
" Bodoh kamu ! kenapa kamu bisa sampai ketangkep begini apa kamu tahu kalau sudah begini aku yang jadi bingung pusing dasar ceroboh !" Maki Seno kepada Wisnu di kantor polisi .
Wisnu hanya diam mendapat makian dari Seno .
" Ingat ya Wis kalau kamu sampai bocor ,saya gak akan segan - segan menyakiti kedua orang tuamu ngerti !" Ancamnya lagi.
" Om ,Wisnu mohon jangan sakiti mama papa ,mereka sangat berarti bagi Wisnu om ,sudah cukup Wisnu terpisah jauh dari mereka ,Wisnu gak mau terpisah lagi ?" Wisnu memohon.
Seno tak menjawab hanya menampakkan wajah marah .
" waktu habis " Penjaga memberi tahu.
Seno langsung pergi meninggalkan Wisnu .
" Om Wisnu mohon jangan lakukan apa - apa kepada mama papa om Wisnu mohon !" Teriak Wisnu yang kini dibawa polisi masuk kedalam sel.
***
" Kamu sudah baikan Nay ?" Narendra membawakan segelas kopi hangat dan juga sarapan yang baru saja ia beli dari luar.
" Heum ,makasih ndra . Kamu gak sarapan ndra ?"
" Sudah tadi , aku suapin ya ?" Narendra membuka nasi yang ada dihadapannya"
Nayra hanya mengangguk ,rasanya tak adil jika menolak karna bagaimana pun juga Narendra lah yang telah menolongnya.
" Aaak ..." Narendra menyuapkan nasi ke mulut Nayra.
Nayra sangat menikmatinya .Beberapa suapan nasi telah masuk kedalam perut Nayra .
" Eh ... maaf nay " Narendra menyentuh bibir Nayra membersihkan nasi yang menempel disana. Karna mereka duduk berdampingan kemesraan pun terasa disana . Hening beberapa saat mata mereka saling tatap untuk beberapa saat .
Entah setan apa yang merasuki mereka berdua ,Narendra semakin mendekatkan wajah ke wajah Nayra . Nayra hanya mampu memejamkan mata tak lama berselang bibir Narendra sudah mencium bibir Nayra dengan lembut.
Drrt ... Drrt ...
Ponsel Nayra bergetar sontak membuat keduanya berhenti .
" Siapa ?" Narendra bertanya pelan.
__ADS_1
" Dinda, bentar ya " jawab Nayra seraya sedikit menjauh dari Narendra.
" Iya Din ?"
" Nay kamu gak papa kan ? Aku denger dari Maya kamu baru saja mengalami hal tak mengenakan dari Wisnu ? Kenapa kamu gak kabari aku Nay ?" Ujar Dinda.
" Maaf Dinda aku gak mau saja kamu khawatir ,kamu kan lagi hamil . Kamu tenang aku gakpapa kok ? Gimana kabar kamu maaf juga belum sempet datang kerumah ?"
"Nay - Nay kamu itu aku yang khawatir malah kamu sibuk mikirin keadaanku ?"
" Hehe ... tenang Dinda sahabatku Aku baik - baik aja kalau gak percaya besok aku kerumah"
" Iya - iya ? Lalu ini kamu lagi apa ? Apa perlu aku suruh Tante buat masakin sarapan buat kamu ?"
" Gak perlu , aku sudah sarapan ?"
" Ya udah kalau gitu kamu baik - baik selalu ya , aku mau olahraga pagi dulu Tante udah teriak - teriak tuh "
" Ok ,sip kamu juga hati - hati ya "
Tut ...
" Maaf lama ?" Nayra duduk kembali .
" Gak papa ,mau makan lagi ?" Ujar Narendra seraya kembali menyuapkan nasi disendok .
" Eum ... gak usah aku bisa makan sendiri " Nayra mengambil makanan yang ada dihadapan Narendra dengan cepat.
" Gimana apa kamu sudah tahu kabar papamu ?"
