
Tante Ninda semakin menyudutkanku, meintimidasiku didepan pengunjung dan karyawan.Tanpa memberi kesempatan untuk membela diri Tante Ninda terus mengucapkan kata- kata makian.
Aku berusaha bangkit,dari dudukku namun lagi -lagi Tante Ninda mendorongku kembali untuk duduk.
" Tante tenang dulu, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Rayna sekarang? "ucapku dengan pelan berusaha menenangkan keadaan.
Karna aku tahu jika emosi dilawan dengan emosi maka tidak akan ada ujungnya.
"Kamu mau tau keadaan Rayna sekarang,Rayna sekarang harus dibawa ke rumah sakit akibat depresi berat. itu semua ulahmu Nayra ,kamu harus tanggung jawab." ucap Tante Ninda dengan nada gemetar.
Jika saja Tante Ninda tahu apa yang sebenarnya terjadi,kalau anaknya lah yang telah membuat adikku meninggal mungkin Tante tidak mungkin seperti ini. Jika Tante Ninda tahu karna anaknya lah adikku juga depresi,seperti yang dirasakan Rayna saat ini mungkin Tante juga akan rasakan apa yang aku rasa, tapi apa mungkin Tante Ninda percaya jika aku memberi tahu sebenarnya tentunya tidak akan mungkin .Karna bagi seorang ibu kebanyakan akan melindungi anaknya dan menganggap anaknyalah yang paling benar.
" Jadi Tante mau apa? " ucapku
" Aku mau kamu, mencabut tuntutan mu ke Rayna agar Rayna dapat bebas tanpa jaminan apapun" jawab Tante Ninda dengan mata melebar.
" Tapi tante, Rayna harus menebus kesalahannya.Mungkin dengan lewat hukuman itu Rayna bisa sadar akan kesalahannya Tante." balasku.
" jadi kamu masih kukuh tidak mau mencabut tuntutan ini dan masih meneruskan kasus ini? apa kamu tidak merasa bersalah juga karna kamu Rayna harus mengalami depresi luar biasa .Anakku harus tidur beralaskan lantai dan karnamu anakku harus makan makanan dipenjara." Ujar Tante Ninda dengan penuh emosi.
"jadi maksud Tante ,harus aku yang tanggung jawab ini semua? maaf sebelumnya Tante apa yang sebelumnya dilakukan Rayna kepadaku juga sangat menggangguku." balasku.
"Dasar, kamu Nayra ...!"Tante Ninda mengangkat tangannya mengayunkan kearahku.Jantungku rasanya berdetak keras,kuremas jemariku,ku tutup mataku. bersiap dapat salam 5 jari yang akan melayang dipipiku.aku hanya bisa pasrah karna melawanpun percuma.
Kudengar deru nafas cepat Tante Ninda,dapat kurasa betapa marahnyaTante Ninda kepadaku.
"Tante Ninda berhenti !" dengan reflek aku membuka mataku sedikit demi sedikit kala mendengar suara yang memanggil Tante Ninda.
Dihadapan ku sudah ada Narendra yang memegang tangan tante Ninda yang berada tepat didepanku. Narendra memegang tangan Tante Ninda yang hendak mendarat ke pipiku.
__ADS_1
" Narendra kamu, lepaskan tangan Tante? Aku mau memberi peringatan kepada Nayra atas apa yang telah dia lakukan kepada Rayna ?" ucap Tante dengan melepaskan cengkraman tangan Narendra. Namun Narendra tetap memegang dengan kuat.
" Tidak Tante harus berjanji dulu,untuk tidak membuat keributan dicafe ini,baru Narendra lepaskan tangan Tante ."jawab Narendra.
" Kamu melawan Tante? kamu mau membela babumu ini ? kamu tidak kasian saudaramu haa.." Tante Ninda dengan emosi dan bersuara keras hingga membuat orang yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala.
" Cukup Tante ,Tante sudah mengganggu kenyamanan pengunjung disini ,kalau memang Tante punya masalah dengan Nayra maka selesaikan dengan baik dan datangi kerumahnya bukan tempat kerjanya."ucap Narendra dengan suara lantang seraya melepaskan tangan Tante Ninda.
Aku tidak bisa hanya menyaksikan keributan ini ,bagaimanapun Tante kesini itu karna aku maka aku harus menyelesaikannya.aku menarik nafas dalam mencoba tenang dan lebih tenang lagi dalam menghadapi situasi seperti ini .
