Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
12 Udara segar


__ADS_3

Embun,mulai menyelimuti tubuhku, hembusan angin membawa udara segar dipagiku.Aku berdiri didepan rumah,kurentangkan tanganku, memejamkan mata dan mulai menghirup udara segar secara perlahan.Rasanya fikiranku menjadi tenang, melupakan sejenak.


kejadian semalam membuatku menjadi susah tidur,bagaimana tidak kepalaku rasanya sakit begitupun juga hatiku.


"Olahraga mbak Nayra?Tanya ibu salma.


"Eh iya Bu,mau kemana Bu?"ucapku


"Mau ke depan mari Mbak Nayra"jawab Bu Salma seraya pergi melewati rumahku.


"Mari" ucapku seraya menganggukkan kepala.


Komplek Rumah ku memang rame tapi,jarak satu rumah dengan rumah yang lain agak sedikit jauh.Orang-orang disini juga sibuk akan kerjaan masing-masing,jika siang akan terlihat sepi.


"Drtt...drrtt..."ponselku bergetar,setelah kulihat ternyata dari kantor polisi.


"Iya pak,aku akan segera kekantor sebentar lagi"ucapku.


"Baiklah saya tunggu terima kasih"panggilan diakhiri .


***


Sampai dikantor polisi disana sudah ada kedua orang tua Rayna,sebenarnya aku sangat tidak tega melihat mama Rayna yang tengah terisak dipelukkan papa Rayna.


Aku sangat mengerti dan dapat kurasa,Hati seorang ibu mana yang tidak akan hancur bila melihat anaknya dipenjara,jangankan diperjara waktu kecil saja,ketika kita jatuh terkena batu kecil mama,orang pertama yang akan khawatir dan merasa teriris hatinya,bahkan menyalahkan dirinya sendiri.


"Kamu, tega sekali memenjarakan Rayna"ucap Tante Ninda saat melihatku.


aku berusaha tenang,mama Rayna menghampiriku dengan menggucang bahuku sangat kencang.


Aku hanya bisa menundukkan kepala,aku tidak berani menjawab.


"Sudah ma sudah tenang dulu" om menenangkan Tante ,kemudian duduk kembali.


"Silahkan masuk Saudara Nayra,silahkan duduk" pak polisi berkata.


Aku duduk disebelah kedua orang tua Rayna, mama Rayna menatapku sinis,sedangkan Papa Rayna hanya biasa.


”Saudara Rayna tolong ceritakan kronologi tadi malam."


"Begini pak tadi malam Rayna datang bertamu,lalu aku memberikan segelas minuman teh tapi,setelah dia minum katanya tehnya tidak enak akhirnya dia marah dan melempar vas bunga kekepalaku pak"jelasku kepada polisi.

__ADS_1


Tanganku sengaja dari tadi memegang kepala yang terluka.


"Maafkan aku Rayna aku harus, berbohong semoga setelah kamu dipenjara kamu agak sedikit sadar, dan menjadikannya pelajaran."ucapku membatin.


"Nayra apa masalah ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan polisi begini"Ucap papa Rayna.


"Maaf Om Tante aku tidak bisa mencabut tuntutan ini aku harap om dan Tante mengerti keputusanku" aku menundukan kepala.


”Apa yang sebenarnya kamu inginkan Nayra?" Tante berteriak hingga semua orang yang ada didalam ruangan itupun memusat pada kami.


"Apa kamu tidak ingat Rayna itu teman adikmu,Rayna mungkin tidak sengaja melakukannya?Ow...atau kamu butuh uang buat biaya hidupmu makanya kamu melakukan ini iya !" maki Tante Ninda dengan mata melotot.


"Sudah maa...sudah..jangan memperpanjang masalah? aku malu nanti reputasiku makin hancur."


"Tapi paa?anak ini memang kurang aj*r?"


"Maaf Om Tante"Hanya kata itu yang bisa ku ucapkan,aku tau ini berat tapi aku harus yakin demi mengungkap kematian Nayma.


"Sudah-sudah,jangan bikin keributan dikantor ini !"ucap pak polisi melerai.


Kami hanya bisa diam, keadaan dikantor hening.


"Baik, karna kami dari pihak kepolisian sudah mendengar kronologi sebenarnya,maka saya putuskan Saudara Rayna akan dihukum karna tidak penyerangan dan kekerasan.Pengujian Materiil UU KUHP: Pasal 170 ayat (1): “Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.” B. NORMA UNDANG-UNDANG DASAR 1945. " penjelasan pak polisi.


