
" Dinda ? kamu ada disini juga sama siapa?" tanyaku antusias .
" Sama Bos ku Nay ?" jawab Dinda .
" mana ? " tanyaku seraya mencari- cari.
" Mm.. itu katanya mau pergi sebentar, karna aku tahu ada taman ini jadi aku minta untuk tunggu disini."
" Ow begitu, eh kamu juga kenal sama Narendra ,ini bos aku lho "
" kenal dong Narendra ini kan?"
Kata Dinda terhenti.
" Permisi mbak mas ini baksonya?" ujar penjual bakso yang tengah berdiri didepan kami dengan 2 mangkok bakso ditangannya.
" Oh, ya makasih bang? Dinda kamu mau juga bakso mumpung ada abangnya nih ,aku pesenin juga sekalian ya?"ucapku.
" Mmm ya boleh?
" Bang satu lagi ya, sambelnya jangan terlalu pedas"
Selang berapa menit pesanan bakso Dinda pun datang dan kamipun bertiga menikmati makan bakso dimalam ini.
Ternyata dunia ini sempit ya,orang yang aku kenalpun kenal juga dengan teman dekatku. padahal sebelumnya aku tidak pernah mengenalkan Dinda ke Narendra begitupun juga Narendra tidak pernah mengenalkan aku dengan Dinda. Aku tak tahu mereka kenal dari mana ? Yang jelas aku bahagia dikelilingi orang- orang baik.
" Dinda nanti kamu bareng kita aja pulangnya? " tawarku.
" Uuummmzz,bagaimana ya Nay ?"
Dinda melirik Narendra.Aku yang mengetahui itu hanya bisa memandang keduanya secara bergantian.
Narendra yang sadar dengan pandanganku,menjadi salah tingkah sendiri.
" Ehem.. iya boleh nanti kamu bareng kita aja Din"ujar Dinda.
__ADS_1
Aku dan Dinda yang mendengar kata- kata itu senang bukan main. Menghabiskan bakso yang tersisa di mangkok .
Berlanjut dengan mengobrol bertiga.Namun ada yang aneh Narendra tidak banyak bicara, menanggapi pembicaraan kami dengan kata iya he.em begitu saja.
Drrt..Drrt
ponsel Dinda berbunyi.
Segera Dinda mengangkatnya.
" Entar bos aku" ucap Dinda lirih gegas agak menjauh dari kami.
Kami hanya mengangguk .
" Pulang yuk ? gak seru ?" ujar Narendra tiba- tiba.
"Kenapa ? "
" Gak apa- apa sudah ayok pulang ,ajak tuh Dinda , aku tunggu di mobil ?" ujar bos Narendra dengan wajah kesal bergegas jalan membayar bakso dan jasa pinjaman karpet.
****
Aku yang hari ini , bergegas berangkat kerja sarapan dulu dengan roti telur ceplok ditemani kopi susu.
" Pagi mang ?" sapaku.
" iya neng Nayra?"
Setelah parkir motor ,kini aku masuk cafe menuju dapur.
" Nayra kamu sudah datang ,kebetulan nih?"Wisnu mendekatiku dengan membawa sayur yang siap untuk dimasak.
"Kebetulan banyak sayuran yang menunggu ku kan?" Ucapku.
" Hehe ,tahu aja kamu?"
__ADS_1
" Eh Wisnu beneran Rayna sudah pulang hari ini , Bukannya malam itu dia kritis?" tanyaku .
Akupun mulai, membersihkan sayuran yang ada didepanku.kami duduk bersejajar dikursi yang tersedia di pantry dapur.
" Ya waktu ,itu memang kritis katanya? tapi anehnya aku kembali dari selesai mengurus administrasi Rayna sudah baik- baik aja,aku juga bingung waktu itu."
" Ow begitu ya ?" ucapku mengangguk- anggukkan kepala.
Kejadian Rayna ini memang aneh sih dari awal. dari penusukkan tiba - tiba disaat Rayna ingin mengucapkan maaf kepadaku dan karyawan lain Ditambah kritis secara tiba- tiba juga dan waktu yang sama lagi- lagi saat Rayna ingin mengutarakan kata maaf.
Apa aku saja yang merasakan ini semua. Merasakan kejanggalan dan kebingungan .
" Nayra ? "
" Eh iya Wisnu ?" kagetku.
" Kebiasaan nglamun sih ?" ujar Wisnu.
" Maaf "ucapku.
" Tadi malam kamu kemana?" tanya Wisnu .
" Makan bakso di taman sama Narendra dan Dinda?" ucapku.
" Siapa ? Dinda ? "
" Ya Dinda sahabatku?" ucapku.
" Dinda yang bekerja dikantor kan ?"
Wisnu tanpak kaget mendengar kata Dinda ada apa ?
" Ya Wisnu ,kamu juga kenal sama Dinda sahabatku?" tanyaku memastikan.
" Tahu lah Dinda itu perempuan yang akan di jodohkan dengan Narendra bos kita tapi kayaknya Narendra menolak sih ? tapi gak tahu juga ya masalahnya bapaknya Narendra galak?"
__ADS_1
" Apa ? Jadi bapaknya Narendra KUSUMA JAYA?"
"