
Badanku terasa sakit, luka yang ada dikaki dan tangan sangat perih apalagi bahuku terasa linu luar biasa ,makanan yangbkubeli tadi terhambur dijalan.mencoba mengangkat motor untuk berdiri,dengan susah payah.
Untungnya ada beberapa warga sekitar,berbondong- bondong lari menolongku. membantuku berdiri dan memberiku air minum.
" Terimakasih buk minumnya?" ujarku kepada ibu-ibu yang memberiku air.
" Iya sama- sama neng ? hati - hati neng kalau lewat sini soalnya di jalan ini kerap kali terjadi kecelakaan." ibu menjelaskan.
" Apa ada yang luka neng? apa perlu kami antar kerumah sakit?" ucap beberapa warga panik.
" Terimakasih Bu pak ,tidak usah ini hanya luka ringan insyaallah nanti sampai rumah juga sudah sembuh."ucapku menimpali.
" Ini motornya gak kenapa-napa neng masih bisa dipakai " ucap bapak- bapak yang sedari tadi memeriksa motorku.
" Makasih Bu pak atas bantuannya ,mungkin jika tidak ada bantauan dari ibu bapak saya tidak tau harus berbuat apa?" ucapku seraya memandang satu persatu orang - orang yang ada didepanku.
" ya sama- sama neng" ucap beberapa warga serempak.
" Mari semua" ucapku berpamitan.
****
Kurebahkan tubuhku pada kursi sofa,kupejamkan mata sejenak. Bahuku yang masih sakit kupijit dengan perlahan.
" Mbak Nayra kenapa ini? makannya kalau naik motor gak usah ngebut-ngebut akhirnya begini kan ?" Nayma mengobati lukaku membersihkan lukaku dengan cairan alkohol,membersihkannya dengan hati-hati.
" Nayma kamu pulang? bukannya kamu ?" aku menepuk -nepuk pipiku ini asli,Nayma kamu hidup kembali?" ujarku dengan senyum melebar dibibirku.
" Mbak ini ngomong apa sih ,ya aku Nayma mbak ,ingat mbak jangan seperti ini lagi . Siapa yang bikin mbak begini ?Mbak jangan mau dibikin begini ? Tetap semangat ya mbak mengejar apapun yang mbak inginkan jangan biarkan hati mbak goyah sedikitpun. Jangan biarkan orang- orang diluar sana berbuat semaunya apalagi menghalangi keinginan mbak.terus berjuang mbak demi keadilan. "
Aku hanya mengangguk dengan buliran air mata yang keluar ,menatap dalam wajah Nayma.
Nayma dengan cekatan mengobati lukaku yang ada dikaki meletakkan kaki ku ke pahanya.
" Nayma mbak bisa peluk kamu?"tanyaku.
__ADS_1
" Bisa dong mbak "jawab Nayma dengan menurunkan kakiku secara perlahan kemudian memelukku erat.
" Mbak ,harus waspada dan hati- hati karna didepan masih ada rintangan yang lebih sulit.Mbak tidak usah takut hadapi semua dengan kepala dingin jangan sampai emosi mengendalikan mbak,aku akan selalu ada dihati mbak.Tegakkan kebenaran dan keadilan di dunia ini mbak tunjukkan jika mbak wanita yang hebat wanita pantang menyerah dan tak terkalahkan." Bisik Nayma ditelinga ku.
Ku peluk tubuh Nayma dengan erat hingga air mataku menetes deras tanpa komando.
" Assalamualaikum"
" Nayma?" teriakku sembari menoleh keseisi ruangan.
" Ini saya mbak Nayra ibu Salma, mbak mimpi apa ? Sampai tersengal- sengal begitu nafasnya.ini minum dulu mbak" Ibu Salma memberi minuman air putih yang ada dimeja.
" Makasih Bu , tadi ada Nayma disini? ucapku menepuk kursi sofa yang ada di sebelahku."
" Nayma ? yang sabar mbak Nayra ,Nayma sudah pergi untuk selama- lamanya ,sekarang mbak tinggal doakan Saja supaya Nayma tenang disisinya" tutur ibu Nayma seraya menepuk pundakku.
Ternyata hanya mimpi, Benar- benar sulit dipercaya bagaimana tidak tadi saat aku menepuk pipiku aku merasa sakit. Dan bahkan pelukkan itu rasanya masih sama saat Nayma memelukku di meja makan.
