Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
71. Tak bisa dimaafkan.


__ADS_3

" Hamil sama siapa Dinda ?Apa Narendra yang nglakuin ini padamu?"tanyaku seraya menggoyang- goyang pundak Dinda menatap Dinda yang sedang menangis tertunduk.


" Dinda jawab Din ,apa benar Narendra yang menghamili mu Narendra?"


Dinda hanya menggeleng.


" Lalu siapa Dinda?"


Dinda hanya mampu menangis ,dipelukkanku. Aku tahu pasti ini sulit bagi Dinda untuk mengungkap siapa orang yang telah menghamilinya . Tapi bukankah jika kita semakin diam maka malah akan memperburuk keadaan?.


" Dinda , aku tahu pasti ini berat bagimu untuk bercerita , gak papa Dinda aku siap kok jadi tumpuanmu, jadi sandaranmu dan akan selalu menemanimu."


Dinda malah semakin menangis kurasakan tubuhnya bergetar.


" Nayra ,aku ...aku telah bo*d*h Nay?Aku b* d*h Nay ?"


" Dinda ...ssstt jangan bicara seperti itu ? kamu gak bod*h " ujarku seraya mengelus bahu Dinda.


" Aku...aku...aku Hamil dengan Om jaya Nay ?


" Hah..." aku kaget dengan ucapan Dinda .


Bagaikan disambar petir disiang bolong , ucapan Dinda membuatku syok ,bagaimana mungkin ini bisa terjadi .kuharap ini hanya lah mimpi.


" Aku , gak tahu Nay kalau itu akan terjadi kepadaku. Aku sudah mau melakukan itu demi mendapatkan Narendra ?


dan kini aku harus menerima ini semua? Bahkan aku bingung harus bicara dari mana untuk menjelaskan ini semua kepada ibu? dan pastinya kandunganku ini nantinya akan semakin besar , aku bingung nay ? "


" Apa ? jadi kamu ,berhubungan dengan om jaya Dinda ? kenapa bisa Dinda ? "


" Iya Nayra waktu itu?"


***flas back***


" Dinda malam ini kamu jangan pulang dulu ya karna masih ada hal penting yang perlu kita selesaikan untuk miting besok pagi dan membicarakan tentang perjodohanmu dengan Narendra anak Om " ujar om jaya yang tengah sibuk membolak- balik dokumen yang ada ditangannya.


" Oh,iya pak baik" jawabku.seraya membereskan kembali dokumen- dokumen yang ada dimeja sisa meeting tadi.


Tiba- tiba om Narendra berdiri berjalan dan berhenti tepat dibelakangku.


" Dinda ,kamu benar sungguh- sungguh mencintai Narendra anak Om ?"


Hanya mengangguk .sedangkan Om jaya mulai mengelus rambut Dinda dari belakang. Karna ini sudah jam pulang kerja kantor pun sepi hanya tinggal Dinda dan om jaya.


" Om ,tahu bagaimana caranya agar Narendra mau denganmu dan menerimamu dengan mudah?"


" Apa om, bagaimana caranya ?"


" Tapi,sebelum itu Om mau kamu lakukan ini dulu"


Dan hal itu pun terjadi dengan cepat.


Cerita Dinda.


" Dinda... yang sabar ya?"


" Nay aku harus apa sekarang? semua sudah terlanjur dan aku heuuummm...heuuummm.." Dinda menangis terisak.


" Dinda ... tenang semua akan baik- baik saja ,ini bukan sepenuhnya kesalahanmu . Aku tahu siapa kamu? Dinda sebaiknya kamu bicara dengan ibumu pelan- pelan kalau memang kamu gak bisa bicara aku yang akan membantumu bicara, memang ini tidak mudah tapi bagaimanapun juga ibumu berhak tahu apa yang sedang terjadi pada anaknya?"


" Nayra , itu tidak mungkin . Ibu pasti akan syok mendengar ini dan ibu pasti akan malu . Aku gak mau ibu tahu?"

__ADS_1


" Oke, kalau itu yang kamu mau tapi Dinda semakin kamu tutupi kehamilanmu ini ,nantinya juga akan kelihatan mau sampai kapan kamu merahasiakan ini semua dari ibumu?"


"Tapi ,Nayra ? "


" Aku tahu Dinda..tapi kamu harus bisa hadapi ini semua, aku janji akan bantu kamu menemukan om jaya agar mau bertanggung jawab dengan apa yang telah om jaya lakukan ke kamu ?"


" Iya ,Nay makasih. kalau boleh aku boleh kan malam ini menginap disini?"


