Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
52. Tidak !


__ADS_3

Manaiki lift bersama Rayna menuju lantai atas sendiri. Didalam lift kami hanya sesekali tersenyum Rayna tidak berbicara.


Dddrrt


Hpku bergetar segera tanganku membuka tas kecil yang ku pakai.


Tlink


pintu lif terbuka


" Ayok kak Nayra Narendra pasti sudah menunggu disana?" ucap Rayna.


" Ntar Rayna aku angkat telvon dulu ya dari siapa?" jawabku yang tengah mengambil hp yang ada didalam tasku.


" Gak usah kak Nayra ,nanti aja ya ,kasian tuh Narendra sudah nunggu?" larang Rayna .


" Eemm ya deh" pasrahku.


Padahal aku belum tahu siapa yang menghubungiku.Kami berjalan melewati lorong kecil dan disana terdapat kamar 3 kamar kamar satu dan 2 berhadap-hadapan dan kamar nomor 3 tepat lurus didepan kami.


Kriiet.


Pintu dibuka kami masuk ke dalam kamar no 2 disana terlihat narendra yang tengah berdiri menatap bulan dan bintang diatas sana.


Tadinya aku berfikir ini adalah kamar pada umumnya ternyata tidak disini ternyata balkon yang dirancang khusus menjadi sebuah ruangan terbuka dengan pembatas railing tangga yang unik. Disini juga terdapat aquarium ikan yang sangat besar dan juga terdapat kursi untuk bersantai.


" Narendra ini Nayra sudah datang" ucap Rayna.


Narendra membalikkan badan melihat kearah kami yang baru saja datang.


" Nayra silahkan masuk" ujar Narendra dengan senyum yang mengembang.


" Ya udah aku tinggal dulu ya ke bawah selamat bersenang- senang"Rayna berpamitan.


" Rayna tunggu, kamu disini aja temani kami ya ?" pintaku.


" hehe, kenapa Nayra takut banget,aku gak akan apa- apain kamu?" ucap Narendra.


" Haha, iya tenang aja Narendra enggak gigit kok paling- paling cuma menerkam aja aaeggrrh..haha " ucap Rayna dengan tangan kedepan kayak singa.


" Haha" Narendrapun ikut tertawa.


" Bu- bukan gitu cuma aku gak enak aja ?"


" Sudah ya daa?"


" Rayna Ray..!" teriakku.


Setelah Rayna pergi kami hanya diam. kami berdiri tepat dipinggir balkon yang hanya di batasi railing tangga.

__ADS_1


***


Dibawah, Maya yang tampak gusar mondar mandir kesana kemari menggigit kuku jemarinya sesekali memindah- mindahkan hp pada tangan satu ke satunya tanpa menghiraukan orang- orang yang memperhatikan tingkah Maya.


" Maya kamu kenapa kayak orang panik begitu?" Ucap Wisnu menepuk bahu Maya disusul Doni yang tengah lari kecil menghampiri Maya.


" Maya kenapa?" tanya Doni yang sudah berada disamping Wisnu.


" Tau belum dijawab ?" kata Wisnu.


" Nayra Wis,Don Nayra lagi sama bos?" ujar Maya.


" Terus kenapa kalau sama bos kan biasanya kalau di cafe juga gitu kan ? apa masalahnya ? ciiiee.. ciiee kamu cemburu yaa May baru tahu gue kalau kamu juga suka sama si bos?"


" Wisnu ini gak bercanda ini serius,ini genting sekali." ujar Maya dengan melihat sekitar.


" Sebenarnya ada apa sih May kamu gak seperti biasanya ? coba deh bicara pelan- pelan sama kami siapa tahu kami bisa bantu?" ucap Doni.


" Ih Maya ini cemburu Don ngapain suruh bicara pelan haha nanti deh May aku comblangin kamu sama Narendra tapi kamu juga harus bantu gue buat dapetin Nayra gimana?" ungkap Wisnu dengan semangat.


" Wisnu tolong jangan bercanda lihat ini Maya sampai panik gini?" ucap Doni.


" Ya deh"


" Gini Rayna dan papanya Narendra mau nyelakain Nayra diatas sana. "jelas Maya.


" Gila kamu May mana mungkin Rayna sama papanya Narendra tega nglakuin itu dan apa hubungannya coba sama Nayra Om jaya kan belum kenal Nayra sebelumnya,udah kamu jangan ngaco ntar jadi fitnah "Wisnu kesal.


