
" Nay tadi Bos bilang apa ke kamu?"tanya Doni
" Idih, pada kepo ya?" aku terkekeh seraya memandang Doni dan juga Wisnu.
Aku berdiri didepan Doni dan Wisnu yang tengah duduk Dikursi Pantry.
" Yee... serius nih ? Apa kamu ada masalah ? apa kamu dimarahi?Atau jangan-jangan kamu ada janjian khusus sama bos "? ucap Wisnu dengan menyipitkan mata dengan memajukan wajahnya ke arahku.
" Iih,Tidak- tidak kami hanya ngobrol biasa kok.Jadi tenang?" Ucapku
" Yang bener ?"ujar Wisnu dan Doni serempak.
" Ih,kalian ini masih aja gak percaya, terserah deh." Ujarku seraya mengambil air minum.
" Apa kecurigaan ku selama ini benar ya don,kalau bos itu naksir sama Nayra?" Ujar Wisnu ke Doni dengan suara pelan tapi masih agak kedengaran Nayra.
" Apaan sih kalian ? Aku masih denger ya kalian ngomong apa?"
kuhampiri mereka berdua dengan mata melotot sedikit membungkukkan badan.Seketika wisnu dan Doni agak memundurkan badannya.Terperajat kaget dengan tatapanku.
" Astagfirullah, Nayra bikin jantung copot aja,matamu itu dikondisikan ?" turut Wisnu.
"Hehe.. iya nih udah kayak mata yang ada difilm- film horor aja ?" Doni menimpali.
" Ya habis kalian begitu, pakai ngomongin gue dibelakang?"
" Yee.. kita kan ngomongnya disamping lho Nay ,memang dari tadi kita dibelakang lho hehe" Doni terkekeh begitupun Wisnu.
Kami bertiga memang sering begini,suka berbagi cerita jika ada waktu senggang dan memang Wisnu dan juga Doni ini orangnya sangat kepo sekali,apalagi kalau masalah karyawan yang ada disini. Paling cepat dapat info.
**
Tibanya pulang, jam menunjukkan pukul 5 sore.Sampai rumah akupun meletakkan tas ku ke nakas. Mandi setelah itu, bersantai.
Drrtt....Drrt..
Segera kuangkat panggilan yang masuk.
Dinda tumben telfon ada apa ya?
" Ya Dinda Assalamualaikum?"
" Nay, bisa tolong bantu aku gak? Oya kamu lagi dimana? sudah pulang belum? Maaf aku ganggu ya ?" ujar Dinda dari telvon.
" Ya Dinda tolong apa? bisa kok,ini aku sudah dirumah, sudah pulang dari tadi dan kamu gak ganggu kok?"jelasku.
" Alhamdulillah,ini aku masih dikantor mau pulang tapi motor aku mogok, kamu bisa jemput aku gak? Nanti aku ganti deh uang bensinmu? "
" Masih inget, dulu aja waktu masih sekolah kalau nebeng pasti gantian beliin bensin ha..ha..,Okey tenang aku jemput sekarang nih?"
" Ya- ya,makasih yaa Nay ?"
__ADS_1
" Ya sama- sama jangan lupa kirim alamat kantornya?"
" Sip"
***
PT.HN jaya grup segera aku kealamat yang baru saja aku dapat dari Dinda.
Untung jalanan agak sepi jadi perjalananku lancar jaya seperti tujuanku ke kantor jaya Kusuma .
Terlihat didepan kantor sudah ada Dinda yang berdiri menungguku, tanpa Basa basi segera aku hampiri Dinda.
" Maaf lama ya nunggunya?" ucapku yang masih duduk di motor .
" Tidak kok, aku naik ya?" ucap Dinda yang langsung naik kejok belakang motor.
" Oke ,langsung pulang apa kemana nih ojol Nayra siap antarkan kemana saja?"Candaku seraya menoleh kebelakang.
" Hehe,kamu nih Nay,mm Gak ah,langsung pulang aja lagi males kemana-kemana ?" ujar Dinda dengan menepuk bahu Nayra .
" Ok cabuut"
Sepanjang perjalanan aku, dan Dinda mengobrol dengan serunya.
Tiba- tiba Dinda mendapat telvon dari bosnya.
" Iya bos, saya akan kesitu ?"
" Ok"
Tibanya dicafe aku dikejutkan dengan lelaki paruh baya, memakai kalung yang bertuliskan HN. Lelaki itu melihatku dari atas hingga bawah.Aku pun menatap lelaki itu dengan tatapan tajam.