" Iya boleh Dinda , tapi sebelumnya kamu sudah izin kan ke ibumu."


" Sudah tadi aku , sudah bilang ke ibu"


" Ya sudah kamu istirahat dulu ya? Besok setelah aku pulang dari kerja aku akan temani kamu untuk cari om jaya "


" Ya Nay "


Dinda beranjak dari duduknya begitu pula denganku. Malam ini aku dan Dinda tidur satu kamar. Kami tidur dengan posisi saling membelakangi punggung .


Heuummm...heeummm...heemmmzz


suara menangis.


Aku yang sudah tertidur ,terbangun dengan suara tangisan tersebut. Aku berbalik memegang pundak Dinda yang bergetar.


" Dinda ... kamu gak tidur?" tanyaku.


Dinda mengusap air matanya seraya duduk.


" Aku gak bisa tidur Nay?"


" Ini minum dulu ?" ujarku seraya memberi air putih yang baru saja kuambil dari meja dekat ranjang.


" Makasih Nay?"


" Iya ,Nay "


***


Pagi ini,aku berangkat kerja sebelum berangkat kusempatkan untuk menulis surat untuk Dinda


karna Dinda masih tidur pulas.


(Dinda maaf aku pergi dulu ya ,jangan lupa sarapan sudah ada di meja makan.)


Surat ku taruh di meja kamar. Kemudian beranjak dari kamar menuju garasi motor. mengendarai motor dengan cepat.


Sampai di toko sepatu aku memulai bekerja dengan giat dari mendapat giliran menyapu sampai mengecek barang digudang.


" Hati- hati Nay"


" Ya daa..kalian juga Hati- hati ya?"ujarku saat kami pulang.


**


" gimana udah siap Din? "


" Sudah, tapi Nay apa kamu gak makan dulu ?"


" Nanti aja sekalian dijalan "


" Oke "

__ADS_1


Kami mencari tahu keberadaan om jaya sekarang , tanpa meminta bantuan siapa.pun . kami hanya mendapat satu petunjuk yang didapat Dinda dari sahabat om jaya.


" Kamu yakin disini Dinda?" ujarku kala sampai disalah satu rumah bercat putih.


" Ya ,kata temanku itu disini Nay?"


" Oke ,kita coba ya?"


Tok..tok..


kami mengetuk pintu.


" Ya ,cari siapa ya?"


" Eemm..maaf Tante kami mengganggu ,apa benar ini rumah Om jaya Kusuma ?"ujarku.


" Maaf , saya tidak kenal dengan jaya Kusuma dan ini rumah saya ?" jawab wanita itu dengan ketus.


" Oh,maaf Tante kalau begitu kami permisi"


" ya"


Braaak...


ibu itu menutup pintu dengan keras.


" Dimana lagi nay kita cari om jaya?"


" Huuff.." aku menghela nafas dalam.


"Eemm, mau tidak mau kita harus minta bantuan Narendra Din karna Narendra mungkin lebih tau dimana keberadaan om jaya sekarang ?"


" Tapi ,Nay aku belum siap bertemu dengan Narendra apa lagi dengan kondisi ku yang sekarang seperti ini?"


" Ya sudah aku gak memaksa kok Dinda ,eemm kita cari lagi ya ?"


" Ya nay"


Kami melanjutkan mencari om jaya mendatangi teman - teman om jaya dan tempat dimana om jaya biasa singgah.


" Om jaya !" teriak Dinda kala melihat seseorang memakai topi.lelaki itu menoleh dan segera hendak berlari .Namun Dinda bergerak cepat tangan lelaki itu ditarik dengan kuat.


" lepaskan ! mau apa kamu cari saya hah?" bentak lelaki itu.


Lelaki itu Om jaya ayah Narendra.


plaaakkk....


Dinda menampar pipi om jaya dengan keras.


" Om, masih bisa bertanya mau apa? apa om gak sadar hah...!"


" Apa maksud kamu ?"


" Aku ,hamil anak kamu om ? dan aku mau om tanggung jawab !"


" Haha.... tanggung jawab ,kamu bilang heh.. Dinda aku hanya ingin mencobamu saja ? asal kamu tahu saja aku sebenarnya hanya ingin mendapat kan aset - aset yang masih tersisa dari mendiang ayahmu. tapi ternyata sekarang aset itu sudah habis dan keluargamu sudah ker*. jadi kamu gak usah berharap lebih karna aku sudah gak mau denganmu ?"


" Maksud om, om gak mau tanggung jawab?Om memang benar - benar jahat ! "


Duuuuerrr...

__ADS_1


seketika petir menyambar dan hujan lebat datang.


__ADS_2