Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
44. Pura- pura kritis.


__ADS_3

" Aaa... tolong- tolong, bagaimana ini" Teriak karyawan lain yang melihat kondisi Rayna .


" Wisnu cepat ! bantu aku angkat Rayna ke mobilku?" ucap Narendra yang panik.


" I- iya ,tapi pelakunya bagaimana ? Harus ada yang ngejar biar ketangkep?" ucap Wisnu yang tak kalah panik mengejar pelaku atau bantu Rayna.


" Hiks ...hiks ..aaaaduuuhh.. saa...kiiitt" Rayna mengeluh kesakitan.


" Tenang Rayna ,tenang kita akan bawa kamu kerumah sakit ya ?" ucapku panik dengan terus berada disamping Rayna yang masih tergeletak di lantai teras. Dikerumuni beberapa karyawan.


" Wisnu, bos Narendra cepat kita urus Rayna dulu ,masalah pelakunya kan sudah ada doni dan mang Asep yang kejar." ujarku.


" Ya - ya cepat buruan angkat Wisnu kamu kakinya oke?"


" Ya "


" Nayra tolong kamu bukakan pintu mobil saya, ini kuncinya ? " ucap bos Narendra seraya memberi kunci mobil.


" Ya bos"


Segera aku berlari kecil menuju mobil bos Narendra , membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Wisnu dan bos Narendra memasukkan tubuh Rayna kedalam mobil.


"Nayra kamu masuk duluan, temani kita ke rumah sakit.? Cepat ! " perintah bos Narendra.


"Ta..pii? Mmm.. ya -ya ? " ucapku bingung seraya masuk dalam mobil,kemudian memapah kepala Rayna agar nyaman dipangkuanku.


Didalam perjalanan, hanya ada rasa panik dan kawatir dengan kondisi Rayna karna Rayna tak hrnti- hentinya mangaduh kesakitan.Rayna terus memegang perutnya yang tertusuk begitu pula dengan ku. mobil melaju sangat cepat.


Sungguh aku tak percaya dengan apa yang terjadi kali ini.Kejadian ini sungguh sangat cepat hingga kami tidak menyangka ya Sam sekali. Yang aku ingat kami yang tengah bersiap- siap mendengar perkataan maaf dari mulut Rayna perihal pesan yang dia sebar malam itu.Dan entah datangnya dari mana seorang menggunakan jaket dan masker itu tiba-tiba saja langsung masuk ditengah-tengah kami ,mendorong dengan kasar orang yang ada disekitar kami.Sampai karyawan lain terjatuh akibat dorongan pelaku.


Sontak kejadian itu membuat kami yang meyaksikan bingung dan berteriak histeris Doni yang saat itu refleks langsung menarik jaket pelaku tapi sayangnya Doni ditendang perutnya dengan keras, saat itu pula tangan Doni terbuka dan pelaku itu kabur.


" Rayna bertahan ya?" ucapku seraya mendorong Rayna yang sudah ada di brankar rumah sakit menuju UGD rumah sakit.


" Nay sakiitt, Nay aaaa..." keluh Rayna .


" Mohon maaf, harap yang lain tunggu diluar demi keamanan dan kenyamanan pasien." ucap salah satu suster yang mengantar kami ke ruang UGD .


" Gak mau sus saya ,mau ditemani aaaadduhh.." pinta Rayna.


" Rayna kami masih disini kamu yang tenang konsen dengan kesembuhanmu ,itu lukamu harus ditangani dulu,kami janji kami akan menunggumu sampai kamu sembuh. " ujar bos Narendra.


" Ya betul Ray" Wisnu menimpali.

__ADS_1


" Ray, aku mohon jangan melawan ya ini demi kesembuhanmu. Itu lukamu harus cepat ditangani." Aku mencoba menenangkan menggenggam tangan Rayna dengan perlahan kulepaskan.


" Ya Nay baiklah"


Suster telah membawa Rayna ke dalam ruangan . Kami menunggu diluar dengan keadaan cemas,terlihat bos Narendra sibuk menelvon seseorang begitu juga Wisnu sedangkan aku hanya bisa duduk dikursi tunggu dengan meremas jari jemariku.


" Apa ? terus kamu sekarang dimana ? Oke kalian pulang saja ini juga sudah malam,oh ya tolong kamu urus motor ku sama motor Nayra kuncinya sudah aku titipkan ke putri nanti kamu ambil saja di dia.Sipp ya sama - sama" ujar Wisnu seraya mematikan televon.


"Siapa Wis?" tanyaku.


" Doni ?"