"Ini pak filenya sudah ada flashdisk ini semua."ucap Dinda dengan menyerahkan benda kecil itu.
" Ya makasih"
" Din aku mau ke toilet dulu? " ujarku
Dinda hanya mengangguk tanda setuju .Aku segera ketoilet yang ada di lorong,paling ujung.Setelah selesai aku berniat cuci muka diwastafel yang tersedia didepan toilet dengan cermin besar yang terpasang disana.
" Kamu Nayra bukan?lebih baik kamu segera pergi dari sini ini tidak aman?"ucap perempuan dengan jaket warna hitam dengan penutup dikepala serta menggunakan masker.
" Kamu siapa?Apa kamu yang selama ini membantuku?" ujarku seraya menoleh pada perempuan yang ada diambang pintu, belum menjawab pertanyaanku, perempuan itu langsung saja pergi begitu saja seakan ada yang mengejar .
" Siapa dia?Tunggu !" Teriakku seraya mengejar sampai depan pintu toilet, tapi sudah tidak ada.Dari kejauhan terlihat 2 lelaki berbadan besar berjalan menghampiriku.
" Ayo, kamu ikut kami?" Salah satu pria menarik tanganku dengan kasar.
"Siapa kalian ? aku tidak mau ikut kalian lepaskan?" gerutu ku.
Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggaman pria itu,dengan susah payah aku terus berusaha.Dan akhirnya bisa lepas.
__ADS_1
Segera mungkin aku berlari cepat,2 lelaki itupun masih tetap mengejar ku.Aku berlari sekuat tenaga lorong yang tadinya dekat kini kurasa semakin jauh.
" Hay kamu,jangan lari kamu?aku tidak akan melepaskanmu?"Ujar salah satu pria itu dengan terus berlari mengejar ku.
" Apa mau kalian ? "Aku lari dengan sesekali menengok kebelakang.
Agrrh.. kakiku tersandung pinggiran tempat sampah ,sakit bukan main. Dengan nafas tersenggal- senggal aku berusaha berdiri. 2 pria itu semakin dekat.
" Tolong aku ya Allah" ucapku.
" Akhirnya kenak juga, kenapa mesti pakai lari- larian segala anak cantik ? Kami cuma ingin mengajak kamu bersenang- senang." ujar pria berbadan besar.
" Ya nih, bikin orang capek aja ? enaknya kita apakan ini brow?" tanya lelaki satunya.
" Kata ,pak bos kita boleh bersenang- senang dengan gadis ini haha..ayok gadis cantik kemari?
" Kalian pikir aku takut dengan kalian ?" ujarku dengan tanganku menarik bak tempat sampah yang ada disampingku,segera aku lempar kuat- kuat bak sampah itu dan mengenai kedua lelaki itu.
"Brrraaaakkk..."bak sampah mengenai lengan dan kepala kedua pria tersebut.
Aku tidak mau menyia- nyiakan kesempatan aku segera berdiri dan lari menuju Dinda.
" Ah..dasar anak bar- bar, aduuhh? " pria itu terlihat memegangi kepalanya,dan yang satu memegang lengan tangannya.
Dinda dan bosnya berdiri dilobi .
Aku pun segera menghampiri mereka berdua yang nampak serius.
Mendengar suara langkah kakiku, mereka berdua lantas menoleh kearahku.
"Sudah Nay? kenapa kakimu nay? kenapa jalanmu seperti itu? tanya Dinda dengan panik seraya memeriksa kakiku.
" Gak papa Dinda tadi aku kepleset ditoilet?Sudah selesai belum ?" ucapku pelan.
Bos Dinda melihatku dengan senyum bahagia? maksudnya apa ?
" Sudah , mm..aku mau pamit pulang dulu ke pak bos aku ya? apa kamu mau ikut?" tanya Dinda .
" Ok tak masalah?"
" Pak bos kami pulang dulu ,kalau bapak masih ada yang ditanyakan bisa lngsung telvon saya saja ?"ucap Dinda seraya berjabat tangan dengan bosnya.
" Ya Dinda, nanti kalau ada yang tidak saya faham saya akan langsung hubungi nomormu."
Akupun, ikut berjabat tangan dengan bos Dinda.
" Aku tau kamu ingin dekat denganku kan ?" Ucap bos dinda seraya meremas telapak tanganku dengan keras.
Kenapa dengan orang ini, apa dia sudah tau tentang ku ,aku yakin om ini sudah diberi tau soalku dari Rayna.
Bikin Ulah yang semakin membuatku gerah.
__ADS_1