" Beneran aku gak bohong aku dengar sendiri mereka merencanakan sesuatu diatas sana? Wisnu ,Doni pliss percaya aku untuk kali ini aja ya temani aku keatas aku gak mau Nayra kenapa- napa?" pinta Maya.


Doni memandang Wisnu dengan menaikkan kedua alisnya.


" Ya deh aku mau ,tapi bukan berarti aku percaya dengan omonganmu May ,karna setahuku om jaya itu orangnya baik malah sering membantu orang" bantah wisnu


" Ya udah ayok cepat?"


***


" Sudah gak papa ,emm memangnya kamu mau ngomong apa Nay ke gue ?" tanya Narendra.


" Maksud kamu?" jawabku heran.


" Iya kata papa kamu minta izin ke papa biar bisa bicara sesuatu denganku.Makanya papa suruh aku ketemuan disini aja enak"


" Tunggu papamu? minta izin ? ini pasti ada yang tidak beres . Aku dari tadi belum ketemu sama papamu terakhir kita ketemu waktu potong kue tadi. Dan aku kesini yang nyuruh Rayna katanya kamu yang memintaku untuk datang ke atas sini"jelasku .


" Apa ? Jadi bukan kamu yang mengajakku kesini?" tekan Narendra.


" Iya bukan?" ucapku

__ADS_1


" Oke masalah itu lupakan mungkin mereka ingin memberikan kejutan kepada kita,Nayra kamu cantik sekali ,seperti bulan yang menampakkan keindahannya dimuka bumi ini. Nayra jika boleh jujur aku sangat bahagia bisa berdua denganmu dihari ulang tahunku kali ini.Apa kamu tahu semenjak mama pergi meninggal bahagiaku seakan terenggut oleh kesedihan tempatku bersandar hilang begitu saja. Tapi sekarang aku sudah mulai menemukan tempat bersandar dan ternyaman yaitu didirimu Nayra.


" Narendra" panggilku seraya membulatkan mata kaget dengan perlakuan Narendra yang tiba- tiba saja memelukku.Badanku terdorong kebelakang menempel pada railing pembatas.


Ceklaaak..


" Nayra..!" suara teriakan Maya ,Rayna ,Wisnu dan Doni yang berlari menghampiri kami.


Aku yang kaget melepas pelukan Narendra dan


klaaakk..


Aaaaaaaaakkk...Tidaak !


badanku tiba- tiba terhuyung kebelakang railing yang tadi aku pakai untuk bersandar lepas begitu saja. Kupejamkan mataku.Badanku terasa melayang diudara hembusan angin membuat darahku ikut berdesir cepat.


" Nayra pegang tanganku?" Maya menangkap tangan kananku dengan erat.


" Maya? Haah... haahh. " Nafasku berderu cepat,berusaha naik keatas. Terlihat orang- orang panik melihat kami.


" Maya sini pegangang yang kuat may, Nayra bertahan !"ujar Narendra memegangi tangan Maya dan berusaha meraih tanganku .


" Aaakk, " teriakku saat melihat kebawah. kulihat semua kecil meski teriakan para tamu terdengar sangat riuh.


" Nayra tenang! jangan lihat bawah. bayangkan kamu sedang naik tangga. pejamkan matamu. "


" Iya Nay benar kata Narendra, jangan takut kami semua akan membantumu." ucap Maya.


Aku tak mampu berkata -kata hanya bisa menganggukkan kepala.Dan terus berusaha naik keatas dengan mengeluarkan semua tenagaku.


" Ya Nayra kamu tenang ya?" ucap Rayna."


"Ayok dikit lagi Nayra!" teriak Maya"


" Iya maya ?"ucapku dengan nafas tersengal-sengal.


ALHAMDULILLAH


ucap serempak.


" Syukurlah Nayra kamu selamat? " ucap Maya seraya memelukku erat.


Tidak terasa air mataku tumpah dengan sendirinya. Terharu rasanya mengingat Maya menjadi pahlawan untukku.


" Ma- makasih Maya kamu sudah menolongku,makasih semua?" ucapku terbata kami masih duduk diatas balkon.


" Iya Nayra sama- sama?Ayok kita pergi dari sini. Disini tidak aman buatmu?" ucap Maya seraya mengajakku berdiri dan memapahku begitu juga dengan Rayna yang ada disampingku.


"Maafkan aku Nayra aku sudah mengajakmu kesini.?jika saja kamu tidak kebalkon ini mungkin ini tidak akan terjadi. Dan semua akan baik- baik saja.sekali lagi maafkan aku " ucap Narendra dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


" Narendra ini bukan salah kamu, jadi tolong berhenti menyalahkan dirimu sendiri. "


__ADS_2