
Dengan cepat aku berlari menghampiri pak Bobi ,meminta izin padanya .
Sialnya pak Bobi terlihat berbicara serius dengan om black
" Sejak kapan orang itu disitu perasaan tadi masih di toilet , sudah kayak setan aja cepet banget menghilangnya " Gumamku dalam hati ,namun aku tak peduli karna ini menyangkut keadaan Dinda ,aku sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi dengan ibu Dinda ,mungkinkah penyakit ibu Dinda kambuh lagi ? "
" Eum ... permisi pak Bobi ,saya mau mintak izin pulang karna ada hal penting yang harus saya lakukan " Ujarku meminta izin .
" Maaf Nayra ,saya tidak mengizinkanmu untuk hari ini karna saya juga sedang butuh kamu ?"
" Tapi pak ,saya mohon ini sangat penting ?"
" Maaf Nayra saya tidak bisa , lebih baik kamu temani Om saya ini memilih sepatu yang terbaik untuk hadiah ulang tahun bos nya besok "
" Tapi pak saya mohon sekali lagi pak ini sangat penting dan sangat mendesak ?"
" Gimana Bobi ,saya juga buru - buru nih habis ini masih mau ada acara ketempat lain dan ingat om gak mau yang lainnya ?" Ujar om black ke pada Bobi . Sedangkan Bobi seakan bimbang . Melihatku kemudian melihat om black kembali.
" Tenang om black,Nayra akan membantu memilih sepatu yang terbaik disini untuk bos om dan dijamin bos om akan suka "
" Tapi pak ,Nayra mohon untuk kali ini aja ? Dan untuk anda yang terhormat saya mohon untuk hari ini saja anda mencari orang lain untuk memilih sepatu yang pastinya akan cocok dan tepat untuk bos Anda ?"
Bobi kembali melihat ku kemudian beralih melihat om black yang menggelengkan kepala.
" Nayra sudah lah jangan membuat aku menjadi bingung ? sudah lah cepat kamu temani om black memilih sepatu karna besok itu acara penting untuk om black , Saya harap kamu bertindak dengan profesional untuk hari ini Nayra jangan sampai membuat kecewa pelanggan setia saya ?"
" Hufz ... pak Bobi aku meminta izin ini karna temanku lagi membutuhkanku ibunya lagi sakit dan disana dia juga sedang sendirian dalam keadaan hamil ,saya mohon beri saya kesempatan untuk membantunya "
" Nayra, saya tidak mau tahu lagian kan ada dokter kalau memang ibu sahabatmu sakit kan bisa langsung telvon dokter gak kok malah hubungi kamu,sudah lah cepat kamu kerjakan apa yang aku perintahkan saya tidak mau lagi kata tapi ,atau apalah "
Dengan kecewa dan sakit rasanya hati ini mendengar penolakan izinku , aku hanya bisa menghela nafas panjang menetralkan kembali radar emosiku, Aku harus bisa menerimanya karna memang ini pekerjaanku ,
tapi sungguh otakku berasa berputar memikirkan Dinda .
Dengan terpaksa aku menuruti ,ucapan pak Bobi untuk menemani om black memilih sepatu .
__ADS_1
" Baiklah , mari om ikut saya ?" Ujarku dengan terus menghela nafas dalam - dalam.
" Nah begitu dong kan kalau begini Om jadi semangat memilih sepatunya ,lagian nih kalau sepatu disini banyak yang terjual kan kamu juga bisa untung dapat bonus banyak ya gak ?"
Hanya bisa diam kala mendengar ocehan om black seraya mengambilkan sepatu - sepatu yang kupilih untuk nya memilih .
Drrt ...Drrt ...
ponselku beberapa kali bergetar ,aku tahu nomor siapa itu ? Saat om black sedang sibuk memilih sepatu yang kuambil kan tadi aku mengambil kesempatan tersebut untuk mengabari Dinda secepat mungkin . Sedikit menjauh dari om black .
" Haal ....o o" Ucapku terhenti kala ponselku sudah berpindah tangan .
Tut ..
ponselku dimatikan .
" Apa kamu lupa Nayra kalau jam kerja tidak boleh memakai ponsel ?" Ucap Om black yang sedang memegang ponselku.
