadi .Kini matanya saling pandang dengan Nayra untuk beberapa saat.
Nayra yang baru sadar dengan kertas yang saat ini ada ditangan lelaki itu segera berfikir untuk mengambil kembali kertas itu namun dengan caranya. Laki - laki itu segera berdiri dan hendak lari . Nayra pun segera loncat dari tempat tidurnya . segera memeluk orang itu dari belakang.
" Kamu mau kemana ?" Nayra menggoda.
" Aku tahu kamu kesini buat ambil apa santai saja aku gak akan ambil itu karna itu memang bukan hal penting buat hidupku ,ambil saja gak papa ,tapi aku hanya butuh satu dari kamu buat bisa temaniku malam ini apa bisa?" Goda Nayra lagi.
Laki - laki itu semakin terpancing dengan omongan Nayra . Terlihat dari sorot matanya.
Tanpa berkata apa pun laki - laki itu hampir mencium bibir Nayra ,Belum sempat kena tangan Nayra menghalangi tindakan itu.
" Sabar dulu ,ngapain terburu - buru disini aku tinggal sendiri gak akan ada yang ganggu apapun yang kita lakukan disini "
" Nayra apa kamu ini benar sungguh-sungguh dengan perkataanmu ini ?" Tanyanya .
" Memangnya wajahku terlihat wajah penipu begitu ?" Gurau Nayra . " Wisnu aku tahu ini kamu " Ujar Nayra lagi.
" Nayra kamu ?"
" Iya aku tahu ini kamu kan ,meski kamu menggunakan penutup kepala begini meski kamu berpakaian begini aku tahu Wisnu " Rayu Nayra menambah pelukkannya semakin erat.
__ADS_1
" Nayra " Wisnu mulai tergoda pikiran Wisnu mulai kacau . Nayra mengambil kesempatan itu dengan menghubungi Narendra .
Kini Wisnu membuka penutup kepalanya ,memandang Nayra dengan ganasnya .Nayra sengaja berbaring diranjang nya . Mata Nayra tertuju pada kertas itu yang kini sudah ditaruh Wisnu diatas meja dekatnya berdiri sekarang. Wisnu mulai mendekati Nayra kembali.
" Narendra tolong aku " Batin Nayra terus berdoa,mengharap pertolongan dari Narendra .
Nayra sengaja berbuat demikian karna Nayra tahu Wisnu membawa barang Sajam yang ia sembunyikan selain itu Wisnu juga sedang dipengaruhi alkohol .
Dengan pasrah Nayra pura - pura bahagia menyambut kedatangan Wisnu menjamah tubuhnya saat ini. Wisnu kini sudah berada diatas tubuh Nayra , dengan tatapan tajam. Ponsel Nayra berada dibawah bantal samping Nayra .
" Wisnu , apa kamu gak takut ketahuan warga malam -malam kesini ?"
" Takut , Nay tapi sedikit , Nay kamu cantik sekali hari ini ." Tangan Wisnu mengusap pipi Nayra dengan lembut yang satunya menopang tubuhnya agar tidak terlalu menekan tubuh Nayra.
Nayra hanya tersenyum " Wisnu apa kamu gak haus ? Aku buatkan dulu ya " Ujarnya mendorong tubuh Wisnu dengan lembut. Wisnu menatap mata Nayra lekat. Kini Nayra duduk dan hendak beranjak dari ranjang .
" Nay disini aja ya ?" Wisnu menarik tangan Nayra dengan keras mengakibatkan tubuh Nayra langsung jatuh di atas Wisnu . Tangan Wisnu memeluk Nayra dengan erat ,diposisi begitu Nayra tak bisa melakukan apa - apa. Hanya bisa mengharap pertolongan secepatnya.
Tangan Wisnu memegang kepala Nayra dari belakang ,matanya terus memandang bibir Nayra yang seksi Deru nafas Wisnu mulai terdengar ,Nayra hanya mampu memejamkan mata. perasaan Nayra saat ini campur aduk jadi satu. Antara ingin melawan ,lari atau pasrah .Nayra merasakan sentuhan lembut dibibirnya.
" Wisnu berhenti !"
Mata Nayra langsung terbuka lebar sedangkan Wisnu dengan sigap mendorong tubuh Nayra menjauh dari tubuhnya.
" Narendra ?"
Wisnu kaget bukan kepala ,melihat Narendra berdiri diambang pintu.
" Wisnu ... ! " Narendra berjalan mendekati Wisnu dengan cepat dan melayangkan sebuah pukulan di wajah wisnu dengan keras.
Buuk ...Buk ...Bughk ...
Narendra memukul Wisnu tanpa henti " Kenapa kamu tega Wis melakukan ini kepada Nayra ? Apa kamu gak ingat Nayra itu teman kita ? Apa kamu gak ingat curhatanku setiap malam kepadamu hah ? Maksud kamu apa begini Wis Apa ?" Narendra terus memukuli Wisnu .
Setelah menyimpan kertas itu ,Nayra hanya diam duduk bersandar ditembok .
Terlihat Wisnu tak bisa apa - apa wajahnya nampak memar dari sudut bibirnya mengeluarkan darah tubuhnya terhuyun kesana kemari.
__ADS_1
Narendra terlihat sangat emosi juga kecewa dengan Wisnu ,bagaimana tidak Wisnu sudah dianggap sebagai saudara sendiri tapi malah menusuk Narendra dari belakang .