
Namaku Nayma,aku tinggal bersama saudara kembar ku Nayra. Ya kami memang saudara kembar tapi wajah kita tak begitu mirip,apalagi dengan sifat sudah jelas kami sangat beda bisa diibaratkan bagaikan langit dan bumi.
Sifat ku yang lembut dan sangatlah pendiam beda dengan kakakku yang bersifat bar-bar dan tidak mau mengalah.
semenjak kedua orang tuaku pergi untuk selama-lamanya,kakak ku lah yang menjadi tulang punggung keluarga,membanting tulang setiap hari, bekerja tiada henti.
" Hari Minggu begini masih kerja kak ?" tanyaku yang sedang duduk menonton televisi.
" Iya Nay lagian dirumah mau ngapain? udah gak dapet uang dapet bosen iya hehe?"jawab kak Nayra yang duduk disampingku dengan sibuk memakai sepatu.
"Kak Apa aku berhenti saja tidak usah sekolah ?"
" Kamu ini ngomong apa Nay, mau ngapain dirumah ? sudah lah kamu itu konsen saja?ujian juga baru selesai kan tinggal tunggu pengumuman kelulusan?"
Kami beradu tatap, kakak menepuk bahuku beberapa kali menyakinkan ku agar tetap semangat mengejar mimpiku.
" Kakak gak capek kerja terus dari hari Senin ketemu Senin lagi kakak gak pernah libur setahuku?" aku mengeluh.
" Ya jawaban kakak masih sama , ngapain dirumah gak dapat uang?"
" Kalau begitu aku mau bantu kakak ya, kan kalau dirumah aja gak dapet uang. ?" sanggahku.
" Nurut gak " mata kak Nayra membulat sempurna, kalau sudah begini aku tidak berani menatap walau secuil.
" I-iya kak" hanya kata itu yang mampu terucap.
" Hmm kakak berangkat dulu ya, dirumah istirahat,jangan lupa makan dan ingat kunci rumah tunggu sampai kakak datang gak usah kemana- kemana." Pesan kak Nayra seraya mendorong motor berwarna merah. motor hadiah ulang tahun dari papa dan mama waktu masih hidup.
Meski kami hanya tinggal berdua, akan tetapi aku masih merasa tinggal ber 4 . Kasih sayang dan juga perhatian yang kak Nayra beri sangtlah sama seperti kasih sayang yang papa dan mama beri kepadaku.
Kala aku, sedih orang pertama yang akan memberiku kenyamanan dan tempat bersandar ialah kak Nayra, Sebenarnya akhir- akhir ini aku ada msalah dengan Rayna .
Ya Rayna adalah sahabat karibku dimanapun kita selalu bersama, aku mengenal Rayna sejak bangku SD sampai saat ini kami masih satu sekolah.
Persahabat kami sangatlah menyenangkan hari - hari kami lewati bersama dari duduk di bangku yng sama, kekantin bersama bahkan tak jarang aku sering menghabiskan pulang sekolah dirumah Rayna.
Tepatnya hari Rabu lalu ,Rayna terlihat berubah , agak sedikit menjauh meski kami masih bertegur sapa tapi tak seperti biasa , rayna lebih memilih kekantin dengan teman lain dengan alasan ada belajar kelompok . kami pun pulang dengan sendiri- sendiri.
__ADS_1
" Nay sendiri aja, rayna sahabat perangko mana hehe?" Tanya Bimo menghampiriku saat aku berjalan pulang.
" Mmm.. gak tau Bim ,tadi waktu dikelas sih masih tapi pas keluar udah gak tau kemana ?"aku masih terus berjalan,Bimopun mengikutiku.
" Eh.. nanti malam ada acara gak aku mau mengajakmu makan malam?" tanya Bimo yang sesekali menatapku.
" Emm..aku gak berani keluar. takut dimarahi kakak aku. " jawabku.
"Tenang nanti aku deh yang bilang ke kakakmu sekalian jemput kamu ? gimana?" Ucap Bimo
" Lihat nanti malam aja ya?"
" Ya gak papa?"
" Eh,tapi kamu ngajak Rayna juga kan ?"
" Mmm...kalau itu gampang lah nanti?
Sampai jumpa nanti malam.
**
" Bimo itu teman apa pacarmu Nay?" tanya mbak Nayra .
" Teman mbak" ucapku yang menyisir rambut didepan cermin.