" Doni, kenapa dia, apa pelakunya sudah ketemu? "tanyaku lagi


" Sayangnya tidak Nay pelakunya kabur, gak tahu kemana padahal sudah dibantu warga sekitar juga tapi gak ada yang tahu keberadaannya?"


" Ahh....pelaku itu? Memang benar- benar. Pintar sekali bersembunyi ?ujar Wisnu yang nampak kesal.


" Ya..Anehnya lagi pelaku tidak meninggalkan jejak Sam sekali bahkan ceceran darah dari pisaunya pun tidak ada,seperti sudah direncanakan sebelumnya?" fikir Wisnu.


" Ya tapi siapa ? yang aku tahu Rayna itu tidak pernah punya musuh. Dan semenjak dia keluar dari tahanan waktu itu dia lebih sering menghabiskan waktunya dirumah bersama mamanya?" Tutur bos Narendra.


Suasana hening kami berdiri didepan pintu ruangan Rayna,dengan fikiran masing- masing.


" Tante !" Bos Narendra melambai seseorang, dan seseorang itupun bergegas menghampiri kami.


Plaak....


Tanganku disambut dengan tamparan dipipiku.


" Tante , apa - apaan ini ? apa yang Tante lakukan ke Nayra ? apa salah Nayra?"tanya bos Narendra dengan emosi.


" Kamu tidak apa- apakan Nayra ? tanya Wisnu dengan memeluk pundakku, menjauhkan diri dari Tante Ninda dan juga bos Narendra.


" Tidak , aku tidak apa- apa?" ucapku dengan tenang.


" Aku tahu ? ini semua perbuatan Nayra ,pasti Nayra yang sudah menyuruh orang bayaran untuk melukai anakku, awas kamu Nayra kalau sampai terjadi sesuatu lagi terhadap anak saya kamu orang pertama yang harus bertanggung jawab !" Teriak Tante Ninda dengan menatapku sengit.


" Tante ini bukan salah Nayra ,Nayra dan juga kami pun tidak tahu orang itu siapa bahkan kami tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini, ini kecelakaan Tante ?" tutur bos Narendra .


Krieet...


pintu dibuka.

__ADS_1


" Maaf keluarga Rayna?" tanya dokter laki- laki yang berdiri didepan kami.


" Saya dok ,saya ibunya ? bagaimana dok dengan kondisi anak saya ? apa oprasainya berjalan lancar? " Cerca Tante Ninda .


" Alhamdulillah semua berjalan dengan normal ,untungnya tusukkan pisaunya tidak dalam. Dan kalian membawanya tepat waktu sehingga pasien tidak kehilangan darah banyak.Sekarang pasien sudah bisa di temui,tapi saya sarankan sebentar saja. karna pasien masih dalam proses pemulihan." dokter menjelaskan.


" Ya dok?Apa saya bisa langsung menemui anak saya ? " ucap Tante Ninda .


" Ya silahkan?" Dokter membuka pintu setelah Tante Ninda masuk kemudian dokter menutup pintunya kembali.


" Kalau begitu saya tinggal dulu,karna masih ada pasien lain yang harus saya tangani " ucap dokter kepada kami dengan senyum ramahnya.


**


Kami masih menunggu diluar.Menunggu giliran melihat kondisi Rayna .


Tante Ninda keluar, masih menatap ku dengan tatapan tidak suka.


" Kami boleh melihat Rayna Tante " izin Wisnu memulai pembicaraan.


" Hmm"


Didalam ruangan.


" Rayna bagaimana keadaanmu sudah mendingan?" tanyaku.


" Sudah Nay , sudah enakan tadi aku juga sudah makan disuap mama?" jawab Rayna yang masih terbaring dengan infus yang masih terpasang.


" Syukurlah "ucapku.


" Syukurlah berarti sekarang sudah bisa minta maaf kan ke Nayra soal pesan itu?" ucap bos Narendra yang berdiri disampingku.


"A- aapa minta maa-af ? " ujar Rayna dengan terbata.


" Iya dong Ray kan kamu salah ,dan orang salah itu harus minta maaf ?" Wisnu menimpali.


" Dengan kondisi seperti ini?"


"Sudah - sudah gak usah minta maaf ,semua kan sudah selesai yang lalu biar lalu"


" Gak bisa begitu Nay ,Rayna harus tetap minta maaf?"tekan Wisnu .


Hhhkk...

__ADS_1


" Rayna kamu kenapa?" tiba - tiba Rayna sesak nafas dan kejang. bos Narendra segera memanggil dokter.


Pasien kritis.


__ADS_2