Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Susah mengaku.


__ADS_3

Flashback .


" Bagaimana ? Apakah anda mau menerima tawaran saya ?" Ucap black kepada Agus yang nampak bimbang .


" Gak usah bingung begitu , kalau memang gak bisa saya akan cari orang lain yang mau dengan imbalan uang yang sesuai ,maaf kalau saya sudah lancang meminta bantuan ke anda" Ucap black lagi dengan nada memelas .


" Iya saya mau melakukannya asal saya minta uang itu hari ini juga bagaimana ?" Ucap Agus.


" Apakah anda benar - benar mau membantu saya membebaskan teman saya itu ?Sungguh " Tegasnya .


" Iya saya akan melakukan apapun demi istri dan anak saya , saya janji akan mengeluarkan teman anda tanpa sarat saya jamin " Tekannya.


" Baiklah kalau begitu saya minta nomor rekening anda maka hari ini juga saya akan transfer uang itu langsung ke rekening anda"


" Iya - iya " Agus pun segera memberikan nomor rekening yang telah tertulis diponselnya. " Itu nomor rekening ibu saya kirim saja uangnya disitu karna istri saya lagi berjuang mempertaruhkan nyawanya demi anak kami "


Black mengangguk tanda mengerti .


" Ok sudah saya kirim " Ucap black dengan memperlihatkan ponselnya ke hadapan Agus .


Tling ... Tling ...


Suara nada dering ponsel Agus berdering segera Agus mengangkatnya.


" Halo ibu " Jawabnya buru - buru.


" Makasih nak , uangnya sudah masuk dan jumlahnya sangat banyak sekali. " Suara dari ujung televon .


" Iya Bu pakai uang itu untuk operasi juga untuk keperluan ibu disana semoga operasinya berjalan lancar ya Bu "


" Iya nak iya kalau begitu nanti ibu kabari lagi ibu akan mengurus istri dan anakmu dulu ya . Kamu yang hati -hati disana " Pesannya.


" Iya Bu "


Tut ...


Ponsel dimatikan.


" Makasih pak ,kalau bukan karna bapak saya gak tahu lagi harus cari uang dari mana ? Sekali lagi makasih "


" Gak perlu berterimakasih seperti itu , karna kita sama - sama dipertemukan dengan kondisi cobaan masing -masing "


" Iya pak saya janji akan membantu teman anda bebas dengan segera"

__ADS_1


Dalam keadaan yang seperti ini Agus harus berfikir keras mencari cara agar si Van bisa segera bebas .


Tepatnya jam 2 dini hari Agus pergi ke kantor polisi sendirian pertama - Tama dia mencari celah dimana petugas penjaga lengah dengan mengambil dokumen dan alat bukti yang telah didapat .


Langkah kakinya sangat hati - hati ,meski ruangan kantor kosong tapi Agus tetap berwaspada dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Mengendap - endap seperti maling . Setelah mendapat barang bukti Agus kini menuju ruang operator Cctv . Agus sangat tahu semua orang yang bekerja disana dimana setiap jam 02 : 30 Penjaga operator akan kekamar mandi untuk buang hajat itu kebiasaannya yang diketahuinya.


Cekleekk ...


Pintu terbuka .


" Aduh kebiasaan sekali sih pasti kalau jam segini perut sakit gak bisa diajak kompromi memang nih perut " keluh si penjaga operator " Kamu - kamu dan kamu yang tenang ya pantau ruangan jangan kemana - mana oke perut ku sakit sekali soalnya " Ucapnya lagi pada komputer dan layar besar yang ada diruangan.


Sedangkan Agus berdiri dipojokkan dekat pintu masuk . Untungnya tadi belum jadi masuk .


Keadaan mulai sepi,suara penjaga operator juga dudah tak terdengar secepatnya Agus masuk dan segera menghapus Cctv yang menangkap gambar dirinya.


" Ayo cepat " Agus mulai panik kala menunggu proses delete.


Cekleekk ...


Suara pintu dibuka .


Agus panik luar biasa .


Clap ... lampu padam .


***


Nayra diruangan kantor itu terlihat berjalan mundur seraya melihat - lihat seisi ruangan itu .


" Aaakk ..." Nayra tidak sengaja terjatuh kebelakang .


Dengan sigap tangan Narendra menangkap tubuh indah Nayra mendekap dengan mata saling menatap .Ini adalah kali kedua Narendra mendekap tubuh Nayra tanpa sengaja lagi - lagi reflek membuat jantung hati mereka terpaut.


Bibir Nayra yang merah merekah, kulit wajah yang mulus dan cantik membuat Narendra tidak mampu mengedipkan mata sedetikpun rasanya sayang sekali jika moment ini cepat berlalu.


" Eh ... makasih " Ucap Nayra seraya melepas dekapan Narendra.


" Iya sama - sama " Jawab Narendra seraya melepaskan dekapannya." Hati - hati " Ujar Narendra lagi.


" Iya "

__ADS_1


" Duduk ,Nay ?" Pinta Narendra .


Nayra menganggukkan kepala kemudian duduk disamping Narendra.


Mengobrol sekenanya hingga mereka lupa waktu .


Diperjalan pulang Narendra tiba - tiba memegang tangan Nayra tanpa berkata apa - apa Nayra lantas memeluk tubuh Narendra dari belakang.


" Sampai " Ujar Narendra saat sampai di parkiran motor Deket pantai.


Nayra bergegas turun dari motor ,namun tangan Nayra dipegang Narendra dengan kuat.


" Kan sudah sampai ?" Ucap Nayra seraya memandang mata Narendra .


" Gak tahu kenapa Nay ,kayaknya tanganku lengket deh ditanganmu "


" Kamu nih bisa aja ? Udah lepas tuh dilihatin mas parkir ?"


" Iya tapi ini susah tuh malah pengen nempel terus kan ?" Narendra menarik tangan Nayra.


" Udah deh ?" Nayra cemberut.


" Iya - iya " Narendra terpaksa melepas genggaman tangannya .Nayra pun turun dari motor.


" Eh ,tunggu !" Narendra menggenggam tangan Nayra lagi.


" Huh, apa lagi Narendra ? "


" Besok bisa pergi jalan lagi kan ?" Mata Narendra seperti memohon.


" Lihat aja besok oke " Ucapnya seraya melepas tangan Narendra secara perlahan." Daa pergi dulu ya " Nayra melangkah menjauh mengambil motornya . Narendra masih tetap menunggu diatas motornya. Melihat Nayra yang berterimakasih kepada tukang parkir.


***


Bruuuk ...


Belanjaan Dinda jatuh berserakan di pinggir jalan .


" Sini saya bantu ?" ujar seorang laki - laki bertubuh tinggi dan kurus wajahnya manis dia adalah Van yang sekarang menjadi senja Ilaga. Membantu memungut buah dah sayuran yang jatuh .


" Eum ,gak usah mas makasih " Tolak Dinda dengan senyum.


" Gak papa ,oh ini kreseknya sobek ,mungkin terlalu banyak barang belanjaan ? Ntar kamu tunggu disini ya ?" Ucapnya .

__ADS_1


Berlari menyebrang jalan menuju salah satu warung yang ada disana . Sesaat kemudian kembali dengan membawa 2 kantong kresek ditangannya .


" Sini ? " Senja Ilaga mengambil buah yang ada ditangan Dinda kini mereka saling beradu tatap .


__ADS_2