" Ow..kalau pacaran juga gak papa ?"
" Heh..mbak ini,gak mungkinlah aku jadian sama Bimo .Rayna itu cinta mati sama Bimo.Tapi sampai sekarang Rayna masih malu-malu kalau ketemu Bimo,tapi nanti kalau ada kesempatan rencananya aku mau kasih tau ke Bimo biar Bimo tau kalau Rayna sangat cinta dengannya.Kata Bimo nanti Rayna juga diundang.Tau gak mbak Rayna kalau curhat pasti tentang Bimo ,Bimo dan Bimo.Katanya Bimo pujaanku ,pangeran ku ,belahan jiwaku datanglah padaku. haha.." Ucapku seraya cekikikan.
" Haha..dasar anak lelamta" jawab Mbay Nayra.
" Lelamta apaan mbak?" ucapku dengan membalikkan badan menghadap ke mbak Nayra yang sedang duduk ditepi ranjang .
" Lebay dalam bercinta,Sudah sana pergi Bimo sudah jemput tuh?"jawab mbak Nayra yang bangkit dari ranjang kemudian keluar mendengar suara klakson mobil.
" Haha ...ada -ada saja mbak ini,Itu pasti Bimo udah dateng" Aku mengambil tas dan juga hp dinakas,bercermin kembali sebentar mengecek apa ada yang kurang dari dandananku malam ini. Kupandang dari atas kebawah.
__ADS_1
" Okey sudah siap waktunya berangkat."
Aku keluar dari kamar,melangkah dengan cepat menuju ruang tamu. Pasti Bimo sama Rayna sudah menunggu.
" Tuh Nayma ,ingat ya Bim jaga Nayma ,pulang jangan larut-larut, gak usah mampir- mampir kemana-mana? Habis makan langsung pulang "Ucap mbak Nayra kepada Bimo.Bimo hanya mengangguk- anggukkan kepala" Dan untuk kamu Nayma jaga diri baik- baik kalau Bimo atau temanmu kurang ajar langsung telvon mbak okey,ingat jangan pulang malam.Sudah langsung berangkat sana biar gak kemaleman." pesan mbak Nayra.
"Mm kami berangkat dulu ya mbak" ucap Bimo seraya menjabat tangan mbak Nayra begitupun juga aku.
" Iya,hati-hati"
mobil melaju dengan cepat, diperjalanan kami berbincang-bincang hingga tak terasa,kami sudah berada didepan Resto. Setelah memarkir mobil aku dan Bimo turun, memasuki resto. memilih tempat duduk yang ada dipojok dengan menghadap luar. karna resto ini berdinding kaca yang transparan sehingga kami dapat dengan jelas melihat pemandangan luar dari balik kaca.kendaraan yang lalu lalang serta bulan dan bintang yang bersinar terang dimalam ini.
" Rayna mana Bim kok belum datang?" ucapku
" Mungkin bentar lagi?" jawab Bimo.
" Bim aku mau bicara serius,apa boleh ?" aku menunduk seraya menatap sekilas wajah Bimo.
" Soal apa ?"
" Mm tapi kamu tidak marah kan kalau aku mengatakan ini semua?"
" Gak kok aku gak marah ,silahkan kalau mau bicara .tapi setelah itu aku juga mau bicara serius dengan kamu? "
" Bim kamu tau gak sih sebenernya tuh Rayna suka sama kamu, tapi dia gak berani mengungkapkan perasaanya.Dia bilang dia akan menunggumu sampai kamu mengatakan perasaanmu ke Rayna." aku menjelaskan.
" Masak sih, tapi aku gak punya perasaan sama Rayna aku, aku ...mm. aku sukanya sama kamu Nay"jawab Bimo dengan malu- malu.
"permisi ini pesanannya" pelayan resto datang dengan membawa pesanan kami.kemudian meletaknya kedepan kami masing- masing.
Hatiku masih deg- degan, tanganku kini panas dingin.merasakan nerves yang luar biasa.Niat hati memberi tau malah kini aku yang menjadi tau.
kami saling menatap sekilas.
" Terimakasih " ucap kami serempak.
" Hehe mbak sama masnya ini kompak bener,pasti pacarannya sudah lama sampai tau isi hati masing- masing." ucap pelayan resto terkekeh seraya meninggalkan kami.
__ADS_1