Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
42.meyimpan dendam.


__ADS_3

" Ini nomor Rayna, nomornya memang sama denganku hanya beda angka satu saja dengan nomorku,aku masih ingat kami dulu membelinya sama-sama waktu Nayma masih ada. Aku masih ingat saat itu Nayma lah yang memilih nomor kartu itu untukku,namun Rayna yang juga sedang disana menginginkan nomor itu juga dan untungnya pemilik counter hp punya kartu yang nomornya hampir sama beda satu huruf saja dengan kartu yang aku pakai saat ini."


" Tapi Nay dari mana dia bisa dapat nomor semua karyawan disini dan tau semua tentang karyawan yang ada disini?" wisnu masih belum percaya.


" Ya mungkin dari bos Narendra kan bos Narendra masih saudaranya. "fikirku aku yang masih duduk dikursi seraya memegangi daguku dengan tangan.


" Oh...jadi benar, apa yang dikatakan Rayna dan karyawan lain tentangmu


Teriak bos narendra.Sontak membuatku terperanjat kaget begitupun juga Wisnu yang langsung melihat kearah suara. Aku yang tengah duduk segera turun dari kursi dan berdiri tegap.


"Euuummm.. " tak bisa berkata rasanya hanya kata itu yang keluar dari mulutku.


Bos Narendra menghampiriku melihatku dengan tatapan emosi.


" Nay ,harusnya kamu tuh sadar dan ingat disini kamu siapa ? KARYAWAN ! " tekan bos Narendra kepadaku." Dan kamu tau kan tanggung jawab sebagai karyawan disini itu apa ? harus kerja keras bukan seenaknya saja,masih pagi duduk santai.Lihat itu karyawan lain sudah bersih- bersih melakukan tugasnya masing- masing tapi kamu malah seenaknya begini."


Aku hanya bisa menunduk terdiam.Aku baru kali ini melihat bos Narendra semarah ini padaku.Padahal baru kemarin kami ngobrol santai tertawa lepas.Aneh memang sekejab berkata manis seketika juga berubah memaki.


" Sabar Narendra Nayra hanya menjelaskan tentang masalah yang terjadi denganku." bela Wisnu.


" Jelasin apa? apa harus sepagi ini diwaktu jam kerja. lihat yang lain sudah sibuk dengan kerjaan masing-masing, tapi dia?"bos Narendra menunjukku dengan mata melotot.


Aku hanya melirik sekilas kemudian menunduk kembali. Aku tahu aku salah karna seharusnya aku disini kerja , bukan malah ngobrol tapi aku juga harus menjelaskan bahwa aku sama sekali tidak menghubungi karyawan cafe ini. Aku hanya ingin meluruskan kesalah fahaman ini.


" Ah ...percuma!" ucap bos Narendra berkacak pinggang lalu menurunkan lagi. Mungkin dia kecewa atau apalah aku tak tahu.

__ADS_1


" Tenang Narendra kamu salah faham dengan Nayra, aku sangat kenal dengan Nayra . Nayra anak yang rajin dan giat .Apa yang kamu lihat tadi itu hanya salah faham. Selama ini Nayra lah yang membantuku saat karyawan lain belum datang, jadi aku mohon Narendra biarkan Nayra menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.Oh ya apa kamu juga dapat pesan dari Nayra tadi malam?dan tunggu kamu bilang tadi kata Rayna ,memangnya Rayna bilang apa saja kekamu tentang Nayra?" tanya Wisnu.


" Ya aku dapat,pesan dari Nayra dan kamu tahu Nayra ini sigadis sok baik sok lugu ini ternyata menjelek- jelekkanmu dan juga Rayna.Tidak hanya disitu saja wanita ini juga sudah menjelek- jelekkan ku di Rayna.Untungnya Rayna saudara yang baik dia tahu aku seperti apa ,jadi meski ada orang yang berusaha menjelekkan ku percuma dia tidak akan bisa. "


bos Narendra melihatku sekilas kemudian membuang muka,ketika mata kami beradu tatap sekilas.


