Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
53. Harus kehilangan.


__ADS_3

"Apa ? terus bagaimana masak iya kita kebawah pakai tangga darurat? " teriak Narendra di ujung televon.


" Maaf tuan Narendra ini demi keamanan bersama dan keselamatan tuan, juga teman-teman tuan " suara dari balik televon.


" Apa tidak bisa diperbaiki segera ? bisa kan panggil orang buat benerin lift sebentar? "pinta Narendra .


" Maaf sekali lagi tuan , orang yang biasa lift lagi sakit tuan kalau kita suruh orang lain malah semakin lama.Jadi jalan satu- satunya untuk turun hanya tangga darurat saja tuan?"


je


" Ya - ya, ya " ujar Narendra dengan kesal dan langsung mematikan telvon kemudian menyimpannya disaku celana.


" Maaf semua kita harus menghadapi masalah lagi. Tadi pengawal papa yang ada dibawah baru saja memberi kabar kalau liftnya sedang tidak bisa dipakai sementara." ucap Narendra dengan muka melas,memandang wajah kami satu persatu.


"Terus kita harus lewat mana ? kita gak akan disini sampai pagi kan Narendra?" tanya Rayna yang panik.


" Jalan satu- satunya ,kita harus memakai tangga darurat. Itu pun kalau kalian mau? "


Semua mata tertuju padaku. iya aku tahu semua orang khawatir dengan kondisiku.


" Kenapa kalian melihatku begitu ? aku mau kok lewat tangga darurat. " kataku.


" Beneran Nay ,kamu yakin ?" Maya meyakinkan disusul dengan anggukan semua yang ada di balkon.


" Ya Maya kamu tenang, aku gak papa , tadi aku hanya shok aja. Makasih ya mau menolong ku , aku sangat berhutang Budi padamu Maya?" ujarku dengan memeluk Maya erat.


" Ya sudah ayok kita turun sama - sama keburu tengah malam ? " ucap Doni.


" Eh tapi tunggu dulu? " ucap Wisnu.


Kami yang sudah berdiri dan hendak melangkah, terhenti sejenak memperhatikan wisnu


" Apa lagi Wisnu?" tanya Doni.


" Gini, kita harus atur jalannya biar kita sama- sama sampai bawah ? Narendra kamu duluan petunjuk arah disusul Nayra dan Maya setelah itu Rayna baru aku dan Doni ,bagaimana ?" Wisnu memberi arahan.


" Sip, ayok pintu tangga darurat disana,Kalian harus hati- hati karna penerangan disana agak gelap dan dilantai 2 menuju lantai satu lampunya mati jadi kalian harus siap- siap nyalakan flash hp kalian masing- masing."


Setelah Narendra memberi pengarahan kepada kami , kami semua mulai menuruni anak tangga satu persatu, benar kata Narendra penerangan disini agak kurang mungkin karna tidak pernah dipakai jadi lampu sengaja dibiarkan begitu saja.


Aaakkk....


teriak Rayna

__ADS_1


" Kenapa Ray?" tanya wisnu.


" Ah..tidak i- itu tadi tikus lewat " ucap Rayna terbata.


" Kamu Ray bikin kaget saja ? Narendra ini sudah sampai lantai berapa? perasaan kita sudah jauh turunnya." keluh Doni agak berteriak.


" Baru lantai 3 ! " teriak Narendra.


" huhhf,lama sekali ?" jawab Doni.


" Nayra kamu masih kuat kan?" tanya Narendra dengan terus menuruni tangga begitu juga aku.


" Masih?" ucapku.


Kami berjalan beriringan,kudengar Doni yang terus mengomel karna capek , sedangkan Rayna sedikit- dikit teriak karna kaget dengan tikus yang lewat secara tiba - tiba , kecoak yang terbang dan sarang laba- laba yang dikira bayangan sesuatu.


Tiba kita dilantai 2 yang gelap gulita ,kita pun siap- siap menyalakan hp masing-masing. Aku yang dari tadi dipapah Maya merasa tidak enak, aku pun meminta Maya jalan duluan dengan menggunakan kata isyarat,melepaskan tangan dan menepuk pundak berapa kali namun Maya menolak Maya malah menyuruhku untuk jalan didepannya mau tidak mau aku harus menuruti.Namun aku tidak langsung jalan melainkan berhenti dan agak meminggir tidak sejajar dengan Maya.


Lampu hp Narendra menyala duluan.


" Aaaaaakkk,..


Aakkkk...


