Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Perjalanan dihutan. POV .jaya Kusuma


__ADS_3

1 2 3 ... aaagggrrhh badanku terjun bebas di udara bagaikan kapas yang diterbangkan angin.Hanya bisa pasrah akan jatuh dimana. Dalam hati hanya sanggup berdoa agar bisa selamat ,meski aku tahu doaku tidak semudah itu dikabulkan, Apa lagi doa dari seorang pembunuh ,pemerkosa dan masih banyak lagi dosa- dosa yang ku perbuat .


Bruuukk ...


Tubuhku jatuh tepat di atas semak- semak berduri rasanya perih di sekujur tubuhku .Badanku serasa dipukuli satu kampung. Mencoba bangkit seraya Menoleh kearah lain mencari keberadaan ketiga teman yang jatuh bersamaku tadi.


" Aaaoow ..sakit sekali rasanya ,dimana ini apa?" Mataku terus mencari keberadaan ketiga orang tadi.


" Aduuh,tolong aku " Suara rintihan dari salah satu orang tadi


Segera aku mencari asal suara ,dan ternyata suara itu tidak jauh dari tempatku jauh . Semak belukar yang tinggi- tinggi dan rimbun membuatku sulit melihat langsung. Karna malam gelap dan tidak ada penerangan sama sekali membuat ku harus jeli melihatnya ditambah kami ber empat sengaja memakai baju berwarna hitam.


" Hey kamu gak apa- apa ?Aku disini tunggu aku akan kesitu?" ucap ku dengan susah payah berjalan menemui sahabat baruku itu.


" Aku disini !" Suara itu beda dari yang merintih tadi ,aku sangat kenal suara ini suara ini adalah orang yang pertama menyuruhku naik . Kuputar mataku kearah suara.


Jreeess ...


lampu dari korek api menyala. Seketika aku langsung menghampirinya.


" Untungnya kita selamat 1 2 3 kurang 1 kemana Roni ?" ujar pria yang menyuruhku naik itu .


"Ya bos jack roni belum ada ?" salah satu lelaki berbadan tanggung menimpali.


" Kemana dia ? " ujarnya lagi seraya mengarahkan api korek kesekeliling.


" To ... loong ..." suara lirih dari balik batu dan semak- semak .Kami bertiga pun ikut mencari keberadaan asal suara.dengan mengandalkan penerangan satu korek api yang dipegang oleh pemimpin kami saat ini yang disebut Jack itu.menyibak semak - semak belukar t


yang menghalangi kami , Hingga kami menemukan tubuh yang bernama Roni itu tergeletak diatas batu besar dengan kondisi kepala pecah namun masih bisa bergerak sedangkan kakinya penuh darah mungkin terkena ranting pohon kala jatuh.


" Roni kamu masih kuat ? "

__ADS_1


Roni tidak mampu menjawab hanya bisa mengedipkan mata .


"PERHATIAN WILAYAH INI SUDAH DIKEPUNG SAYA HARAP KALIAN MENYERAH SAJA DARI PADA KAMI AKAN BERTINDAK TEGAS !"


Suara petugas polisi yang menggunakan pengeras suara.


" Sial ! kita sudah tidak ada waktu lagi secepatnya kita harus bisa pergi dari sini ?""" ucap bos jack.


" Bagaimana dengan Roni bos kasian dia ?" ucap lelaki bertubuh kurus.


" Memangnya kamu mau tertangkap lagi , lalu apa gunanya kita kabur kalau tidak untuk menyelamatkan diri haa ..dasar beg*k kalau kamu memang mau menyelamatkan si Sekar* t ini silahkan ! tapi sorry saya gak mau bantu ." ujar bos jack .


" Maaf bos jack kita harus lewat mana ini , suara polisi makin dekat kearah kita?" tanyaku yang panik.


Ini adalah kesempatanku untuk kabur dan aku harus memanfaatkan kondisi ini ? jujur aku gak Sudi harus tinggal di penjara yang tidur beralaskan lantai makan makanan gak enak .