" Tante, bos maaf sebelumnya atas ketidak nyamanan ini dan atas keributan ini"mataku melihat kearah Tante dan narendra secara bergantian.
"Untuk Tante besok akan aku urus semua, kita bisa selesaikan lagi dikantor polisi,tapi sebelumnya izinkan aku menemui Rayna?"
" Untuk bos saya minta maaf sebesar -besarnya."
" Tidak bisa hari ini juga harus selesai !" ucap Tante Ninda .
" Tante kan sudah dapat penjelasan langsung dari Nayra kalau besok akan diurus semua,jadi tolong Tante harus bisa fahami."ucap Narendra kemudian beralih melihatku.
" Dan kamu Nayra,kalau kamu memang punya masalah tolong jangan bawa ke pekerjaan."
" Baik bos" aku menundukkan kepala.
Tanpa berpamitan Tante Ninda langsung meninggalkan cafe ini.Diiringi dengan bantingan pintu kaca cafe yang dibanting dengan keras "braakk" hingga membuat salah satu pengunjung kaget.
kejadian hari ini membuat tidak enak hati kepada pengunjung,karyawan dan terlebih lagi bos.
"Kata apa yang harus aku ucapkan jika ditanya bos soal kejadian ini apa aku harus jujur ,tapi apa mungkin bos akan percaya?" batinku terus berputar-putar mencari jawaban yang tepat.
__ADS_1
"Nayra ikut aku keatas" ucap Narendra seraya melangkah menuju atas.
" Tuh kan baru saja berfikir ini sudah diajak keatas?" batinku.
" Mmm...ya bos " Akupun langsung mengikutinya dari belakang.dengan langkah pelan aku mencoba bersikap tenang.
***
Sampai diatas kami berdiam diri agak lama.akupun tak berani berucap sepatah katapun.
"Duduk" Narendra yang duduk terlebih dahulu,menggeser tempat duduk disampingnya mempersilahkan aku untuk duduk disana,aku pun dengan agak ragu mencoba biasa dan duduk.
" Maaf sebelumnya jika pertannyaanku ini sedikit melenceng dari pekerjaan?Saya cuma pengen tahu apa yang sebenarnya terjadi. Supaya nantinya kejadian ini tidak terulang lagi dicafe ini." ucap Narendra yang menatap lekat kearahku.
" Mmmm..." Aku tidak berani berucap banyak hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku.
" Okey kalau kamu masih tidak mau cerita,mungkin itu hal pribadi yang tidak bisa sembarangan orang tahu.Ya..ya aku mengerti.Saya cuma mau kasih tahu kamu saja ,bukan berarti saya berpihak ke Rayna atau siapapun.kabar terakhir yang saya dapat dari pihak kepolisian bahwa Rayna telah mendapat pelecehan dari sesama napi dilapas ,karna sebab itulah kondisi Rayna agak terguncang dan sekarang Rayna dirawat dirumah sakit lapas.serta mendapat pendampingan psikologi untuk menyembuhkan depresinya." ucap Narendra. ini
Deg
Kututup mulutku dengan kedua tanganku aku sangat tidak percaya akan ucapan Narendra sebegitu mirisnya tinggal dilapas,aku merasa bersalah dengan memasukkan Rayna ke lapas. padahal aku hanya ingin memberi efek jera ke Rayna,bukan bermaksud sampai membuat Rayna depresi atau mendapat pelec*han dilapas.
" Dan akibat berita itu juga, Om Bimo suami Tante Ninda mendadak terkena serangan jantung setelah mendapati hinaan dan cacian dari luar.Tepat hari ini adalah 7 hari kepergian om Bimo,dan sampai saat ini Rayna belum bisa diajak bicara"
" Inalillahiwainaillahi rojiun, jadi om Bimo sudah pergi?" ucapku bulir bening dimataku menetes dengan derasnya.dadaku terasa sesak. mendengar berita ini.aku masih tidak percaya badanku rasanya lemas seketika.Rayna maafkan aku,aku sudah egois benar kata Tante aku orang jahat. secara tidak langsung aku sudah merenggut kebahagian keluarga Rayna .
Pantas jika Tante Ninda melabrakku hingga ke tempat kerjaku. Aku kini merasa dilema haruskah aku cabut tuntutan ini atau aku harus mengikhlaskan semua kejadian yang menimpa adikku.
"Nayra motormu terbakar didepan" ucap Wisnu dengan suara panik
__ADS_1