" Saya hanya melaksanakan tugas ibu bapak,terimakasih atas waktunya.Saya permisi."


"Tapi Pak tidak bisa begitu pak kasihan anak saya pak, apa tidak ada keringanan pak tolong pak?" Tante terus memohon,menarik baju pak polisi,yang berdiri melewati kami.


Pak polisi itu menepis tangan mama Rayna dengan lembut dan melanjutkan pergi.


Akupun ikut pergi,namun belum sampai pintu bahuku dipegang dengan keras oleh Tante,hatiku sangat deg-deg.an.tapi aku mencoba tenang inilah kemauanku maka aku harus menerima skuensi nya, dimusuhi dihina dan apalah.


" Saya pastikan hidup kamu mulai hari ini detik ini tidak akan bahagia.camkan itu." Ucap Tante


" aku hanya diam,menyimak semua perkataan Tante"


" Sudah ayok ma pulang" Om menggandeng Tante agak menjauh dariku.


"Papa ini,tidak kasian sama anak kita.Ingat pa reputasi papa juga akan hancur?"


" Tau ma ,papa juga lagi pusing papa sekarang sudah tidak lagi menjadi pengacara.papa tidak bisa berbuat apa- apa?" ucap papa Rayna seraya pergi meninggalkan kantor ini.

__ADS_1


"Alhamdulillah, mereka sudah pergi." ujarku mengambil motor dan mengendarainya menuju cafe.pasti disana pekerjaan sudah menungguku.kulaju motor scopyku kejalan raya dengan kecepatan tinggi.


Dengan rasa bahagia karna hari ini hari baik bagiku.aku sudah bisa memberi pelajaran untuk Rayna meski kasus beda tapi itu cukup membuatkan sedikit senang . semoga Nayma disana juga senang melihat ini.


***


Sampai dicafe aku langsung melaksanakan tugasku,dari bantu didapur,bersih-bersih dan juga melayani pengunjung cafe yang setia mengunjungi cafe ini.


Saat aku, melayani pengunjung, kurasa ada yang memperhatikanku,mataku liar mengedarkan kesekeliling cafe, tapi tak jua kutemukan.


"Ah mungkin perasaanku saja " batinku.


"Terimakasih mbak " Suara wanita cantik didepanku,namanya putri dia sering berkunjung ke cafe ini. Putri tidak mau dilayani pelayan yang lain selain aku,padahal kita baru saja kenalan seminggu lalu.


"Panggil saja aku Nayra,kayaknya kita seumuran hehe.ucapku sambil terkekeh.


"Ok Nayra,"


"Saya tinggal dulu ya kebelakang"


"Ok"


Aku kembali,ke dapur dengan membawa beberapa, gelas bekas pengunjung


"Nay, itu Nasi goreng 2 sama minumannya pesenan meja no 11 katanya mintak kamu yang bawakan kesana?" ucap Wisnu yang tengah sibuk memasak. seraya menunjuk makanan dan minuman dimeja.


"Ok siap" Aku gegas menata makanan dan minuman dinampan yang kubawa selanjutnya gegas ke pemesan.


Aku akui,aku sangat menikmati bekerja seperti ini meski hanya jadi pelayan cafe tapi kerjaan ini sangat seru, kita bisa bertemu banyak orang, melatih kesabaran,dan teliti dalam bekerja.


Pesanan Nasi goreng beserta minumannya sudah tersaji didepan pengunjung, bisa dilihat tamu-tamu disini sangat menikmati makanan dan layanan kami, Cafe ini tidak pernah sepi pengunjung.


Saat aku kembali, ke cafe aku melihat Wisnu dan Bos besar juga ada disitu, "Tumben biasanya Bos ini lebih memilih diruangan atas memantau kami, dari Cctv yang terpasang disetiap sudut cafe"batinku membatin.


"kenapa kamu lihatnya seperti itu?" Ucap bos.


"Gak bos gak papa"ucapku datar.


"Aku bangga dengan kerjamu, tamu disini sangat suka dengan pelayananmu,"


Aku hanya senyum tipis,mendengar perkataan bos Narendra.

__ADS_1


"Bos...Boss....Maa..aaff...Diluar kacau bos ada salah satu pengunjung keracunan ! ucap Doni.


"APa?"ucap kami serempak."


__ADS_2