Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Ingatan Narendra .


__ADS_3

Wiuw ... wiuw ...wiuw ...


Suara sirine mobil polisi mulai menjauh membawa Wisnu ke kantor polisi . Seketika warga yang tadinya ikut berkerumun didepan rumah Nayra bubar dengan sendirinya . Dirumah Nayra kini hanya ada Narendra yang berada diteras rumah.


" Nay kamu yakin Wisnu gak ngapa-ngapain kamu tadi ? Apa ada yang luka ? Badanmu mungkin atau tangan ?" Narendra memeriksa Nayra memegangi tangan Nayra .


" Gak ada Narendra ,makasih lagi ya kamu dah jadi penyelamat kesekian kalinya buat hidupku daftar hutangku ke kamu makin tambah " Ujarnya .


" Kamu gak perlu begitu , aku seneng kok bantu kamu ? karna aku siap menjagamu " Ucapnya .


Brrrmmmmm ...


Suara motor berhenti tepat dihadapan Narendra dan Nayra .


" Nayra ,kamu gak papa kan ? Maaf aku telat ,aku bener - bener masih gak percaya dengan apa yang dikatakan Narendra lewat telvon tadi " Ujar Maya seraya memeluk Nayra erat.


" Gak papa May "


" Wisnu tega sekali berbuat hal tak menyenangkan seperti ini ,gue kira dia baik ternyata " Doni menimpali sambil menggeleng kepala .


" Tapi Nay darimana kamu tahu kalau itu Wisnu ? Bukannya dari cerita Narendra Wisnu pakai penutup kepala ? " Maya penasaran.


" Aku gak sengaja lihat bekas luka di lehernya?"


" Bekas luka apa ? Aku gak tahu kalau Wisnu punya bekas luka ?" Ujar Doni .


" Iya memang ada ?" Maya ikut menimpali kembali.


flashback

__ADS_1


" Wisnu tangkap bola ini !" Teriak Narendra seraya mengayun bola voli kearah Wisnu .


" Oke ,siap !"Wisnu bersiap.


" Oke terima !" Teriak lagi Narendra dengan melemparkan bola sekencang mungkin.


Bola melambung tinggi kearah Wisnu ,Wisnu pun segera menangkap bola itu mundur - mundur kebelakang.


Bruuuukk ...


Wisnu terjatuh kebelakang kaki belakangnya tak sengaja menginjak batu .


" Aaakhh ...! " Wisnu teriak kesakitan sambil memegangi leher belakang.


Bola pun jatuh tak tahu kemana ,Narendra yang melihat itu segera berlari menghampiri Wisnu.


" Wisnu kamu kenapa ? " Narendra segera memeriksa Wisnu." Ya ampun Wisnu lehermu berdarah ayok kerumah sakit ."


***


Sampai diRumah sakit Wisnu langsung mendapat penanganan dari dokter orang tua Wisnu sangat panik begitu juga dengan Narendra merasa bersalah dan takut .


Ceklek


suara pintu ruangan Wisnu terbuka ,keluarlah dokter lelaki yang tampan .


" Bagimana dok anak saya ?"Ujar mama wisnu


" Iya dok apa anak saya lukanya parah?" papa Wisnu menimpali.

__ADS_1


" Alhamdulillah bapak ibu anak anda baik - baik saja hanya luka dileher belakang akibat benda kecil yang menyayat lehernya ,lukanya gak terlalu dalam tapi kami sudah menjahitnya agar luka tidak membesar dan cepat kering " Jelas dokter.


" Syukurlah ,apa anak saya boleh pulang dok ?"


" Ya tentu saja pasien bisa langsung pulang ,kalau begitu saya tinggal dulu masih ada keperluan yang menunggu mari " Dokter berpamitan.


" Ya dok makasih " ujar kedua orang tua Wisnu.


Orang tua Wisnu masuk kedalam ruangan Wisnu , Narendra mencoba mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit. Narendra tak berani masuk masih merasa bersalah atas kejadian yang menimpa sahabatnya itu.


" Narendra ,sini !" Panggil mama Wisnu yang mengetahui bahwa aku mengintip dari balik pintu. Narendra yang ragu memberanikan diri melangkah kearah ranjang Wisnu yang tergelatak tengkurap .


" Narendra kenapa kamu diam ? Gak usah takut ini kan gak salah kamu ? Aku aja yang mainnya gak hati - hati ?" Jelas Wisnu.


Narendra masih diam dan tertunduk.


" Ya nak Narendra gak usah merasa bersalah begitu namanya musibah kita gak tahu kapan terjadi dan dimana tempatnya jadi jangan takut"


" Iya Narendra kalian ini anak - anak jagoan luka begini itu gak papa karna nanti dikemudian hari kalian akan merasakan luka yang lebih daripada ini entah disakitin pacar kehilangan orang yang disayang dan masih banyak sakit - sakit lainnya" papa Wisnu ikut menimpali.


" Iya om ,Tante maafkan Narendra karna sudah mengajak Wisnu main bola voli di belakang rumah"


" Iya gak papa ?"


***


"Luka itulah yang sampai saat ini membekas ditubuh wisnu" Narendra bercerita.


" Tapi aku masih aneh dengan Wisnu seperti ada yang janggal dengannya" Ujar Doni.

__ADS_1


" Ya Aneh lah dia kan mau ngrusak Nayra ?" Jawab Maya .


Nayra diam sesaat .


__ADS_2