Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
PELUK KAN HANGAT.


__ADS_3

" Apa dok gak bisa ? jadi barang bukti yang aku bawa gak bisa menunjukkan siapa pelakunya?"


Tubuh Nayra tiba - tiba lemas seketika ,kecewa karna apa yang sudah di kumpulkanya saat ini tidak membuahkan hasil .


" Iya Nayra , sidik jari bisa menempel hanya di kayu ,logam ,gagang pintu dan kaca . Sedangkan barang bukti yang kamu bawa potongan kain sidik jari sulit untuk diidentifikasi karna kain bersifat menyerap dan ini sangat berpengaruh pada sidik jari


Hal ini terjadi karena, sidik jari menempel dengan mengeluarkan minyak alami. Minyak tersebutlah yang meninggalkan bekas pada permukaan benda.


Selanjutnya batu yang kamu bawa pertamanya


dapat dilihat sidik jari dan dapat diidentifikasi pada sampel batuan yang diuji dalam waktu satu jam setelah ditangani, tetapi tanda tersebut kurang terdefinisi dengan baik setelah 24 jam.Sidik jari tertinggal oleh minyak dan keringat yang terbawa di tangan. Cetakan tidak terbentuk rapi pada permukaan kasar, dan permukaan berpori cenderung menyerap dan menyebarkan lemak dan minyak. " Jelas dokter.


" Ini Nayra hasil dari identifikasi dari sendok yang kamu berikan sementara hanya itu saja semoga bisa membantu " Imbuhnya seraya memberikan kertas yang berisikan data sidik jari.


" Makasih dok "


" Ya sama - sama "


Meski ada kecewa yang mendalam setidaknya masih ada secercah harapan ditangan Nayra ,meski sebenarnya Nayra ingin mencocokkan pemilik potongan kain itu dengan sendok yang ia beli dari pelayan itu. Mencari bukti memang tidak lah mudah harus ada usaha yang keras dan tekad yang bulat .


Nayra memutuskan tidak langsung pulang seperti biasa Nayra akan pergi ke pantai untuk sekedar mencari ketenangan .

__ADS_1


Memarkirkan motor ditempat biasa ,berjalan mendekati air laut yang terlihat indah dengan deburan ombaknya .


" Drtt "


ponsel bergetar ,Nayra segera melihatnya.


"( Kamu dimana Nay ? )"pesan dari Narendra .


Nayra segera membalasnya " ( Lagi dipantai ada apa? ) "


Beberapa menit menunggu tak kunjung ada balasan . Nayra akhirnya menaruh kembali ponselnya di tas kecil yang selalu dibawanya. Kembali menikmati suasana pantai yang sepi hanya angin dan ombak yang menemaninya.


Iya dia adalah Narendra berlari kecil menuju arah Nayra dengan senyum yang mengembang .Ditangannya nampak membawa sesuatu .


" Nayra ,maaf aku datang kesini menyusulmu " Ucap Narendra sebelum ditanya.


" Iya gak papa "


" Oh,ya ini aku bawakan es krim sama ada minuman juga cemilan "


" Niat bwanget bawa beginian segala hehe " Nayra terkekeh begitupula dengan Narendra yang terlihat tersipu malu.

__ADS_1


" Eum ,cari tempat yuk yang enak ?" Imbuh Nayra.


" Ayo"


Akhirnya mereka mencari tempat yang nyaman ,dibawah pohon yang ada dipinggiran pantai,Narendra mengambil batu yang agak besar untuknya duduk bersama Nayra. Mereka menikmati es krim berdua dan tanpa sengaja Narendra melihat Nayra yang makan lahap sekali sampai tidak sadar bahwa diatas kepalanya ada ulat bulu yang bergantung hendak jatuh dipucuk rambutnya.


" Nayra diatas mu ?" Ucap Narendra seraya menunjuk ke atas rambut Nayra .


" Apa an ?" Nayra mengelus pucuk rambutnya sendiri namun tidak ada apa - apa .


" Maaf "


Pluuuk


Ulat itu jatuh tepat di punggung tangan narendra , sedangkan tubuh Nayra dipeluk Narendra dengan erat . Nayra hanya diam ,es dan ulat pun menjadi saksi moment langka itu.


" Ugh .." Narendra menyingkirkan ulat yang ada ditangannya . " Eh ...maaf ,tadi ada ulat " Jawab Narendra " I- iya gak papa ,eum maaf juga bajumu kotor kena es krim ku " Nayra membersihkan baju Narendra yang terkena es krim.


" Gak papa - gak papa Nay " Narendra ikut membersihkan baju nya sendiri.


Hati mereka sama - sama deg - degan ,darah seakan mengalir hangat ,pipi mereka pun berubah warna . Begitulah jika 2 insan bertemu.

__ADS_1


__ADS_2