" Ya om saya tahu tapi ini sangat penting om lagian Nayra hanya mau ngasih tahu aja kalau Nayra lagi kerja apa itu salah ? Selagi saya masih melayani om dengan baik dan tidak membuat kecewa anda sudah cukup bukan ?" Ucapku kesal.
" Ya memang kamu sangat pintar memilihkan model sepatu dan juga memberi pelayanan dengan ramah kepada saya ,tapi saya sangat terganggu jika melihat orang yang ada disamping saya sibuk dengan ponselnya apalagi ini dijam kerja "
2 jam lebih kesabaran ku harus diuji , memilihkan sepatu untuk om black ini . Tiba - tiba saja orang yang bernama Seno datang dengan wajah pucat.
" Sudah dapat kan sepatunya ?" Seno bertanya saat dihadapan kami.
" Ya sudah ini ,Aku sudah ambil tiga ?Kamu dari mana saja lama amat lha ini kenapa baju kamu robek ? Habis main ?"
" Ow , ini ya - ya habis main ,cewek nya kasar jadi begini "
" Kamu memang ,gak berubah suka mainin perempuan , ya sudah ayok kita pulang ? Nayra jangan lupa dibungkus yang rapi ya ?"
" Iya " Ujarku masih mencoba ramah . Sedangkan orang yang bernama Seno itu melihatku dengan tatapan aneh. Mereka berjalan kedepan kasir .
" Dasar orang aneh - aneh ,yang satunya nyebelin yang satu lagi gil* masak main sama cewek baju sampai robek gitu udah kayak kucing aja main cakar - cakaran " gumamku seraya menata sepatu dan membawanya ke kasir.
__ADS_1
***
Akhirnya sampai juga di rumah , Dinda disana sudah banyak orang dan yang membuatku kaget saat aku melihat bendera berwarna kuning yang telah tertancap didepan rumah Dinda . Tanpa pikir panjang aku segera turun dari motor secepat mungkin berlari masuk kedalam.
" Ibu ... jangan tinggalin Dinda Bu ,ku mohon ?"
"Hah ... Inalillahiwainaillahi wainailahirojiun , Tante bangun Tante bangun " Ucap ku kala melihat jasad ibu Dinda sudah terbujur kaku dilantai dengan ditutupi kain. Ku cium pipi ibu Dinda dan kupeluk untuk terakhir kalinya . Dinda terlihat menangis meraung - Raung dipelukkan Maya .Di samping Maya ada Narendra ,Wisnu dan Doni.
Segera kuhampiri Dinda,kupeluk tubuhnya erat.
Namun Dinda tidak merespon apa - apa hanya menangis sejadi - jadinya .
Saat proses memandikan ibu Dinda ,aku sengaja ikut bentuk penghormatan terakhir ku . Dinda tidak ikut memandikan ibunya karna Dinda tidak sanggup melihat ibunya, menangis dan bahkan pingsan beberapa kali.
" Pelan - pelan saja ibu - ibu gosoknya ? Ucap ustadzah yang memimpin proses memandikan jasad ibu Dinda .
" Iya , eh ini apa ustadzah ?"
" Mana ? " ucap ustadzah itu ,kemudian memeriksa akupun ikut melihatnya lebih dekat.
" Ini ditangannya ada sobekan kain ? " Ucap ibu berbaju putih.
" Sini biar saya ambil ?" Ustadzah itu pun mengambil potongan kain yang masih dipegang erat ibu Dinda. Kemudian membuangnya.
Proses memandikan selesai dilanjut dengan mensholati jenazah sebelum dikebumikan.
Saat jenazah dibawa ke pemakaman umum ,Dinda lagi - lagi pingsan terpaksa aku dan Maya menjaganya dirumah sedangkan yang ikut ke pemakaman Narendra ,Wisnu dan Doni beserta warga sekitar.
" Masih belum sadar May Dinda ? " Tanyaku saat melihat Dinda terbaring diranjang kamar nya.
" Belum Nay ,kasihan Dinda cobaannya begitu beras mungkin kalau aku yang ada di posisinya mungkin gak akan sanggup ? "
" Iya kamu benar May ? Eh ntar dulu may aku lupa ?
" Mau kemana kamu Nay ?"
__ADS_1
" Sebentar ?" Ujarku seraya berlari mengambil potongan kain yang digenggam ibu Dinda .
" Kain ini apa ini orang yang sama ?"