
" Bisa tolong keluar dulu ?" ucap dokter yang menangani Rayna kepada kami.
Kami pun keluar,meninggalkan kamar rayna dengan perasaan cemas dan kawatir . Tante Ninda terlihat diluar duduk dikursi menangis sejadi- jadinya kala mengetahui Rayna yang kritis.
" Sabar Tante ,Rayna pasti sembuh?" ucapku menenangkan.
" Cuih, tidak usah kamu sok perhatian kepada putri saya, saya yakin kamu pasti senang kan melihat Rayna seperti itu." tuduh Tante Ninda seraya menunjuk kamar Rayna.
" Astagfirullah, Tante itu tidak benar." jwmawabku.
" Sudah pergi kamu dari sini, aku dan putriku tidak butuh bantuanmu mengerti !" bentak Tante Ninda didepanku .
" Baiklah Tante ,saya permisi dulu" pamitku .
" Nayra tunggu?" Cegah bos Narendra.
" Maaf bos saya harus pergi dulu, saya gak mau membuat masalah tambah rumit saya juga gak mau terjadi keributan di rumah sakit ini apalagi dengan Tante Ninda "
" Ya aku tahu, kamu pulang bareng sama aku aja ya ,tunggu sini?" ucap bos Narendra .
Bos Narendra Terlihat pamit dengan Wisnu dan Tante Ninda . kemudian kembali lagi menemuiku.
" Wisnu gak ikut bos ?" tanyak,dengan melihat kebelakang bos Narendra.
" Tidak Wisnu masih aku suruh buat urus biaya rumah sakit Rayna."
" Ayok"
__ADS_1
Tanganku digandeng begitu saja,tanpa meminta izin.Saat itu juga jantungku merdetak dengan keras. Tanganku menjadi keringat dingin.
Diperjalanan kami hanya diam.Suasana menjadi hening.
Tiba- tiba bos Narendra menepikan mobilnya. Turun dan masuk disalah satu minimarket. selang beberapa menit kembali lagi ke mobil dengan menenteng kantong plastik ditangannya.
" Maaf lama ?"
" Gak apa- apa ?"
Melanjutkan perjalanan pulang,tiba di taman kota yang tidak jauh dari rumahku. Bos Narendra berhenti, disini cukup rame banyak pasangan muda - mudi yang duduk- duduk disana.
" Lho kok berhenti disini bos?" ungkapku.
" Mmm, ya kamu mau kan temani aku duduk- duduk disana sambil makan cemilan nih?" ujar bos Narendra yang mengangkat kantong plastik dari minimarket.
" Oh ya bos" ujarku.
kami pun turun dari mobil, mencari tempat yang tepat untuk kami bersantai. Ditaman ini banyak juga yang jualan ada bakso ,somay dan masih banyak lagi,belum lagi orang yang berjasa menyewakan karpet kecil yang dibandrol 5 ribu sampai 10 ribu tergantung lamanya pemakaian.
***
" Makan Nay ?ini ada roti,cemilan dan minuman?" ucap bos Narendra yang sudah menata semua di tengah- tengah kami.
Kami duduk bersebrangan dibatasi makanan yang tersusun tadi.
" Ya makasih"
__ADS_1
Suasana hening .
" Kenapa diam?apa ada masalah? " tanyaku mencoba membuyarkan keheningan.
" Mm Menurutmu apa selama ini aku jadi bos terlalu galak Nay? "
" Tidak galak sih ,cuma aneh ? hehe."
" Anehnya?"
"Ya aneh , sulit diungkapkan? hehe "
" Nay apa menurutmu menjadi anak harus semua - semua menurut apa kata orang tua ?"
" Kalau menurutku,kita memang sebagai anak harus berbakti kepada orang tua, tapi ada kalanya kita harus ikuti hati karna hati kita, bahagia kita, hanya kita yang jalani. "
" Bagaimana jika keinginan kita tetap ditentang oleh orang tua kita?"
" Semarah- marahnya orang tua , se keras- kerasnya orang tua, mereka tetap orang tua yang penuh kasih orang tua yang selalu ingin membahagiakan anak- anaknya dan orang tua yang akan selalu mengorbankan hidupnya demi anak"
" Tapi beda Nay ? Ayahku beda?"
" Bos , Semua ayah itu sama hanya saja terkadang kita jadi anak kurang memahami dan mengerti keinginan orang tua kita. bos coba aja kasih pengertian ke ayah bos , beri alasan yang tepat agar ayah bos luluh.
Kami menikmati malam ditemani cahaya bulan dan bintang yang cantik.
" Narendra ?"
__ADS_1
"Dinda?"