
Tlink ....Tling...
Ponsel Narendra berbunyi. Narendra yang sempat melamun menjadi kaget.
Narendra yang dari tadi duduk didepan rumah ,menikmati waktu sore dengan ditemani secangkir kopi hangat yang ia bikin sendiri.
Dulu waktu papanya belum terkena masalah bertubi - tubi seperti ini ,dirumah ini ada pembantu yang mengurus segala pekerjaan rumah , namun setelah rentetan masalah demi masalah yang datang dan papa pun pergi sampai saat ini belum juga mau pulang kerumah akhirnya Narendra memutuskan memulangkan pembantu yang ada di rumahnya.
Bisnis papa Narendra pun terancam bangkrut karna Narendra belum bisa menghandle semua pekerjaan papanya .Apalagi cafe Narendra sampai sekarang masih tutup. Meski begitu Narendra tetap berusaha mendalami pekerjaan barunya itu mengelola kantor papanya ,dengan semangat yang masih tersisa .
.
" Wisnu ? Apa dia sudah benar - benar siap mengajakku ketempat ayah ?" Gumam Narendra sebelum mengangkat telfon dari Wisnu karna kemaren Wisnu sempat menolak ajakan Narendra untuk mengantar ke tempat dimana papanya tinggal.
" Gimana Wisnu ?" Ujar Narendra menerima telvon.
" Iya ndra malam ,kamu tunggu aja dirumah nanti ku jemput" Sambungnya .
" Heemmmzz ... ya udah itu aja kan ?"
" Ya " Jawab Wisnu .
Tanpa basa - basi narendra langsung mematikan ponselnya . Sebenernya Narendra tak ingin seperti itu tapi hatinya masih sakit .
***
" Gimana kalian seneng ?" Ujar black kepada istri dan anaknya yang baru saja ia temui setelah beberapa tahun terakhir ini.
" Iya yah ,seneng banget nanti kapan - kapan kita pergi jalan - jalan lagi ya ?" Ujar putrinya dengan antusias .
" Iya ayah janji Akan mengajak kalian semua ikut ayah. Ini kita mau kemana dulu ? Ujar black .
__ADS_1
" Ketempat permainan saja yah pasti seru ya kan ma ?" ucap putrinya .
Istri black hanya tersenyum dan mengangguk mantap.
Black Mengendarai mobil dengan santainya . Istrinya yang duduk disamping black yang sedang menyetir, terus memandang wajah black yang makin tampan karna oprasi sedangkan putri semata wayangnya duduk dibelakang dengan sangat gembira setelah sekian lama berpisah dengan ayahnya kini telah kembali lagi .
Black memang sangat merahasiakan keluarganya dari dulu kepada siapa pun bahkan dulu black sering tidak mau dikunjungi kerabat dan juga istrinya ini karna bagi black cukup dia saja yang merasakan ini semua tanpa keluarga istri dan anak ikut.
" Lala ...Lalla ...la ..." putri black terus bernyanyi didalam mobil black dan istrinya merasa senang melihat itu .
" Makasih kamu sudah menepati janjimu dulu ,akan menjemput kami dan kamu benar - benar menepati janji itu ,makasih yah " Ujar istri black .
Black tersenyum " Aduh ,kepalaku kenapa tiba - tiba pusing seperti ini uhuk ...uhuk ..." Keluhnya dengan batuk yang tiba - tiba tak berhenti .
" Ayah ,ayah ,ayah kenapa ?" Putri nya panik . berdiri dan melihat kondisi ayahnya.
" Bang black kamu kenapa ? Berhenti dulu bang ! " Teriak istrinya yang tak kalah panik dari anaknya .
" Hah ... gak mungkin ini , gak mungkin ,aku gak mau mati sekarang uhuk ... uhuk ... " Keluh black dengan terus mengelap hidungnya yang semakin meneteskan darah.
" Ayah berhenti yah berhenti ! " Teriak istri black yang sudah semakin panik ikut mengelap hidung black dengan tisu . " Jangan bicara seperti itu ayah " Istri black terus menyemangati meski sebenarnya dirinya juga bingung tak tahu harus apa .
" Hi .... Huumm ,huhu ...ayah ,ayah ayah gak papa kan yah ,Nina gak mau ayah sakit !" putri black menangis dengan menggoyang - goyang bahu black dari belakang .
Sementara jalanan yang dilewati ini sangat sepi dimana jalanan ini hanya ada jurang dan juga pepohonan disamping - samping.
Disaat panik seperti ini black yang sudah sangat kelelahan, merasakan sakit yang luar biasa di jantungnya ,pandangan black semakin kabur ,black pun hendak menghentikan laju mobilnya ,namun ternyata mobil black remnya sudah tak berfungsi lagi .
" Ah, sial ... kenapa ini ?Nina jangan takut ya ayah akan menjaga kamu dan juga mama " ujar black dalam kepanikan ,mencoba tetap konsen dengan mengendalikan laju mobilnya .
" Yaah ... Nina takut yah " putri black semakin menangis .
__ADS_1
" Sayang ,anakku Nina kamu pejamkan mata ya ,kamu tenang sekarang duduk yang baik dan berdoa jangan buka matamu ya sayang " Pesan istri black keanaknya .
Dengan cepat Nina anak black menuruti apa kata mamanya duduk kembali dan memejamkan mata .
" Gelap Ayah ,mama ?" Keluhnya
" Iya sayang nanti pasti akan terang, ingat jangan buka matamu hiraukan apa pun yang kamu dengar ya nak " pesanya lagi.
Kini black mengemudikan mobilnya tak tentu arah , tubuh mereka yang ada didalam terguncang kesana kemari . Hingga terdengar jeritan black dan sang istri .
" Aaaakkk ... aaaakkk ..."
Istri black memegang tangan black dengan erat , pasrah dengan takdir yang ada didepannya saat ini.
praaakk ...
Gelas bekas minuman black dipecahkan Seno .
" Haha ... pasti sekarang kamu lagi menemui ajalmu black haha ... siapa suruh mau ikut campur urusanku ya itu akibatnya ?" Seno tertawa dengan senangnya.
Memecahkan gelas dan membersihkan semua bekas black tadi.
" Sekarang musuhku sudah berkurang satu sekarang tinggal ,giliran Van setelah itu musuh bebuyutan ku Nayra ... " Gumam Seno .
Tok ... tok ... tok ...
Suara ketukan pintu .
"Nah itu pasti jenazah black , oke Akan kusambut kamu black dengan sambutan yang terbaik agar kamu tidak lupa ? " Imbuhnya dengan terkekeh .
" Iya sebentar "
__ADS_1