" Hufz ya Bu Salma ,Mm ada perlu apa ya Bu tumben kesini?" tanyaku dengan senyum tipis dibibirku.
" Ow iya Bu insyaAllah nanti malam saya datang,silahkan duduk dulu Bu?"
" Terimakasih mbak Salma saya langsung saja masih,kerumah tetangga yang lain,jangan lupa mbak Salma nanti malam habis isya acaranya. Mbak Nayra tadi pagi ada yang datang kerumah mbak ?,orangnya celingukan."
" Siapa Bu Salma ,apa ibu tau siapa orangnya dan bagaimana ciri-cirinya?"ucapku kaget
" Kayaknya itu orang baru deh mbak, bukan teman mbak yang biasa kerumah, saya juga tidak pernah lihat sebelumnya.orangnya tinggi ,mengenakan jaket dan kaca mata hitam. Sempat saya tegur .mau cari siapa ? orangnya sudah pergi kerja ? eh malah langsung nyelonong pergi begitu saja mbak"Jelas ibu Salma.
" Ow,Mungkin orang nyasar kali Bu salma"
" ya mungkin mbak ,ya sudah dulu mbak saya pamit dulu assalamuallaikum "
" Waalaikumsallam "
Dari keterangan Bu Salma dapat dipastikan bahwa orang itu sangat mengingatku,buktinya dia sampai cari tau alamat rumahku. sebenarnya dia siapa ?
__ADS_1
" Kenapa tadi gak tanya Bu Salma orangnya muda apa tua?"
" Nayma aku kangen banget sama kamu?berarti dari tadi aku memeluk bantal sofa ini haduh-haduh jangan sampai kewarasanku ikut terganggu sudah mikir kangen Nayma ini lagi ditambah mikirin siapa orang berjaket hitam?"
Malam pun tiba aku bersiap kerumah Bu Salma ,menghadiri acara syukuran anak pertamanya namanya Dinda dia bekerja disalah satu perusahaan ternama.Setelah bekerja cukup lama diperusahaan tersebut dulu yang hanya menjadi karyawan biasa kini Dinda diangkat menjadi staf pribadi bosnya.Aku dan Dinda bersahabat cukup lama ,hanya saja kami terpisah karna kerjaan kami berbeda meski begitu kami masih sering berkomunikasi satu sama lain.
Rumah kami hanya berjarak 10 rumah,aku memutuskan untuk jalan kaki bersama ibu - ibu yang lain.
Bercengkrama dengan berjalan kaki rame- rame begini adalah hal yang sangat istimewa menurutku, bercanda dan saling bersapa.
" Assalamualaikum" ucap kami serempak yang baru datang.
" Waalaikumsallam mari- mari masuk?" ibu Salma menyambut kami dengan ramah.kami pun duduk di tikar yang sudah disediakan ikut bergabung dengan para tamu yang sudah datang.
" Nayra sini ikut aku?" Dinda menarikku dan mengajak ku kesuatu tempat.
" Mau kemana?" ucapku mengikuti langkah Dinda menerobos para tamu yang datang ,badan kami sedikit membungkuk tanda menghormati setiap orang yang kami lewati.
" Sini saja kan enak ,lagian diluar kan undangan para emak- emak hehe?" Dinda menutup pintu kamar dan mengajakku duduk diranjang tempat tidur miliknya.
" Ya sih hehe ,eh selamat ya atas kenaikan jabatanmu aku ikut bangga menjadi temanmu?" ucapku memberi selamat dan memberikan kado ke Dinda.
" Ya sama- sama ,ini apaan ? repot- repot sekali kamu udah datang gini aja aku dah seneng ?" Ucap Dinda seraya membolak- balikkan kado yang aku bawa.
" Itu gak seberapa kok, yang pastinya itu bukan bom hehe?" ucapku terkekeh.
"Haha tau saja apa yang aku pikirkan habis bentuknya mencurigakan ?"
Drrtt...Drrtt..
" Iya pak ada apa ya?ow ya siap pak sebentar saya cari dulu?"
" Siapa?" ucapku dengan nada pelan .
" Ini Bosku ?" Dinda mengarahkan hpnya kearahku dan terlihat Om jaya dengan menggunakan jas,namun mataku fokus dengan jaket dan juga kaca mata yang tergantung didekat om jaya.
__ADS_1
Demi apa ? Om jaya melakukan ini semua .