" Kabarnya sih sudah tahu katanya sih baik - baik aja malah sekarang sudah oprasi plastik ,yang aku heran dengan papa kanapa papa gak mau menemui ku apa papa gak kangen ? atau mungkin papa masih marah karna akulah yang memenjarakannya ? "
" Sabar Narendra ? Mungkin papamu belum siap apalagi kamu tahu sendiri kan status nya papamu sekarang mungkin papamu masih takut kalau sampai tertangkap kembali. "
" Ya bisa jadi ,Apa kamu mau ikut rencananya hari ini aku mau menemui Wisnu "
" Heem "
Selesai makan dan bersiap akhirnya mereka pun berangkat menggunakan motor Narendra . Diperjalanan mereka banyak diam .
__ADS_1
Sampai dikantor polisi Nayra dan Narendra langsung menunggu ditempat tamu berkunjung .
Wisnu terlihat tertunduk malu saat melihat kami . Namun Wisnu tetap duduk didepan kami.
" Bagaimana keadaanmu Wis ,apa kamu sudah sadar dengan apa yang kamu lakukan ke Nayra ha ?" Ujar Narendra dengan menatap Wisnu dengan tajam.
Wisnu hanya diam masih tak mau menjawab pertanyaan Narendra sesekali melirik Nayra .
" Wisnu aku mau nglepasin kamu sekarang juga asal kamu mau jujur siapa yang menyuruhmu datang ke rumahku ?" Tanya Nayra .
" Maksud kamu apa Nay ? Orang ? menyuruh Wisnu ? Bukankah Wisnu datang kerumahnya untuk melecehkan mu ? Aku masih gak mengerti dengan pertanyaan mu?" Narendra bingung .
" Wisnu jawab !" Nayra sedikit meninggikan suara. tanpa menjawab pertanyaan Narendra.
" Wisnu ? Aku tahu kamu sudah lama mengawasi ku ,jawab saja siapa yang menyuruhmu dan kamu dapat imbalan apa sampai kamu mau melakukan ini semua?"
" Nay maaf nay , aku ... aku ... aku ...nglakuin ini semua murni dari diriku sendiri Nay tanpa ada yang menyuruh ? Apa kamu tahu aku dari dulu sayang padamu Nay bahkan rasa ini aku rasakan sejak awal kita bertemu di cafe .Aku mencintaimu Nay ?" Ujarnya dengan memelas.
" Apa ? Jadi kamu juga suka dengan Nayra Wis ?" Narendra semakin bingung dan heran.
" Heeems ... cinta kamu bilang ? aku gak percaya kalau kamu cinta beneran itu hanya alibi mu kan menutupi orang yang ada di belakangmu ? Supaya gak ketahuan ya kan ? Wisnu kenapa kamu gak bisa jujur apa begitu berat nya kejujuran itu atau kamu sudah diancam mereka iya ?"
" Jujur Nayra aku gak ada yang nyuruh itu benar - benar kulakukan murni atas dasar keinginanku untuk mendapatkan mu ?"
" Pembohong besar ! lalu buat apa kamu ambil tes DNA yang kusimpan? Tahu dari mana kamu soal DNA itu ?"
" Aku ... aku mendapat informasi dari Doni ? kupikir itu sangat penting makannya aku ambil ?"
" Heem pembohong "
" Waktu besuk sudah habis " ujar penjaga polisi .
Wisnu akhirnya pun dibawa kembali kedalam sel .
"Nay aku masih gak ngerti dengan pertanyaan mu tadi ke Wisnu orang suruhan? DNA ? semua itu siapa ? Dan apa hubungannya?"
" Nanti kamu juga akan tahu Narendra tapi gak sekarang karna saat ini belum pas waktunya membicarakan soal ini ?"
" Jadi Nay apa aku juga akan terlibat dengan semua ini ?"
__ADS_1
" Kita lihat aja nanti Narendra karna takdir gak ada yang tahu kedepannya seperti apa ?"