Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Pembalasan terakhir .


__ADS_3

" Jawabanku simple aja senja , aku akan memperlakukan siapa saja yang berbuat baik kepadaku dan aku akan terima kekurangannya kalau dia juga menerima kekuranganku "


" Jadi kamu mau menerima kekuranganku Din ?"


Dinda mengangguk.


" Makasih Dinda ,aku janji akan merubah hidupku menjadi orang yang lebih baik lagi "


" Eits , jangan berubah karna aku lho tapi berubah untuk diri mu sendiri "


" Iya - iya ,tapi kamu lah inspirasi ku saat ini Dinda " ucapnya lagi


Van sangat bahagia mendapat jawaban itu dari Dinda bagi Van itu langkah yang baik untuk memulai hidup d


menjadi lebih baik .


***


" Aaaggrrh , sial semua hilang ! semua pergi !"


Seno alias jaya Kusuma , melempar botol minumannya dilantai .


Pyaaarr


Suara pecahan kaca menggema keseisi ruangan yang kini sepi ,Yang hanya tinggal dirinya seorang.


" Nayra ,kamu harus binasa !" Teriaknya .


***


" Nay kenapa kamu gak jujur ,kalau kamu tahu semua tentang papaku ? " Tanya Narendra yang saat ini berada di depan Nayra yang sedang makan siang .


" Uhuk ...uhuk ... " Nayra tersendak kala mendapat pertanyaan seperti itu. Meminum air yang ada didepannya.


" Narendra , bukannya begitu sebenarnya aku sudah mau bilang tapi waktu itu aku menunggu waktu yang tepat tapi malah keburu diambil Wisnu , maaf ya aku tahu kamu pasti sangat kecewa berat , padaku maaf " Nayra menyatukan kedua telapak tangannya dan meminta maaf .


" Iya , awalnya sih jujur aku sangat kecewa ,kesel ,sebel dan juga marah , tapi setelah itu ,aku gak marah lagi kok " Jawab Narendra dengan santainya .


" Terus apa kamu sudah ketemu sama papamu? Dan apa papamu tahu kalau sekarang ini perusahaannya beralih nama menjadi namamu ?"


" Sudah tapi papa gak mau Nerima ku lagi"


" Astaga ,kenapa bisa ? "

__ADS_1


" Itulah yang jadi pertayaanku selama ini ?Tapi ya sudahlah aku gak mau bahas itu lagi" Jawab Narendra yang langsung melAhap makanan yang ada didepannya .


Hari ini Narendra memang mengajak Nayra untuk makam siang setelah lama gak pernah makan siang bareng lagi .


Nayra hanya menanggapi dengan senyuman.


Melanjutkan makan bersamanya ,Nayra faham sekali dengan apa yang dirasakan hatinya saat ,kehilangan orang yang sangat dia sayang bedanya ini hilang bukan karna kematian tapi ini tentang pengakuan.


***


Malam ini , Nayra ada janji dengan karyawan toko juga Bobi bos Nayra mereka semua menuju rumah Sinta .


Tepat dirumah Sinta , kami semua disambut hangat oleh keluarga Sinta.


" Sinta ,gimana keadaanmu sudah baikan ?" Tanya ku .


" Sudah lumayan " Jawanya.


" Sinta, udah periksa kedokter ? " Tanya pak Bobi .


" Sudah ,pak kemaren "


" Terus kata dokter sakit apa ?"


" Jangan dulu pakai istirahat aja dulu 2 hari lagi Biar vit dulu baru kembali kerja "


" Tapi pak "


" Gak papa ini perintah !" Tegas Bobi .


Kami berada dirumah Sinta cukup lama ,sampai - sampai tak ingat waktu. Jam menunjukkan pukul setengah 11 malam kami baru keluar dari rumah Sinta .


" Da ... kak Sinta cepet sembuh " Ucap kami meninggalkan rumah Sintaenggunakan motor .Sedangkan pak Bobi menggunakan mobil.


***


Aku sampai diRumah tepat jam setengah 12 malam . Lampu belum ada yang nyala satupun hanya lampu motorku yang menjadi penerang .


Ceklek


Pintu terbuka dengan hati - hati aku sedikit meraba mencari saklar lampu yang ada didinding dekat pintu .


klik ...

__ADS_1


Lampu menyala .


" Akhirnya nyala juga " Syukurku setelah itu kembali kedepan mematikan motor dan juga memarkirkan sepeda motor pada garasi.


Brukk ...


Badanku terjatuh saat hendak memasuki rumah ,badanku terdorong oleh seseorang.


" Aaakh ... " Rintihku.


Mencoba bangun namun lagi - lagi tubuhku didorong kali ini dapat aku rasa dorongan itu menggunakan kaki , Dengan cepat aku menoleh kearah orang yang mendorongku itu.


" Ja - ja- ya !" Ucapku terbata kala melihat om jaya sudah berdiri tegak dengan menggunakan baju lengan panjang bawahan celana jeans panjang .Menatapku dengan penuh emosi .


" Kenapa kamu pasti kaget kan dengan kedatanganku kesini hah! Buk ... " jaya Kusuma mendendangkan kakinya tepat dipinggangku ,aku yang masih berusaha berdiri . mencoba bangkit dari tempatku.


Kurasakan sakit disekujur tubuhku akibat tendangan dari jaya .


" Aaak ... "Jeritku.


" Habis kamu sekarang ditanganku haha !" Ucap Seno dengan bangganya .


Dengan tenaga penuh ku keluarkan semua tenangaku untuk melawan orang yang kini berada didepanku ,kaki jaya hendak menendang tubuhku, posisiku saat ini terlentang namun saat kaki jaya berada tepat diarah perutku segera ku tangkap kaki itu .


Kamu saling menahan , kudorong kaki itu dengan kedua tanganku .


" Arrggh ,,, ugh .."


Tubuh jaya mundur kebelakang dan saat itu aku langsung buru - buru bangun dan bersiap melawan jaya Kusuma dengan tangan kosong .


" Sial ,kamu berani lawan saya !" Hardik jaya.


" Heemz kenapa jaya ,kamu fikir aku takut denganmu oh, tidak aku Nayra tak akan menyerah begitu saja sebelum melihatmu hancur !" Balasku .


" yaaaaa,,, Awas kamu !" Jaya menyerangku dengan mencoba menonjokku namun tonjokkan itu tak berhasil mengenai wajahku.


Hingga , Seno Alias jaya mengambil vas bunga kaca yang ada di nakas yang jauh dari dirinya berdiri .


Praaakk ...


"Aaaggrrh ..." Erangku.


Vas itu tepas mengenai kepala ku , dan saat itu kurasakan sakit yang luar biasa mataku menjadi kunang - kunang seketika ,namun tetap kucoba untuk sadar mengedipkan mata beberapa kali .

__ADS_1


" Haha ... kamu itu hanya seorang wanita mana bisa kamu melawanku Hahaha ... " Seno alias jaya Kusuma dengan jumawanya .


__ADS_2