Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Hilang ?


__ADS_3

" Yakin Nayra kamu harus bisa memilih ,ini untuk masa depan kamu ,kamu mau setiap hari dihantui rasa dendam dan rasa suka ,dendam pada bapaknya dan suka sama anaknya ? Apa itu gak lucu ? Bukankah kalau kita sudah mencintai seseorang berarti kita harus siap juga mencintai keluarganya kan? " Gumamku didepan cermin.


Sampai detik ini aku masih bingung harus kembali ke cafe atau tetap kerja ditoko .Bukan masalah gaji yang ku cari tapi kenyamanan.tapi masalahnya Dua - duanya nyaman.Sungguh dilema itu membingungkan.


Drrtt ... Drrt ...


Ponselku bergetar .


" Nisa ada apa ya ? " Kuangkat secepatnya takutnya penting.


" Iya Nis ada apa ? "


" Kamu lupa Nay ,hari ini kan bos ada acara ,kita disuruh berangkat pagi ?"


" Astaga ,aku lupa Nis ini aku masih dirumah ,Aduh udah jam 7 lebih lagi bisa ngomel nih Sinta ? Kamu sekarang dimana Nis?" ucapku bingung melihat jam dan buru - buru mengambil tas dan juga kunci motor.


" Ini aku udah di toko ? kamu cepetan Dateng ya mumpung Sinta belum datang nih "


" Oke - oke kalau gitu udah dulu ya aku matikan nie ya daa ..."


Berlari menuju garasi motor ,memakai helem kemudian memutar kunci . Baru saja motor nyala aku lupa mengunci pintu akhirnya turun lagi dari motor berlari mengunci pintu kemudian dengan cepat melajukan motorku menuju toko sepatu .


***


Ditoko ternyata sudah ada Sinta yang sedang sibuk mengecek barang dipajangan.Aku yang sudah didepan pintu ragu untuk masuk.


"Kak Sinta bisa minta tolong ?" ucap Nisa menghampiri Sinta .Menghalangi Sinta agar tidak bisa melihat ke arah pintu masuk.


" Minta tolong apa Nisa ? Kamu gak tahu aku lagi sibuk ini ?" Ujar Sinta yang langsung menatap Nisa dengan tajam.


" I- Iya maaf kak Sinta itu mau tanya sepatu yang sebelah sana itu harga berapa ya kemaren aku lupa?" Tunjuk Nisa sepatu yang ada dirak atas dipojok .


" Yang mana ? "

__ADS_1


" Yang itu kak Sinta warna merah?" Ketika Nisa mengalihkan perhatian Sinta ,aku pun langsung masuk kedalam berganti baju seragam toko dan langsung mengambil kemoceng berdiri agak dekat dengan Nisa.


" Ah ,kamu ini Nisa bikin bingung aja deh kan disana sudah ada harganya kenapa mesti bingung sih?" Sinta kesal kemudian meninggalkan Nisa .


Sinta melewatiku dengan mengomel sendiri .


" Hahha, makasih Nisa kamu sudah menyelamatkan ku dari kak Sinta yang bawel itu ? Kamu apa kan tadi kak Sinta sampai kesel begitu?"


" Hehe ,Itu aku tanya - tanya harga sepatu yang ada diatas padahal kan memang sudah harganya ya kan , eh tapi dianya mau aja aku tanya terus kan lucu ya Sudah banyak yang ku tanya dia nya baru sadar ? haha ..."


" Haha ... bisa aja kamu Nis- NIS "


" Eh kamu bantu aku yok ke gudang ambil stok sepatu yang habis ?"


" Ayok "


Kami pun ke atas untuk mengambil barang - barang yang habis. Dari mulai mengambil Sandal simple dan tidak neko- neko d


tapi nyaman dipakai merupakan seri Kala Nera dari Hermes. Sendal ini Dibanderol Rp 5.697.236.


Dan ada brand ternama dari Jimmy Choo. Diketahui sandal Lang Metaluc Strappy yang dikenakannya memiliki harga kisaran Rp 11.733.460.


Sandal tersebut berbahan kain lame berkilau. Ada desain kepang dan dua tali pengikat tumit. Berlapis kulit asli, sandalnya empuk dan terkesan elegan.


