
Uang sudah terkumpul ,meski gak banyak tapi seenggak- enggaknya dapat membantu kebutuhan Maya .
Hari ini aku datang kerumah sakit dimana papa Maya dirawat disana. Melewati lorong rumah sakit berjalan sendirian dengan santai menuju kamar nomor 40 . Rumah sakit ini memang terkenal dengan sistem kerjanya yang sangat baik dalam melayani dan merawat pasien,rumah sakit ini juga akan cepat siaga selama 24 jam.
" Itu Maya?" ujarku kala melihat Maya yang tengah duduk Dikursi tunggu depan kamar dengan menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya ditemani mamanya yang juga duduk disamping Maya dengan tatapan kosong. Segera aku menghampiri Maya.
" Maya, Tante " sapaku.
" Eh, Nayra kamu ?"
Aku ikut duduk dikursi kosong sebelah Maya.
" Gimana keadaan papamu,apa sudah ada perubahan sekarang ?" tanyaku seraya mengelus pundak Maya.
" Masih seperti kemaren Nay ,dokter bilang harus cepat dapat penanganan untuk operasi segera ,tapi sampai sekarang ? aku dan juga mama belum mendapatkan uangnya?"ujar Maya seraya menangis.
" Oh,ya kamu sendirian aja Nay ,yang lain kemana?" ujar Maya berusaha tegar.
" Yang lain, katanya besok baru kesini , kamu yang sabar ya May. Aku tau ini berat buat kamu?"
" Iya Nay makasih ?"
Aku membuka tas yang ku bawa ,mengambil amplop berwarna coklat dari dalam tasku. Uang yang kudapat dari menjual mobil peninggalan papaku dan bonus kerja. Memang tidak terlalu banyak tapi aku yakin dengan uang ini akan sedikit membantu keluarga Maya. Teringat kala Maya sudah menyelamatkan ku dari ambang kematian yang tengah mencintaiku waktu itu , aku yang hampir jatuh dari teras balkon, dan yang kedua menyelamatkanku dari kejahatan Rayna ditangga. Sungguh pengorbanan yang tidak pernah aku lupakan untuk seorang sahabat.
" Maya , ini aku ada sedikit uang mungkin bisa membantu, terimalah?" ujarku seraya memberikan amplop berwarna coklat ditangan Maya.
" Nayra ,Gak usah kamu pasti juga sedang membutuhkan ini untuk biaya hidupmu sehari- hari , aku gak mau ngrepotin kamu .Cukup dengan kamu menemaniku dan ikut mendoakan keluargaku saja aku sudah sangat berterimakasih"
" Maya kamu sama sekali gak ngrepotin kok, kita kan sahabat ,dan sebagai sahabat harus saling membantu kan? Terimalah Maya kesehatan papa mu lebih penting ,aku masih ada kok"
" Nayra ,Apa benar ini ? ini banyak sekali Nayra apa ini gak berlebihan ? apa kamu yakin ? Jujur aku belum tahu harus apa jika kamu meminta mengembalikan uang ini secepatnya ? "
" Benar ,nak Nayra jujur kami sudah gak punya apa- apa ? kami tidak mau menambah kesulitan- kesulitan kedepannya ? kami tidak punya jaminan ?" ucap mama Maya.
" Maya ,Tante Nayra iklhas membantu,Nayra gak perlu dengan jaminan apapun. Keselamatan Om lebih penting saat ini. Kita tidak boleh membiarkan papa kamu merasakan sakit lebih lama lagi May. Apa kamu tidak kasihan melihat papamu yang sudah berbaring beberapa hari ini? apa kamu tega melihatnya terus begitu tanpa penanganan dan tindakkan yang sesuai . May,Tante Nayra mohon terima ini "
__ADS_1
Maya dan Tante menangis sejadi- jadinya memelukku erat. akupun ikut menangis tak kuasa melihat tangis tepat didepan mataku.
" Sekali lagi makasih Nayra"
" Iya makasih nak Nayra ,Tante sangat berhutang Budi padamu"
" Tante , Harusnya saya yang bilang begitu ke Maya dan Tante ,mengingat dulu anak Tante lah yang sudah menjadi pahlawan untuk saya dan jika bukan karna Maya saat itu mungkin saat ini Nayra sudah disurga atau dineraka."
