Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
lirik kan aneh ?


__ADS_3

" Senang bisa bertemu lagi ?" ucap Seno kala menjabat tanganku dengan erat .


Deg


"Haha emang kamu sudah kenal bro sama Nayra ini ?" Black menepuk pundak Seno sembari tertawa lepas .


" I- iya " ucapku terbata mencoba melepaskan tapi susah.


Sedangkan yang lain melihat kami dengan tertawa . Padahal jujur saya gak tahu siapa sebenarnya orang yang bernama Seno ini. Seolah- olah orang yang bernama Seno ini pernah mengenalku .


"Haha ... ya tidak lah ,hanya bercanda saja biar tidak kaku ya kan Nayra ?" ucapnya lagi seraya mendekatkan wajahnya lebih dekat denganku dan melepaskan genggaman tangannya.


Aku hanya bisa tersenyum terpaksa. Sedikit menahan tanganku yang agak sakit akibat cengkramannya.


" Haha ada - ada saja kamu Sen, bercandanya ?Oh ya Bobi apa sudah ada sepatu keluaran baru lagi disini ?" Ucap black .


" Ada Om ,nanti biar diantar sama Sinta ?"


" Tidak lah ,om gak mau kalau sama Sinta ,om maunya sama Nayra saja ? Bisa kan Nayra antar om black cari sepatu yang terbaik disini ,om harap kamu tidak menolaknya lagi seperti kemaren " Ungkap Om black didepan Bobi , aku ,Seno dan juga Sinta yang menunjukkan muka sinisnya setiap kali memandangku.


" Apa betul ,Nayra kamu menolak mengantar om black kemaren ? Om maafkan anak buah Bobi ,yang tidak berlaku sopan dengan om saya selaku pemilik toko benar- benar meminta maaf"


" Maaf pak Bobi " Ucapku


" Sudah gak papa Bobi ,Nayra gak salah kok jadi jangan marahi Nayra ,gimana sekarang sudah bisa pilihkan sepatu yang cocok untuk saya ?"


" Makasih om black ,om memang baik . Oh ya tentu saja om bisa ?Nayra tolong kamu nanti ajak om black dan om Seno ke ujung sana ada sepatu keluaran baru dengan merek yang sangat terkenal dirak atas barisan nomor 2 dan 3 nanti kalau masih bingung bisa langsung tanya Sinta "


" Emmz ... tapi pak ?"


" Sudah gak ada tapi - tapi an ,cepat atau lambat kamu juga harus belajar mengenal sepatu- sepatu yang brand ternama dan juga belajar untuk melayani pembeli dengan baik ingat pembeli adalah raja. Dan kamu Sinta tolong kamu bantu Mila dan Nisa dulu nanti kalau memang Nayra butuh bantuan kamu baru boleh membantunya ."


" Iya pak bos " Ucap Sinta Dengan malas .


Sedangkan aku mau tidak mau harus menemani orang 2 ini yang dari tadi melihatku dengan aneh yang Om black melihatku dengan senyum- senyum sendiri seperti anak kecil yang baru saja mendapat sebuah mainan, yang satunya lelaki yang bernama Seno melirik ku dan melihatku penuh dengan teka - teki .

__ADS_1


Dengan terpaksa,menjadi Nayra yang baik dengan pembeli menuruti apa saja yang mereka mau dari mulai mengambilkan sepatu mana saja yang mereka pilih . Hampir satu jam sendiri bolak balik mondar mandir memilihkan sepatu mana saja yang cocok untuk mereka .Sedangkan Om black dan om Seno sangat gembira melihat tingkahku.


" Nah ini baru oke ,ya kan Sen ? Cocok kan buat kakiku ?"


" Sip ,keren- keren sudah angkut saja itu ?"


" Oke lah kamu gimana jadi yang tadi ?"


" Ya yang tadi aja bingung juga mau pilih- pilih terus "


" Maaf jadi mau yang mana Om ?" Tanyaku ke dua orang yang kini telah didepanku.