Baru kali ini aku melihat sepatu dengan harga yang fantastis apalagi ini masuk dalam golongan sendal. Heran pasti karna seumur hidupku aku belum pernah membeli ataupun melihat sendal seharga motor.


" Ini beneran Nis harganya segini ?" ujarku dengan mengangkat salah satu sendal yang baru saja kami ambil.


" Iya itu beneran, sendal dan juga sepatu ini sudah dipesan langganan bos Bobi bagus ya ? aku aja pengen tapi gak tahu bisa belinya kapan ? " Nisa mengeluh .


" Kalau aku Nis gak mau deh beli barang begini apalagi sendal, rasanya sayang sekali uangnya mending ditabung buat yang lebih bermanfaat buat tabungan masa tua misalnya kan lebih manfaat ya gak?" Ujarku yang masih membolak- balik kan sendal yang ada ditanganku.


" Heeumm Iya sih Nay tapi kan gak semua orang berfikir rasional seperti kamu yang akan memikir beberapa kali untuk membeli barang kecil seperti ini , tapi kembali lagi kalau bicara tentang fashion kebnyakan orang gak akan mikir sampai situ Nay kebanyakan jiwa fashion itu menilai jika mereka membeli harga yang fantastis mereka akan mendapat kenyamanan dan kebahagiaan selain itu sebagian konsumen juga terlihat waow dikalangannya ya **** gak semua orang kaya seperti itu ada juga yang hanya membeli untuk koleksi hadiah diri sendiri karna telah mencapai kejayaan nya dengan caranya untuk menyenangkan diri sendiri."

__ADS_1


" Iya juga sih ya ?"


" Eh kalian lama amat diatas ,dibawah banyak orang tuh ! " Teriak Sinta dari ambang pintu gudang .


" Astagfirullah " ucap kami bersamaan.


" Astagfirullah- Astagfirullah kamu kira aku setan cepat buruan !"


" Iya - iya kak Sinta " jawab Nisa .


***


" Maya gimana Nayra mau kembali kesini tidak ?" tanya Wisnu yang berdiri bersender pintu seraya memperhatikan Maya mengelap meja dan menata kursi .


" Belum tahu juga Wis ,katanya dianya masih bimbang ?tapi nanti deh aku coba bujuk lagi siapa tahu Nayra berubah pikiran soalnya sepi gak ada dia ?"


" Ya sepi banget biasanya dia yang akan teriak- teriak menyapa pak Ujang dan mang Asep diluar " ujar Doni yang tiba - tiba muncul dan langsung duduk didepan Maya .


" Betul itu, biasanya juga Nayra yang suka ngebantu atasi masalah dapur dari ikut potong sayur bersihkan sayur sampai bantu masak ?" Wisnu menimpali.


" Pagi semua ,lemes amat kalian bertiga kenapa ? Pasti belum pada sarapan ? Nayra ... Nayra ....ambilkan kopi ! " Teriak Narendra yang baru saja tiba dengan wajah penuh ceria.


" Nayra gak ada Narendra ? " ucap Wisnu.


" Belum Dateng dianya? waahh ...pelanggaran nih anak ? "


" Bukan Nayra bukan telat tapi Nayra memang gak kembali kesini lagi ?" Maya ikut bersuara.


" Jadi Nayra benar- benar gak mau gabung lagi ? Kalau gitu aku mau keatas duluan tolong jangan ganggu aku dulu selama beberapa jam kedepan , Wisnu tolong atasi semua ya ?" Ujar Narendra seraya berlari menuju atas dengan menaiki tangga.


Sedangkan Wisnu ,Doni dan Maya hanya mampu saling tatap satu sama lain dengan pemikiran masing- masing.


Di atas Narendra menghela nafas panjang menghembuskan dengan kasar.

__ADS_1


" Nayra kenapa kamu gak mau bergabung lagi dengan cafe ini ? Apa kamu masih marah dengan apa yang telah papa ku lakukan ke kamu ? Sepi sekali Nay cafe ini tanpamu? padahal alasan terbesarku membuka cafe ini hanya untuk bisa bertemu kamu tapi sekarang kamu malah gak ada rasanya percuma membuka cafe ini ?"


__ADS_2