
Wiuw ... wiuw ...wiuw ...
Suara sirine mobil polisi mulai menjauh membawa Wisnu ke kantor polisi . Seketika warga yang tadinya ikut berkerumun didepan rumah Nayra bubar dengan sendirinya . Dirumah Nayra kini hanya ada Narendra yang berada diteras rumah.
" Nay kamu yakin Wisnu gak ngapa-ngapain kamu tadi ? Apa ada yang luka ? Badanmu mungkin atau tangan ?" Narendra memeriksa Nayra memegangi tangan Nayra .
" Gak ada Narendra ,makasih lagi ya kamu dah jadi penyelamat kesekian kalinya buat hidupku daftar hutangku ke kamu makin tambah " Ujarnya .
" Kamu gak perlu begitu , aku seneng kok bantu kamu ? karna aku siap menjagamu " Ucapnya .
Brrrmmmmm ...
Suara motor berhenti tepat dihadapan Narendra dan Nayra .
" Nayra ,kamu gak papa kan ? Maaf aku telat ,aku bener - bener masih gak percaya dengan apa yang dikatakan Narendra lewat telvon tadi " Ujar Maya seraya memeluk Nayra erat.
" Gak papa May "
" Wisnu tega sekali berbuat hal tak menyenangkan seperti ini ,gue kira dia baik ternyata " Doni menimpali sambil menggeleng kepala .
" Tapi Nay darimana kamu tahu kalau itu Wisnu ? Bukannya dari cerita Narendra Wisnu pakai penutup kepala ? " Maya penasaran.
" Aku gak sengaja lihat bekas luka di lehernya?"
" Bekas luka apa ? Aku gak tahu kalau Wisnu punya bekas luka ?" Ujar Doni .
" Iya memang ada ?" Maya ikut menimpali kembali.
flashback
__ADS_1
" Wisnu tangkap bola ini !" Teriak Narendra seraya mengayun bola voli kearah Wisnu .
" Oke ,siap !"Wisnu bersiap.
" Oke terima !" Teriak lagi Narendra dengan melemparkan bola sekencang mungkin.
Bola melambung tinggi kearah Wisnu ,Wisnu pun segera menangkap bola itu mundur - mundur kebelakang.
Bruuuukk ...
Wisnu terjatuh kebelakang kaki belakangnya tak sengaja menginjak batu .
" Aaakhh ...! " Wisnu teriak kesakitan sambil memegangi leher belakang.
Bola pun jatuh tak tahu kemana ,Narendra yang melihat itu segera berlari menghampiri Wisnu.
" Wisnu kamu kenapa ? " Narendra segera memeriksa Wisnu." Ya ampun Wisnu lehermu berdarah ayok kerumah sakit ."
***
Sampai diRumah sakit Wisnu langsung mendapat penanganan dari dokter orang tua Wisnu sangat panik begitu juga dengan Narendra merasa bersalah dan takut .
Ceklek
suara pintu ruangan Wisnu terbuka ,keluarlah dokter lelaki yang tampan .
" Bagimana dok anak saya ?"Ujar mama wisnu
" Iya dok apa anak saya lukanya parah?" papa Wisnu menimpali.
__ADS_1
" Alhamdulillah bapak ibu anak anda baik - baik saja hanya luka dileher belakang akibat benda kecil yang menyayat lehernya ,lukanya gak terlalu dalam tapi kami sudah menjahitnya agar luka tidak membesar dan cepat kering " Jelas dokter.
" Syukurlah ,apa anak saya boleh pulang dok ?"
" Ya tentu saja pasien bisa langsung pulang ,kalau begitu saya tinggal dulu masih ada keperluan yang menunggu mari " Dokter berpamitan.
" Ya dok makasih " ujar kedua orang tua Wisnu.
Orang tua Wisnu masuk kedalam ruangan Wisnu , Narendra mencoba mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit. Narendra tak berani masuk masih merasa bersalah atas kejadian yang menimpa sahabatnya itu.
" Narendra ,sini !" Panggil mama Wisnu yang mengetahui bahwa aku mengintip dari balik pintu. Narendra yang ragu memberanikan diri melangkah kearah ranjang Wisnu yang tergelatak tengkurap .
" Narendra kenapa kamu diam ? Gak usah takut ini kan gak salah kamu ? Aku aja yang mainnya gak hati - hati ?" Jelas Wisnu.
Narendra masih diam dan tertunduk.
" Ya nak Narendra gak usah merasa bersalah begitu namanya musibah kita gak tahu kapan terjadi dan dimana tempatnya jadi jangan takut"
" Iya Narendra kalian ini anak - anak jagoan luka begini itu gak papa karna nanti dikemudian hari kalian akan merasakan luka yang lebih daripada ini entah disakitin pacar kehilangan orang yang disayang dan masih banyak sakit - sakit lainnya" papa Wisnu ikut menimpali.
" Iya om ,Tante maafkan Narendra karna sudah mengajak Wisnu main bola voli di belakang rumah"
" Iya gak papa ?"
***
"Luka itulah yang sampai saat ini membekas ditubuh wisnu" Narendra bercerita.
" Tapi aku masih aneh dengan Wisnu seperti ada yang janggal dengannya" Ujar Doni.
__ADS_1
" Ya Aneh lah dia kan mau ngrusak Nayra ?" Jawab Maya .
Nayra diam sesaat .