" Ayok kita lewat sebelah sana ikuti aku ?" ajak bos jack .


" Maafkan aku Roni ,aku terpaksa meninggalkanmu aku juga ingin berkumpul lagi dengan keluargaku semoga kamu tenang " ujar lelaki berbadan kurus itu seraya melepaskan tangan Roni secara perlahan. Bisa dilihat mata Roni mengeluarkan air mata.sejujurnya kasian dalam kondisi yang sudah sakit dan membutuhkan pertolongan malah ditinggal begitu saja .


" PAK ADA KORBAN DISINI ! "


Terdengar suara teriakkan polisi mungkin Roni sudah ditemukan ,mendengar suara itu kami bertiga secepat mungkin lari dan menjauh tidak peduli duri- duri yang menancap dikaki dan tubuh kami . Terus menerobos masuk kedalam hutan.mengikuti bos jack petunjuk arah.


" Tunggu kita berhenti dulu disini untuk memulihkan tenaga? saya yakin polisi - polisi itu tidak akan sampai kesini apalagi ini sudah malam ,kemungkinan besok kita akan dicari lagi ?"


" Terus kita harus bagaimana bos ? tanyaku.


" Tenang aku sudah tahu kemana kita akan pergi diujung sana ada pemukiman warga nah dari daerah situlah kita bisa pergi Keluar dari kota ini, kita harus sampai ke pemukiman warga pagi ini juga sebelum para polisi datang dan menemukan kita . Kita harus lebih cepat dari pada polisi ?" Tutur bos jack.


" Iya bos " ucap kami serempak.

__ADS_1


Kami beristirahat sejenak ,kemudian melakukan perjalanan lagi capek ,letih,lelah kami rasakan namun tidak menyurutkan langkah kaki kami agar cepat sampai ketujuan .


Pukul 5 pagi kami sudah sampai di perkampungan .


" Sial ternyata kita kalah pagi sama polisi- polisi itu ?" Gumam bos jack kala melihat beberapa polisi yang berjaga di pinggir jalan . Cukup lama bos jack beefikir agar bisa lolos dari penglihatan polisi.


" Bagaimana ini bos ?" tanya si Van yang panik.


" Iya bagaimana ini bisa- bisa kita ketangkep lagi ? ucapku yang juga ikut panik.


Kami yang bersembunyi dibalik pohon besar disebrang jalan.termenung beberapa saat mencari solusi yang tepat.


" Saya punya ide ? bagaimana kalau salah satu dari kita mengalihkan perhatian polisi dengan berpura- pura tanya jalan bagaimana ? " ujar Van


" Terus yang jadi umpan siapa ? " tanyaku.


Bos jack dan Van menatap ku dengan serius.


" Maksud kalian aku yang harus jadi umpan ? mana bisa aku orangnya gerogian bisa - bisa cepat ketahuan nanti ? " Elak ku .


Bos jack dan Van semakin menatapku.baru kali ini aku disudutkan orang biasanya aku yang menyudutkan . Jadi Teringat kala aku dan Rayna menyudutkan Nayma dengan kata- kata kasar yang keluar dari mulutku. Mungkin begini rasanya saat kita disudutkan ingin pergi tapi tidak bisa ingin melawan takut menjadi tambah runyam didengar dan diikuti sakit yang didapat.


" Mau tidak ! " bentak bos jack .


" Iya - iya saya mau ,tapi saya harus alasan apa?jujur saya tidak pandai berkata"


" Kamu bilang aja rumah si Bu Alimah Dimana gitu ? "


" Memangnya disini ada nama nya Bu Alimah bos? " tanya Van.


" Ya mana gue tahu ,itu hanya ngarang dasar bod*h ,kamu pikir saya pernah kesini ?"

__ADS_1


" Maaf bos ?"


Rasanya pengen sekali kuhajar ini yang namanya bos jack ini, kalau difikir- fikir dia masih agak muda dengan saya tuaan saya tapi sok sekali perintah- perintah .Kalau saja aku masih punya uang banyak mungkin preman pasar ini sudah habis ditanganku .


__ADS_2