
" Aku tidak salah pak !" teriak jaya Kusuma kala tangannya digandeng dua petugas polisi.
" Sudah diam,semua orang yang masuk sini sama omongannya seperti kamu selalu mengelak .Sudah masuk "
Memasukkan jaya Kusuma di sel ,disana sudah ada 4 penghuni dengan masing- masing kejahatan yang berbeda- beda.4 penghuni sel itu memperhatikan jaya Kusuma dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis.
" Pak tolong lepaskan saya ,saya tidak salah pak !" teriak jaya Kusuma lagi.
" Sudah diam ,kalian berempat yang baik dengan teman baru ini "
" Kasus apa ini pak emangnya " tanya salah satu penghuni lapas.
" Pemerk*saan "jawab polisi itu kala mengunci lagi sel tahanan itu kemudian petugas polisi itu pun pergi meninggalkan tempat itu.
Jaya Kusuma masih teriak- teriak ,mengeluarkan kata- kata sumpah serapah kepada polisi kala kedua polisi hendak pergi sedangkan 4 penghuni lapas hanya memperhatikan dan berbisik- bisik satu sama lain.
" Pak saya tidak salah pak..huuuh..lihat saja nanti saya pasti akan keluar dari sini dengan mudah saya ini jaya Kusuma pemilik perusahaan besar ternama ,tidak akan ada yang bisa memenjarakan saya seperti ini ,lihat saja ! Kalau perlu nanti saya beli kantor polisi mur*Han ini!" teriaknya dengan tangan terus mengguncang keras jeruji besi didepannya.
" Heeeyy...kamu anak baru sudah tua masih saja sok jago ,pakai teriak- teriak lagi.kamu pikir kami semua disini patung tembok hah.. !" teriak salah satu penghuni lapas.bertubuh tegap ,rambut sebahu dan memiliki tato bergambar Naga dilengannya.
Jaya Kusuma membalikkan badan,menatap semua penghuni sel disana tanpa ada takut sedikitpun.
" Kenapa kalian semua melihat saya begitu ,terserah saya mau teriak - teriak atau apa urusan kalian apa ? " jawab jaya Kusuma dengan jumawa. Saat melihat 4 sekawanan itu duduk berKerumun dipojokkan sel.
" Hmmmm..bisa sombong juga dia ?"
" Ya bos ,belum tahu bos itu?" si badan kurus menjawab
" He.em betul sok gaya?" si tukang melotot menimpali.
" sudah bos sikat aja kelamaan ? " si gedut ikut juga menimpali.
__ADS_1
Pria berbadan tegap itu berdiri disusul 3 temannya yang siap siaga dibelakang.
" HEY....kamu itu sudah tua jadi jangan sok disini ngerti..lihat badanmu udah kurus rambut juga udah ada uban ,begini masih gaya- gayaan , masih gak ingat umur !" teriak pria bertato didepan jaya Kusuma .
" Memang kenapa? saya memang udah tua tapi saya orang kaya saya punya perusahaan ternama dan saya juga punya anak buah banyak"
" Haha...orang kaya ,hey pak tua rambut beruban mana ada orang kaya dipenjara gara- gara perk*sa anak orang ,kalau saya jadi kamu saya akan lari sejauh mungkin keluar negri pakai uang.Lha ini ngakunya kaya tapi dipenjara Halunya lagi ngaku - ngaku punya anak buah lagi hahaha..Hey pak tua orang kalau sudah masuk sini itu mau punya harta mau punya anak buah itu semua sudah tidak berpengaruh sekarang yang ada itu hanya saya yang berkuasa disini ngerti " ujar si pria bertato naga mendekatkan wajahnya ke wajah jaya .
" Hahaha . .." suara tertawa serempak 4 sekawan itu.
" Tapi saya tidak takut" tantang jaya.
" Ow begitu kalian bertiga hajar !" perintah pria bertato kepada anak buahnya.
Bug ..bug..bug ...bug..
Pukulan demi pukulan melayang di wajah jaya. Tanpa ampun ketiga orang itu memukuli jaya dari semua celah.Jaya hanya mampu sesekali melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Aaaggrrh...sakit ..ampun- ampun,pak polisi tolong- tolong !" teriak jaya.
Sedangkan yang lain terus memukul menendang tidak lupa si pria bertato pun ikut menendang dan membenturkan kepala si jaya ke lantai hingga berdarah.
" Stoooppp...berhenti ! " teriak kedua petugas polisi yang datang membuka pintu jeruji besi dengan kunci dan melerainya.
Tanpa fikir panjang 4 sekawan itu langsung menghentikan aksinya dan membiarkan jaya terkulai lemas dilantai dengan terus meraung kesakitan.
" Kalian ini bikin ribut saja ,siapa yang mulai duluan " bentak polisi berkumis.
" Dia pak" 4 sekawan itu serempak menunjuk jaya Kusuma yang masih tergeletak.
" Tidak pak ....aaaduuuhh...aaaa..bukan saya pak tapi mereka yang menghajar saya" ucap jaya membela diri.
__ADS_1
" Jangan percaya pak ,orang dianya duluan buktinya selama ini kami gak pernah berantem kan pak disini kami damai - damai aja ya kan?" ujar pria bertato.
" Iya betul pak" jawab ketiga sahabatnya.
" Sudah- sudah,kali ini saya maafkan kalian tapi kalau besok- besok kejadian seperti ini lagi saya sendiri yang akan menghukum kalian mengerti " ujar polisi berkumis dengan tegas.
" Siap pak" jawab serempak.
"Ali bantu saya bawa bapak ini agar mendapat perawatan."
"Siap pak laksanakan"
" Kamu ini tahanan baru sudah bikin onar"
" Saya ..tidak pak mereka yang bikin ulah" ucap jaya seraya menahan sakit.matanya melirik kearah 4 sekawan itu.
" Awas kamu !" ujar pria bertato dengan pelan memperlihatkan wajah bringasnya.
Jaya Kusuma hanya mampu menutup mata sejenak kemudian mengalihkan pandangan tak berani lagi menatap 4 sekawan itu.
Kedua polisi itu langsung membawa jaya keruang UKS untuk diobati luka- lukanya.
"Sudah pak , bapak boleh istirahat dulu disini untuk beberapa hari sampai lukanya sembuh "
" makasih dok" ucap jaya kepada dokter yang merawat nya .
duduk sendiri termenung diranjang pasien.
" Anak sialan tega sekali bikin papanya menderita begini,baru kali ini aku harus merasakan sakitnya dipukuli orang mendapat jahitan banyak dikepala dan harus merasakan sakit begini diseluruh tubuh .Dan sampai sekarang anak itu malah gak datang rasanya sakit ini melebihi luka yang ada di tubuh ini."
Apa ini yang disebut sakit tanpa luka tapi kalau saya yang begini sudah sakit hati masih sakit badan .
__ADS_1