
" Kenapa Din kayak cemas gitu ?" Ujar Van kala melihat Dinda yang nampak cemas meremas jari - jarinya sendiri.
" Eum gak kok ,cuma sedikit gugup aja ?"
" Hehe ... gak usah panik gitu Din om - om aku itu baik kok orangnya dia ramah baik hati juga suka menabung " Canda Van .
" Kamu bisa aja ? Oh ya om kamu sudah punya anak berapa ?"
" Uhuk ... uhuk ... " Van tiba - tiba terbatuk .
" Kamu gak papa senja ,mau minum ?" Dinda menyodorkan air minum yang baru saja dia ambil dari tas nya.
" Enggak - enggak gak papa ?"
" Maaf kalau pertannyaanku salah " Dinda meminta maaf.
" Santai aja ,om aku itu dulu sih punya tapi sekarang dah pada jomblo semua yang satu ditinggal karna meninggal akibat sakit yang satunya lagi karna cerai. Setahu aku Om - om aku itu gak ada sih yang punya anak " Jawab Van .
" Astaga kasihan sekali om - om kamu ?" Ujar Dinda.
" Ya gitu , Oke sampai !" Van menghentikan mobilnya tepat didepan rumah berpagar hitam " Kamu tunggu dulu ya buka gerbang dulu " Pamit Van , Dinda hanya mengangguk tanda mengerti.
Setelah selesai memarkirkan mobil tepat dihalaman rumah Van lebih dahulu turun kemudian bergegas membukakan pintu mobil untuk Dinda.
" Makasih " Ucap Dinda saat turun.
Van mengangguk dan tersenyum. " Ayok langsung masuk aja " Van menggandeng tangan Dinda .
" Malam Om !" Sapa Van .
Rumah terbuka
tapi tak ada satupun sahutan orang dari dalam rumah.
" Om ... Om ... Om ..." Panggil Van kembali namun masih tetap tak ada suara .
__ADS_1
" Apa mungkin Om kamu pada keluar ? Kalau gitu kita pulang aja yuk aku gak enak jadinya ?" Ajak Dinda .
" Eh , tunggu Din ada kok om aku ntar aku telvon dulu ?" Van buru - buru mengeluarkan. ponselnya dari saku celana dan secepat mungkin mencari nama yang dicarinya di aplikasi hijau .
" Van sudah lama datangnya ?"
Suara yang tiba - tiba muncul dari belakang . Sontak mengagetkan Dinda dan juga van.
" Eh ,Om black bikin kaget aja om dari mana Van Panggil - panggil gak ada yang nyahut sama sekali ." Cercanya.
" Ow tadi om lagi ketiduran dikamar jadi gak denger ? " Black tersenyum ramah.
Dinda masih agak bingung dengan panggilan om ke senja tapi dia hanya diam tanpa bertanya karna Dinda tahu ini belum waktunya bertanya apalagi soal yang begitu penting.
" Oh ya kenalin om Dinda eum ,calon istri Van ?" Van agak berbisik diakhir kalimat.
Dinda yang mendengar itu langsung refleks menyenggol siku Van yang memang saat ini lagi disampingnya dengan tersenyum .
" Aduh " Van mengeluh . Om black yang mengetahui itu ikut tersenyum.
" Eum ,kenalkan om saya Dinda " Dinda mengulurkan tangannya ke black. Lelaki berbadan besar dan bertato di tangannya terlihat seperti preman yang ada di drama televisi ,bedanya om black berwajah kalem.
" Sudah om gak usah tadi sudah makan sama senja direstoran " Jawab Dinda .
Black mengangguk .
" Om Seno mana om ?" Tanya Van seraya melihat kesekeliling .
" Beli rok*k didepan bentar lagi juga pulang "
" Apa cari - cari !"
Suara Seno memasuki rumah .
Seketika kami berbalik ke arah suara.
__ADS_1
" Itu Din Om aku namanya Om Seno " Van mengenalkan Dinda ke Seno .
Seno yang melihat wanita didepannya sangat shock bukan main . Rok*k yang ada ditangannya langsung jatuh seketika. Seno memandang wajah Dinda dari atas hingga ke ujung kaki . Namun mata Seno berfokus pada perut Dinda yang kini sudah terlihat besar . Seno tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini .
" Om Seno kenapa ?" Tanya Van
Dinda dan om black hanya diam.
" Tidak ! Itu bukan anakku ,tidak !" Seno mundur beberapa langkah dan langsung lari sekencang mungkin meninggalkan kami yang masih bingung dengan apa yang terjadi .
" Deg " Dinda yang mendengar kata - kata itu tiba - tiba hatinya menjadi sakit.
" Om tunggu Om !" Van teriak dan hendak mengejar Seno ,namun tangan Van ditarik black .
" Sudah biar, nanti juga kembali .Maaf Dinda Om jadi gak enak atas kejadian tadi semoga kamu bisa memakluminya " Ujar black
" Oh ,i- iya om gakpapa ?"
" Ya sudah Mari duduk masak dari tadi berdiri terus ?"
" Ya om makasih " Ucap Dinda.
***
" Tidak itu bukan anakku ?" Gumam Seno yang kini berada ditepi danau yang tak jauh dari rumahnya.
" Kenapa bisa Dinda kenal dengan Van ?Gak bisa aku harus jauhkan Van dari Dinda ? Aku gak mau Dinda dan Van bersatu apalagi menikah ? Aku gak mau ,Aku akan menyingkirkan satu persatu orang yang menghalangi ku aku akan membuat hidup mereka semua tak tenang .Penghalang harus tiada !" Ucap Seno dengan senyuman sinis .
***
" Nay makasih banyak kamu mau menutup kasus ini makasih sekali ?Aku janji akan membantu mu ? " Ujar Wisnu yang kini sudah bebas.
" Iya " Jawab Nayra sekenanya .Kemudian pergi begitu saja meninggalkan Wisnu menuju motornya.
" Nay tunggu ! " Teriak Maya yang dari kemaren ikut Nayra.
__ADS_1
" Semoga setelah ini kamu sadar Wis , nayra itu baik tapi kamu malah memanfaatkan kebaikannya " Tutur Maya yang langsung berlari mengejar Nayra.
Wisnu hanya mampu terdiam. Mungkin ada rasa menyesal dengan apa yang telah ia lakukan ke Nayra .