Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Dibenci selamanya.


__ADS_3

" Haha ... dasar wanita lemah , ini akan jadi hari terakhirmu kupastikan kamu akan menyusul adikmu hari ini juga !" Gertak jaya didepan nayra yang kini sudah terkulai lemah dideket pintu keluar .


" Hms , tidak segampang itu ja - ya justru kamu yang akan segera hancur " Dengan penuh penekanan .


" Bisa apa kamu ? Bentar lagi juga kamu akan menyusul ! " Tangan Seno memegang rambut Nayra dengan kuat .


" Aaak,aaah ..." Teriak Nayra kesakitan tangannya mencoba menghentikan tangan jaya .


Namun apalah daya ,Nayra kalah tenaga bagaimanapun juga nayra hanyalah seorang wanita yang tenaganya tak seberapa beda dengan jaya yang tenaganya sangat luar biasa .


Darah Nayra semakin mengalir deras . matanya semakin kunang - kunang , berusaha tetap tenang untuk memulihkan tenaga setidaknya bisa meminta bantuan kepada tetangga .


" Haha ... " Jaya semakin bringas menarik rambut Nayra dengan kerasnya ,tanpa memperdulikan Nayra yang kesakitan .


Kini jaya siap - siap memukulkan kepala Nayra pada tembok yang berada disampingnya.


" Berhenti !" Teriak seseorang dari kejauhan membuat Seno mengurungkan niatnya untuk mendaratkan kepala Nayra ke tembok.


Jaya yang mendengar suara itu langsung menoleh kearah suara, namun wajah seseorang itu tidak begitu jelas karna masih agak jauh , seseorang itu semakin mendekat membuat Seno alias jaya berdiri menunggu seseorang itu datang tepat didepannya.


"Huh ...huh ...huh ... " Deru nafas Seno semakin cepat kala melihat seseorang itu makin dekat dirinya .

__ADS_1


" Kamu !" Jaya tersentak kala melihat seseorang itu adalah Narendra .


Narendra melihat Nayra yang sudah tergeletak didekat pintu keluar dekat dengan meja nakas untuk menaruh aksesoris rumah agar terlihat cantik itu dengan keadaan yang sangat memprihatinkan Rambut Nayra acak - acak kan dan juga darah segar mengalir di wajahnya .


"Apa yang anda lakukan pada Nayra hah !" Narendra bersuara keras memeluk Nayra dengan erat. Kemudian menaruhnya kembali disana ?"


Seno alias jaya hanya bisa mematung sesaat


" Anda benar - benar , manusia kejam ? Dasar pengec*t beraninya sama perempuan lemah ' Maki. Narendra kepada papanya


" Kenapa kamu datang kemari hah ,untuk apa ? ingat ya sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui hubunganmu dengan wanita ini mengerti !" Seno tak kalah bersuara keras.


" Aku tidak peduli dan aku tidak mau tahu karna apa aku tidak perlu dengan restumu ! Bagiku aku adalah anak yang sebatang kara ! Dan mulai detik ini aku tidak akan memnganggapmu sebagai ayah ku lagi mengerti !"


Narendra meringis kesakitan dan langsung reflek memegangi pipinya.


" Ayo tampar lagi tampar kalau perlu bunuh sekalian ! " Gertak Narendra . " Kenapa berhenti bukankah anda sendiri yang memulai , tidak menerima ku sebagai anak mu dan sekarang kenapa anda malah bilang tak akan merestui memangnya anda siapa ? Apa anda baru sadar dan baru ingat kalau anda pernah punya anak seperti saya gitu ? "


" Plak ... " Tamparan kedua mengenai pipi satunya .


" Masih mau bicara lagi ! Aku ini papamu ! Apa kamu tidak bisa menuruti kata - kata papamu ini hah ! Kamu mau jadi anak durhaka !" Teriak jaya memandang Narendra.

__ADS_1


" Bukan aku yang durhaka tapi anda lah membuat aku menjadi durhaka dan mulai sekarang aku tidak mau punya hubungan denganmu lagi jaya Kusuma "


Narendra langsung mengangkat tubuh Nayra membawanya kearah mobilnya yang diparkir agak jauh dari rumah Nayra.


" Narendra tunggu !" Teriak papa Narendra namun Narendra tetap pergi begitu saja tanpa menoleh sekalipun.


***


Disisi lain Van sudah mulai jujur dengan Dinda sedikit demi sedikit , awalnya Dinda memang sangat shock karna cerita Van yang punya masa lalu yang kelam ,namun dengan hati yang lapang dan yakin dengan Van kalau Van akan berubah Dinda menjadi terbiasa .Van juga berjanji akan segera melamar Dinda dan menerima anak yang ada didalam kandungan Dinda itu, Van juga berjanji akan menyayangi anak itu seperti anak kandungnya sendiri.


Tapi masalahnya Dinda belum jujur tentang ayah dari anak itu .


***


" Aaaggrrh ... kenapa harus jadi seperti ini ! Narendra anak ku maafkan papa nak maafkan papa " Sesal jaya ,kini jaya berada diatas jembatan yang bawahnya sungai yang berarus deras .


Jaya kini berada di bibir jembatan duduk disana seraya melemparkan batu - batu kecil ke arah sungai melampiaskan rasa kesalnya pada batu yang dilemparnya .


" Narendra papa sayang denganmu ,papa gak berniat bicara kasar seperti itu apalagi sampai menamparku seperti tadi maaf kan aku narendra " Gumam jaya .


Setelah selesai melampiaskan kekesalannya pada dirinya sendiri kini jaya berdiri dan meninggalkan jembatan itu jaya memegang pojok besi pembatas jembatan untuk berpegangan .

__ADS_1


" aaaahhkk .... aaaaa..."


Byuuuurr ..


__ADS_2