Teriakkan Maya dan juga Rayna mengagetkan kami. Cahaya lampuku yang baru saja nyala kuarahkan ke asal suara dan betapa kagetnya ketika aku melihat dengan mata kepala ku sendiri Maya dan juga Rayna jatuh berguling- guling ditangga didepan kami melewati Narendra yang terlihat duduk di tangga yang tengah memegangi kepalanya.


"Maaayyyaaaa.....raaayyynaaaa...!" teriakku.


Wisnu dan Doni segera berlari menuruni tangga berusaha menyelamatkan Maya dan Rayna.Aku hanya bisa terduduk menangis sejadi- jadinya ,badanku lemas ,tangan ku bergetar dengan kuat. Rasa ini sama seperti saat aku bergelayut dibalkon tadi.Tiba- tiba cahaya lampu hp semakin gelap dan gelap.


***


" Maya....Rayna ...Tidaaakkk! " teriakku saat membuka mata.


" Aku dimana ?Maya, Rayna"


" Nayra ,syukurlah kamu sudah sadar,kamu ada dirumah sakit tadi malam kamu pingsan dan tak sadarkan diri akhirnya kami memutuskan untuk membawamu kesini?" ucap Narendra yang duduk didepanku.


" Maya ,Rayna dimana? aku mau ketemu dengan mereka Narendra aku mau tahu keadaan mereka , mereka baik- baik saja kan?" cercaku.Aku duduk dan segera berdiri tidak perduli dengan selang infus yang menempel dipergelangan tanganku.


" Iya Nayra ,nanti kita akan sama - sama lihat Maya dan Rayna,tapi setelah kamu agak baikan dulu oke ?" cegah Narendra.


" Gak ,aku mau sekarang aku mau lihat Maya dan Rayna Narendra pliss antar aku ketemu mereka ?" aku memohon dengan menangis tersedu- sedu.

__ADS_1


" Oke- oke , tapi kamu janji ya kamu harus sabar ?"


" I- iya i-iya aku janji?"


***


Kami menuju kamar IGD . Didepan ruangan terlihat orang tua Maya yang sedang berdiri menangis berpelukan. Sedangkan Doni dan wisnu duduk dikursi tunggu dengan pemikiran masing- masing.


" Tante ,om maaf kan saya ,karna saya gak bisa jaga Maya maafkan saya ?" ucapku saat didepan orang tua Maya.


" I- iya nak ,ini bukan salahmu mungkin ini ujian buat kita ,karna selama ini kami sebagai orang tua kurang perduli dengan maya.makasih kamu dan juga yang lain sudah mau menjadi teman maya anakku Hiks hiks "ujar Tante yang masih menangis.


Ceklek..


pintu dibuka.


" Permisi,Apa ada keluarga pasien?" tanya dokter.


" Ya dok kami orang tua Maya? bagaimana dok keadaan anak kami? " tanya papanya Maya.


Kami yang ada disini pun ikut menyimak penjelasan dokter.


" Begini,bapak ,ibu dan juga semuanya.kondisi Maya saat ini sedang koma , akibat yang ditimbulkan dari Cedera kepalanya yang menyebabkan otaknya membengkak atau berdarah. Saat otak membengkak akibat trauma, cairan pada otak otomatis mendorong ke atas ke tengkorak. Pembengkakan pada akhirnya dapat menyebabkan otak menekan batang otak, sehingga merusak RAS (Reticular Activating System) bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat seseorang tetap sadar." penjelasan dokter.


" Kira- kira kapan dong anak kami bisa cepat sadar dari komanya?" tanya mama Maya.


" Kita tidak tahu pasti ibu,tergantung pasiennya ada yang cepat dan ada yang lama semoga anak bapak dan ibu dapat melaluinya dan cepat pulih kembali.saya harap ibu dan bapak terus- terus banyak berdoa agar anak ibu dan bapak cepat sembuh dan kembali seperti sedia kala."


Maya cepat sembuh aku menunggumu.


" Narendra Rayna diruangan mana?" tanyaku.


" Ayok ikut kami Nayra?" ucap Wisnu.


Kami berempat berjalan menuju suatu ruangan Kamar jenazah.


" Kenapa kita berhenti disini Narendra ,Wisnu ,Doni. ? "tanyaku.


" Kamu harus sabar ya Nay ,Rayna sudah pergi nay , Rayna sudah kembali ?"ucap Doni.


" Maksud kamu Don ,Rayna kembali? hiks hiks ?" tangisku pun pecah.


Aku harus kehilangan lagi lagi dan lagi.

__ADS_1


__ADS_2