" Jadi benar ini semua ulah Rayna , tapi untuk apa ? Apa tujuannya?sampai dia tega begitu memfitnah Nayra ?" gumam Wisnu.


" Maksud kamu apa Wis ,kamu mau bilang disini bahwa Rayna yang sudah mengada- ada cerita ini ,dan wanita ini yang kamu anggap paling benar"


" Memang itu kenyataannya Narendra Nayra tidak salah disini Nayra hanya korban dari fitnahan Rayna , dan tadi kami sedang membahas ini."


" Alah... kamu Wis - Wis masih mau saja tertipu dengan keluguan wanita ini, ingat kamu juga salah satu orang yang sudah dijelek - jelekkin nih cewek baik di aku dan juga karyawan lain ,apa perlu aku tunjukkan pesan tadi malam ke kamu? Begitu masih saja kamu percaya dan belain terus." ucap bos Narendra dengan ketus.


Aku yang mendengarnya dari tadi ikut panas rasanya telingaku, semakin didengar semakin bikin telinga sakit.Dari setiap kata yang diucapkan bos Narendra terhadapku.Hanya bisa sabar dalam kondisi seperti ini.


Setelah keduanya saling melihat dan memastikan,mereka terlihat beradu Pandang. sesekali bos Narendra mengangguk anggukkan kepala.


" Mari kita hubungi sama- sama kamu, hubungi nomor yang itu ,aku hubungi nomor Nayra .Nayra keluarkan ambil tas kamu?"


" Ya Wisnu ." Aku segera mengambil tasku ,kemudian menaruhnya didepan mereka.


" 1 2 3 " ucap Wisnu yang menekan hp yang ada ditangannya begitupun Narendra.


Saat itu juga hpku berdering didalam tas,segera aku mengambilnya dan ternyata panggilan dari Wisnu.

__ADS_1


Sedangkan hp bos Narendra masih mencoba menghubungi entah siapa? Menunggu diangkat agak lama,mungkin masih tidur karna jam masih menunjukkan pukul 6 pagi.


" Pagi...ini siapa? " suara dari sebrang sana.


" Saya teman " ucap Narendra bingung menyusun kata- kata.


" Oh kata non Rayna kalau ada perlu nanti siang saja ini non Rayna masih tidur." jelas seseorang dibalik televon.


" RAYNA ! " ucap kami serempak dibarengi bos Narendra mematikan telvon.


*****


Sedangkan dirumah Rayna ,terlihat baru bangun tidur.


" Bibi sudah selesai nyapunya?habis ini tempat tidurku jangan lupa ? ow ya tadi yang telvon siapa bi ? " tanya Rayna.


pembantu Rayna yang sedang mengangkat keranjang berisikan baju kotor berhenti sejenak .


" Emmz ya non ini tinggal bawa baju kotor untuk saya cuci setelah ini baru saya rapikan tempat tidur non. Oh Tadi yang telvon katanya sih teman non gitu" jelas bibi.


Setelah bibi keluar dari kamar, Rayna pun mengambil hp yang ada dinakas. mengecek siapa yang telfon .


" Lho kok gak ada panggilan masuk? gawat jangan- jangan? " Rayna mengambil hp satunya yang ada dinakas,kemudian melihat panggilan yang masuk.


"Aagggrrhh..sial ..praaakk" hp yang ada ditangan Rayna pecah seketika akibat lemparan kuat dari tangan Rayna.

__ADS_1


" Kenapa aku ceroboh,kalau saja tadi aku tidak suruh bibi untuk angkat telvon pasti gak akan ketahuan ,kalau sudah begini apa yang harus aku lakukan ? Belum juga aku membalas dendam ke Nayra ini sudah gagal gara- gara kecerobohan ku. " maki Rayna ke diri nya sendiri seraya memukul-mukulkan tangannya ke kasur.


Aku harus merubah strategi agar aku bisa lebih gampang menghancurkan Nayra .


__ADS_2