Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
40.Rumah Nayma


__ADS_3

Sudah hampir sepekan aku tidak berkunjung dirumah Nayma adik tersayangku. Hanya karna aku sibuk dengan rasa yang aneh akhir - akhir ini.


Hari masih pagi, Waktu menunjukkan pukul 06:00 .Aku putuskan untuk pergi,karna rumah Nayma tidak begitu jauh dari rumah ku . Aku memakai baju warna hitam dengan celana jeans panjang dipadukan dengan jilbab senada.


Tak butuh lama kini aku sudah sampai diRumah Nayma . Rumah yang sepi, sunyi digundukan tanah inilah Nayma tinggal , beralas tanah dan beratapkan tanah dengan nisan diatasnya.Ya pusara ini lah tempat terakhir Nayma beristirahat.


" Nayma bagaimana kabarmu ? Apa kamu disana sudah bertemu mama papa ?pasti sudah ya kan? mbak harap kamu selalu bahagia disana, berkumpul dengan mama dan papa.Kamu tau Nayma mbak disini rindu sekali denganmu. Makasih kamu kemarin datang dimimpi mbak ,meski hanya sekejap tapi mbak bahagia sudah bisa menatap wajahmu."Ucapku seraya menabur bunga diatas pusara Nayma.


Teringat waktu itu Nayma tidak mau memanggilku dengan sebutan kakak,Nayma hanya mau memanggilku dengan sebutan mbak yang artinya kakak juga tapi bahasa Jawa. Kala itu mama dan papa tertawa terpingkal- pingkal melihat Nayma yang merajuk. Bagaimana tidak keluarga kami tidak ada keturunan Jawa tapi Nayma dengan kekehnya meminta hal yang berkaitan dengan Jawa.Mama papa dan aku berfikir itu hanya bercanda tapi nyatanya Nayma serius sampai nangis- nangis, dan pada akhirnya kami pun sepakat kalau panggilan "KAKAK "diganti jadi " "MBAK".Awalnya panggilan itu aneh kedengarannya, karna belum terbiasa .Namun dengan berjalannya waktu panggilan itu semakin terngiang dikepala.Bahkan dulu jika sehari saja tidak mendengar Nayma memanggilku terasa ada yang hilang.


"Nayma maafin mbak ya sampai sekarang mbak belum bisa mengungkap pelaku yang mencelakaimu, sampai detik inipun mereka masih senang- senang diluaran sana menikmati hidup dengan tenang tertawa sepuasnya tanpa ada rasa penyesalan sedikit pun dengan apa yang mereka lakukan ke kamu.Tapi aku akan berusaha Nayma buat mencari keadilan untukmu agar kamu lebih tenang disana ,mbak janji akan menghukum siapa saja yang telah membuatmu seperti ini."

__ADS_1


Kupeluk pusara Nayma , kupandangi nisan kayu bernama itu dengan lekat. Hanya bisa menangis sejadi- jadinya meluapkan semua kesedihan kerinduan yang ada dihati.


" permisi neng ?"


Terdengar suara dibelakangku , secepatnya aku mengangkat kepalaku dari pusara mengusap buliran air mata yang masih tertinggal dipipi dengan tanganku. Kemudian menoleh kearah suara.


" Mmm ya pak, ada apa ya?" tanyaku kepada seorang lelaki paruh baya menggunakan baju warna hitam dan celana pendeknya,tangannya membawa cangkul yang telah ditaruh disampingnya.mungkin ini penggali makam.


" Surat dari siapa pak, apa bapak tau namanya? orangnya seperti apa ?" tanyaku penasaran.


" maaf neng saya tidak kenal, kalau didengar dari suaranya kayaknya itu perempuan soalnya orangnya memakai jaket dan masker agak tinggi kulitnya putih. " jelas bapak itu.

__ADS_1


"Apa orang ini menyampaikan sesuatu pak sebelum memberikan surat ini kepada bapak ? apa orang ini sering kesini juga ?" tanyaku lagi.


" Tidak neng dia hanya bilang bahwa titip saja buat neng begitu.Ya sebelumnya bapak sering lihat dia kesini, tapi sudah lama juga bapak tidak lihat lagi akhir - akhir ini"


" Mmm kalau begitu makasih ya pak "


" Ya neng sama-sama? kalau begitu saya pergi dulu, permisi"


" ya pak"


Bapak itu pun pergi.

__ADS_1


Surat dari orang misterius lagi. sebenernya apa tujuannya ?


__ADS_2