Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
51.Jangan pergi.


__ADS_3

" Lama sekali Maya ke toilet?" panikku seraya melihat jalan menuju toilet.


" Maya mana Nay?" ucap Wisnu .


" Tahu nih katanya ditoilet tapi lama sekali?" ucapku.


" Eh itu biasa kali Nay aku aja kalau lagi ditoilet tuh malah makin lama dari si Maya karna toilet its is inspirasi otak. apalagi sambil rokok sama main hp hemmz betah haha" ucap Doni.


" Yee itu sih kamu Don ,ini kan Maya masak iya dia ngerokok ditoilet?" ucapku.


" Udah tunggu aja lagian kan acara baru mulai jadi santai aja ?" Wisnu menenangkan.


Acara sudah hampir mulai, Narendra pun nampak rapi dengan jas yang dipakainya. Dia terlihat semakin berwibawa .Disamping Narendra terlihat juga Tante Ninda dengan geng sosialitanya tengah memberi selamat dan bercakap- cakap dengan Narendra.


Tapi dari tadi aku tidak melihat sosok jaya Kusuma , Rayna dan gadis yang ada difoto itu?.Kenapa aku tidak tanyakan perihal gadis yang ada difoto itu ke Wisnu secara Wisnu orang terdekat Narendra dan jaya Kusuma.


"Hai kak Nayra? Sendiri aja ?" tanya Rayna tiba- tiba mengagetkanku dari lamunan.


Orang ini kapan datangnya sudah kayak setan aja tiba- tiba nongol?


" Emm hehe..iya Ray ,gimana sudah sembuh lukamu?" tanyaku.


" Ya kak Nayra sudah sembuh kok ?" jawabnya.


" Syukur Alhamdulillah "tambahku.


***


TIUP LILINNYA TIUP LILINNYA TIUP LILINYA SEKARANG JUGA SEKARANG JUGA.


Kami semua mengelilingi Narendra,menyanyikan lagu untuk mengiringi potong kue. Om jaya melihatku dengan tatapan sinis begitu juga dengan Tante Ninda .


" Nay kamu disini aja ya jangan kemana- mana?" ucap Maya.


" Iya- iya Maya takut amat ini kan acara ultah bukan Helloween hehe"


" Eh mau rumah kamu kan agak Deket tuh sama rumahnya bapaknya Narendra apa kamu tahu tentang bapaknya Narendra?" tanyaku agak berbisik ditelinga Maya.


" Iya aku tahu, kenapa ?aku juga mau bicara sesuatu serius denganmu " ucap Maya dengan serius.


" Apa ?"


TEPUK TANGAN


suara riuh tamu .


" Ini masalah kamu sama Narendra?"


"Apa May ? gak dengar.

__ADS_1


" Aduh, ini tentang kamu Nay kamu dalam bahaya ,kamu?"


" Apa biaya apa may?udah nanti aja may kita bicaranya ,kita ikuti dulu acaranya"


Acara tiup lilin sudah kini berganti dengan acara potong kue dan suap- suapan.


SIAPA YANG AKAN DAPAT SUAPAN PERTAMA DARI NARENDRA ,HHMM PASTI PENASARAN YA.. BAPAK JAYA BERSIAP- SIAP DAPAT SUAPAN PERTAMA DARI ANAK SEMATA WAYANGNYA. Ucap pembawa acara.


Aku yang berdiri disamping kiriku Maya ,Wisnu dan Doni,sebelah kananku Rayna Om jaya dan Tante Ninda .Narendra berjaln menghampiri kami dengan senyum yang mengembang.


Narendra berdiri tepat ditengah-tengah kami dengan membawa sesendok kue yang ada ditangannya. Bola matanya tertuju pada ayahnya kemudian ke arah yang lain termasuk aku.


" Ini buat kamu Nayra ,orang yang membuat hariku bahagia? Aaak.." ucap Narendra seraya menyuapkan tar yang ada ditangannya ke mulutku.


Rasanya kaget, sungguh aku tak percaya. Mulutku pun langsung menerima suapan itu tanpa dikomando.


" Terimakasih"ucapku seraya mengunyah tar tersebut.


" Bos Narendra selamat ya semoga diulang tahun kali ini bos makin dewasa, dimudahkan segala urusannya dan selalu menjadi orang baik"


" Iya sama- sama Nay "


Prok...prok ..prook. suara tepukan tangan para tamu.


