Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
48. lelah


__ADS_3

Bagai disambar petir disiang bolong pernyataan Wisnu kali ini membuatku kaget .Benar- benar tak disangka ternyata tempat kerjaku selama ini sekaligus bosku adalah anak dari orang yang sudah membuat adikku tiada.


Bod*hnya aku kenapa sebelumnya aku tidak tahu.


Mengingat kembali ketika aku masuk dengan mengendap- endap dirumah orang tua Narendra kala itu,untuk mencari barang bukti kejahatan Rayna dan orang tua Narendra. Pada waktu itu Saat aku melihat foto yang terpajang didinding depan kamar Itu ,terlihat hanya kedua orang tua Narendra bersama anak perempuannya dan disitu tidak ada foto anak laki- laki.


Apa waktu itu aku salah melihat ,dikarenakan minim cahaya?


" Ah, rasanya ingin sekali aku keluar dari sini ? tapi jika aku keluar dari sini apa aku akan mendapat tempat kerja yang senyaman ini ,rasanya berat meninggalkan tempat kerja yang sudah nyaman bagi kita apalagi ditambah dengan teman- teman yang asyik."ucapku membatin.


Bingung sekali, aku yang kini tengah duduk dipantry dapur dengan minuman kopi didepanku. Entah sudah berapa lama aku mengaduk kopiku ini. di jam istirahat.

__ADS_1


..." Kamu gak makan Nay ?" tanya Maya dengan membawa piring kotor ditangannya....


Aku yang tengah duduk menghadap kopi menoleh sejenak ke arah Maya .


" Gak lapar May?"sahutku.


" Oh,tumben May biasanya kalau ada menu nasi goreng kamu orang pertama yang akan memakannya , meski aku baru kenal kamu tapi aku tahu kebiasaanmu ?"ucap Maya.


" Heemz, ternyata kamu tahu juga "? sahutku dengan suara pelan.


" Lelah rasanya memikirkan ini."keluhku.

__ADS_1


" Memang lelah Nay namanya juga kerja , apalagi kerja dicafe seperti ini yang setiap hari selalu rame kalau badan tidak strong heemmz dijamin tidak akan kuat" sahut Maya yang tengah mencuci piring.


" Eh, iya May"aku menimpali.


" Kalian disini? lagi ada gosip apa? kayaknya seru?" tanya Wisnu yang baru datang dan langsung duduk dikursi kosong yang berada di sampingku.


" Gosipnya tentang berita pembunuhan atasan dan bawahan yang tak kunjung selesai sampai diberanda muncul terus sama mental kewarasan orang tua yang tidak baik-baik saja" sahutku.


" Eh, ya betul sekali heran saja, kasus itu sudah berbulan-bulan tidak kunjung usai. malah jika dilihat semakin kesini semakin membingungkan belum lagi banyak saksi yang bohong .Memang ya orang kalau sudah berkuasa dan punya uang banyak apapun bisa disuap apapun bisa diputar balikkan. Sampai - sampai pengacara pintar pun menjadi terlihat bodoh demi membela orang yang jelas - jelas bersalah." ucap Wisnu.


" Iya tapi aku yakin pasti Tuhan akan membuka semua kebohongan dan kepalsuan itu. Bangkai yang busuk meski ditutupi serapat apapun akan tercium juga begitu juga dengan kasus itu. mau seberapa kuat pun orang-orang yang membela kejahatan pasti akan tumbang juga. jika manusia tidak bisa membalas maka ada Tuhan yang akan membalasnya.Dan kuasa Tuhan nyata adanya." ucap ku.

__ADS_1


" Setuju aku juga yakin,apalagi jika kita melihat perjuangan orang tuanya yang meminta keadilan untuk anaknya. " timpal Maya.


Apa aku juga akan sekuat orang tua dikasus itu yang akan berjuang untuk keadilan anaknya. Sementara aku yang sekarang ini malah seperti lupa akan tujuan awalku, membongkar semua kejahatan yang dilakukan Rayna dan Om jaya. Padahal aku sudah ada jalan untuk kasus ku ini tapi aku masih belum punya bukti kuat.


__ADS_2