"Ini saja lah ?Makasih ya Nayra kamu sudah temani om cari sepatu ,kalau begini jadi semangat kan om kesini terus " Goda om black


" Eeum ... kalau begitu Nayra bawa kedepan ya om ini sudah deal ya Om ukuran 40 dan yang ini satunya ukuran 42 ."


Mereka hanya mengangguk . Akupun langsung membawa sepatu itu ke kasir dimana disana sudah ada bos Bobi yang menunggunya.


" Sudah Nay ini aja ?"


" Ya pak "


" Ya pak baik " Ucapku seraya pergi dari hadapan pak bobi dan segera membantu Mila yang tengah mmenangani pembeli yang berjumlah 5 orang.


" Nayra besok lagi ya !" Teriak Om black dari kejauhan.


Tanpa menjawab aku hanya mengangguk kan kepala.Dari kejauhan masih dapat kualihat Om Seno yang melirikku dengan mata penuh dengan selidik.


" Siapa dia?"


***


" Kamu lagi ? kenapa gak masuk masih ada jam besuk setengah jam lagi?" Tanya pak polisi dengan seragam lengkap.


" Ya pak makasih ,kapan- kapan aja kalau begitu saya permisi dulu" Narendra langsung tancap gas mobilnya kembali menjauhi lapas.

__ADS_1


" Eh ... tunggu ... tunggu !" teriak pria berseragam lengkap dengan melambaikan tangan .


Namun Narendra tetap melajukan mobilnya dan hanya melihat sesekali bayangan polisi itu dari sepion mobilnya.


Sebenarnya Narendra ingin sekali bertemu dengan papanya ,ingin mencurahkan rasa rindu yang teramat dalam dan ingin menyampaikan keluh kesahnya kepada papanya. Namun Narendra masih enggan untuk menampakkan diri didepan wajah papanya selain malu Narendra juga sangat merasa bersalah karna telah memenjarakan papanya sendiri.


Braakk


Mobil Narendra menabrak mobil yang ada didepannya untung saja Narendra mengemudi pelan. Mobil itu pun berhenti begitu juga dengan Narendra yang segera keluar dari mobilnya dan meminta maaf .


" Om maaf om saya gak senagaja " Ucap Narendra dengan menyatukan kedua tangannya .


" Gampang sekali kamu mintak maaf ,kamu gak bisa lihat ini tergores begini !" Teriak lelaki itu .


" Maaf om ,saya janji saya akan tanggung biayaya kerusakan mobil om ini saya janji . Ini kartu nama saya " Narendra mengeluarkan kartu nama dari dompetnya kemudian memberikannya ke pria itu.


Pria itu langsung menerimanya .lalu membacanya.


" Oh jadi nama kamu Narendra oke ingat ya kamu harus ganti kerusakan mobil saya ini semuanya? " Ancamnya.


" Ya om ,saya janji akan perbaiki mobil om mau dibawa ke bengkel sekarang apa besok ?"


" Oke tunggu saya tanya sahabatku dulu yang ada didalam " jawabnya seraya berjalan mendekati pintu mobilnya kemudian mengetuk kaca pintu dari luar selang beberapa detik pintu kaca terbuka dan terlihat mereka sedang beeargument satu sama lain. Bisa dilihat lelaki itu agak berwajah kecewa.


" Gimana om ?" Tanya lagi Narendra .


" Gak usah ,Sudah kita damai saja anggap saja kita tidak pernah ketemu dan tidak pernah terjadi apa - apa ? Kalau gitu ini kartu nama kamu saya kembalikan "


" Lho tapi Om, saya kan sudah bikin lecet mobil om saya janji akan membawa mobil om ke bengkel kalau mau sekarang juga bisa ?" paksaku.


.


" Gak usah teriama kasih sudah dulu ya om masih ada urusan " pria itu langsung pergi.


" Om ,jangan Begitulah saya jadi gak enak ini apa begini saja besok saya akan membawa orang untuk perbaiki mobil om apa bisa saya mintak alamat rumah Om?"

__ADS_1


" Tak perlu " pria itu cepat- cepat masuk ke dalam mobil dan melajukkan mobil dengan cepat.


" Om - om tunggu - tunggu ,Narendra hanya ingin tanggung ja ..wab "


__ADS_2