" Iih, Nay bikin iri tau gak" ucap Maya dengan senyum- senyum.


" Apaan sih May?" ucapku.


selanjutnya suapan kedua untuk papanya Narendra .Acara masih berlanjut para tamu disuguhi lagu- lagu pembangkit jiwa dari yang slow hingga yang remix dan koplo.


" Nay disini aja ya?" ucap Maya .


"lapar May kita makan dulu yuk? kata Wisnu Narendra mengundang chef terkenal dan terhandal. pasti makanannya enak nyuuummy."


" Ya udah ayok lah tapi bentar aja ya habis itu mending kita pulang Nay atau kamu ke rumahku aja ?" tawar Maya.


" Kan acaranya belum selesai masak iya kita pulang gak pamitan Ama si bos, May nanti kita pulangnya bareng - bareng pasti tambah seru."


" Tapi Nay?"


" Udah ayok buruan makan dulu, gendang diperutku sudah mulai bunyi nih?"


**


Dikejauhan Tante Ninda ,Rayna dan jaya Kusuma memperhatikan Nayra dan Maya. yang sedang makan ditempat yang telah disiapkan.


" Gimana om lantai atas sudah beres semua?" tanya Rayna yang kini berdiri disamping Om jayaa dan Tante Ninda yang bersender pada meja panjang untuk meletakkan minuman.


" Semua sudah beres kamu tinggal arahkan Nayra kesana jauhkan dari temannya itu."

__ADS_1


" Beres om,om tenang yang penting tempat sudah aman"


" Kamu Yakin ini berhasil jaya , nanti kayak sebelumnya waktu kamu mencoba mencelakai Nayra tapi malah gagal ,Nayra si sialan itu hanya luka lecet aja?" oceh Tante Ninda.


" Kalau yang dulu itu memang tidak terencana tapi kalau ini saya yakin ini akan berhasil, sudah sana lakukan tugasmu dengan benar Rayna . " ucap jaya jumawa.


" Oke?"


***


" Masih lama kamu Nay makannya ,kita pulang aja yuk?"


" Tanggung ini Maya , tunggu dulu ya kamu makan lagi yang banyak? "


" Nay emm ?"ucap Maya.


" Kak Nayra sudah selesai belum makannya?" tanya Rayna yang memotong pembicaraan Maya.


" Iya ada apa Ray?"


" Emm begini Nay Narendra ingin bertemu kamu di lantai atas? katanya ada yang mau disampaiin ke kamu?"


" Jangan Nayra eemm maksud aku temani aku aja ya disini aku gak nyaman sama yang lain"


ucap Maya.dengan panik.


" Maya Nayra cuma sebentar kok gak lama ,Narendra mau bicara penting katanya?"


" penting apa ya ? " ucapku seraya melihat Rayna.


" jangan pergi nay ,disini saja ya? ow ya Rayna tolong sampaikan ke Narendra Nayra gak bisa keatas kalau mau ketemuan disini aja?"perintah Maya.


" Gak bisa dong, Nayra harus kesana,lagian Narendra itu kan bos kalian ? jadi apa yang dikatakan bos kalian kalian harus turuti dong?"


"Udah- udah gak usah ribut, iya aku nanti kesana Rayna ke lantai atas kan?" ucapku meredam situasi.


" Jangan pergi nayra aku mohon temani aku ya?" paksa Maya.


" Ih ,kamu ini siapa sih mempersulit aja maunya Nayra ini dipanggil bos bos kamu juga ngerti?" ucap Rayna dengan marah.


" Kamu kenapa sih? maksa Nayra sekali ?Apa ada sesuatu diatas sana?"


" Maksud kamu apa?" tanya Rayna.


" Sudah selesai debatnya , Maya kamu tunggu disini dulu ya sebentar mungkin Narendra mau bicara hal penting.Tunggu aku ya disini kalau kamu gak nyaman kamu ikut Wisnu dan Doni aja tuh ?" tunjukku kearah Wisnu dan Doni .


" Tapi Nay aku mohon jangan pergi "


" sudah ya tenang" ucap Nayra dengan senyum .

__ADS_1


Nayra dan Rayna melangkah pergi. meninggalkan Maya .


BODOHNYA KAMU MAY KENAPA KAMU GAK BILANG NAYRA KALAU NAYRA DALAM BAHAYA. YA TUHAN APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?


__ADS_2