" Kalau begitu ,Maya akan segera menghubungi dokter ya ma ,biar papa segera mendapat penanganan secepatnya?"
" Iya ,nak kamu Hati- hati ya? "
" Ya ma,Nay aku titip mama dulu ya disini ?"
" Iya "
Dengan setengah berlari , Maya bergegas menemui dokter.
Selang beberapa menit Maya sudah bersama dokter , kemudian dokter memeriksa papa Maya terlebih dahulu ,memastikan pasien dalam keadaan baik untuk melakukan oprasi.
Setelah penjelasan dari dokter, kami pun sedikit lega. Akupun memutuskan untuk pulang.
" Kalau begitu aku pulang dulu ya May ,besok malam mungkin aku akan kesini lagi ? kamu yang tenang ya ,jaga mamamu?"
" Iya makasih ya Nay ,kamu juga Hati- hati"
" siipp"
" Tante ,Nayra pulang dulu ya ?"
" Ya nak ,kamu hati - hati ya dijalan ? Tante hanya bisa mendoakan dari sini?"
" Iya Tante ,makasih sekali doanya?"
***.
__ADS_1
Disepanjang perjalan , aku hanya melihat kendaraan lalu lalang.Kali ini aku sengaja menyewa grab untuk mengantarku pulang.
Ditengah perjalanan aku ,melihat seorang wanita dengan pakaian lusuh yang sedang mengkorek - korek tong sampah di jalanan. Menggunakan kayu yang sedang dibawanya.
Aku pun, meminta supir untuk berhenti sejenak karna tadi sebelum pulang aku, sengaja membeli makanan 2 kotak.
" Ini Tante makan?" ujarku seraya memberikan nasi kotak
" Rayna ,anakku ... Anakku ..Rayna kamu datang nak ... sayang..?" ujar Tante Ninda menarik tanganku keras.
" Tante Ninda ?" aku cepat- cepat melepaskan tanganku dari cengkramannya. menaruh nasi kontak didepannya kemudian lari menuju grab yang ku pesan.
" Anakku ...Rayna ...sayang ini mama nak ini mama kenapa kamu pergi? hahaha...hahaha.." ujar Tante Ninda yang mengejar ku sampai mobil tidak hanya itu Tante Ninda juga menggedor- gedor kaca mobil dengan memanggil manggil nama Rayna diiringi tertawa terbahak- bahak sendiri.
" Jalan pak?" perintahku pada pengemudi grab.
Rasanya takut , sekali kala melihat Tante Ninda seperti itu. Ada rasa kasihan juga. Tante Ninda yang dulu terkenal glamor dengan geng sosialitanya kini berubah begitu saja ,teman- teman bahkan kerabatnya sudah tidak mau menampungnya lagi tidak hanya itu saja kehidupan mewahnya hilang begitu saja dalam sekejap.
Hilang bagaikan daun yang dulu diatas kini harus jatuh kebawah karna tertiup angin.
" Hallo Narendra ,aku mau tanya Keadaan Tante Ninda sekarang ini?" tanyaku lewat televon.
" Iya ,Nayra Tante Ninda kabur dari seminggu yang lalu sampai sekarang belum ditemukan ? kenapa Nay, apa kamu bertemu ? dimana ?" tanya Narendra.
" Iya ,aku baru aja tadi ketemu di jalan Deket cafe samping cukur rambut "
"Syukurlah , kalau begitu saya telvon pihak rumah sakit jiwa dulu ,agar menjemputnya sekarang juga sebelum jauh lagi. Makasih infonya Nay?"
" Iya sama- sama Narendra?"
Televon telah terputus, aku pun segera mengunci pintu dan tidur .
" Kasian,Narendra pasti sekarang lagi kalang kabut ,mana urus Tante Ninda mana yang harus cari bapaknya ? Kasian ...andai saja aku bisa bantu? tapi apa ? aku aja lagi butuh bantuan ,untuk menghadapi si Sinta besok ditoko yang crewetnya minta ampun sudah crewet pintar cari muka pula , sinta- Sinta , heran deh aku sama kamu ?"
" Heh, ngapain aku ngomel sediri begini gak penting banget ,tidur Nayra tidur semangat buat kerja besok demi rupiah ?" ujarku mensugesti diri.
__ADS_1