
" Nayra maaf ya saya sudah salah faham sama kamu dan tidak percaya dengan semua kata- katamu.Maaf sekali lagi karna memang sebelumnya nomormu belum sempat saya simpan di hpku. Salahku lagi hanya menghafal nomor belakangnya saja." ucap Wisnu dengan menatapku.
Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan.
" Eeuummzz, saya juga minta maaf Nayra,mungkin perkataan ku tadi membuatmu sakit hati ,aku hanya masih tidak percaya dengan isi pesanmu tadi malam menjelek- jelekkan sesama karyawan. " Ucap bos Narendra.
" Mmm.. tidak apa- apa, aku harusnya yang minta maaf kepada kalian dan juga semua karyawan disini. Karna kesalah fahaman ini membuat semua orang tidak nyaman" ucapku seraya memandang bergantian bos Narendra dan Wisnu secara bergantian.
" Nayra kamu jangan kawatir masalah karyawan biar aku yang menjelaskan,kamu fokus dengan kerjamu,oke . Dan masalah Rayna aku akan membuatnya meminta maaf kepadamu kamu tenang aja ya?" Ucap bos Narendra lagi.
" Terimakasih bos Narendra ,tapi alangkah baiknya biar aku saja yang selesaikan ini semua karna ini menyangkut nama baik saya ?"
" Tapi Nayra ,Narendra benar kamu akan kesulitan menjelaskan ke karyawan lain apalagi kamu sekarang tidak ada bukti kuat kalau semua ini yang melakukan Rayna bukan kamu?" gumam Wisnu.
" InsyaAllah semua akan baik- baik saja ,masalah bukti memang belum ada pasti tapi tetap aku akan mencoba meyakinkan karyawan lainnya."tegasku.
Memang sulit dipercaya ,teryata Rayna masih menaruh dendam terhadapku dan Rayna melakukan ini disaat aku sudah mulai percaya kembali padanya. Benar kata orang misterius itu bahwa kita tidak boleh gampang percaya terhadap orang meski itu sahabat sendiri.
" Maaf sebelumnya, aku mengumpulkan kalian disini,saya minta izin meminta waktu sebentar untuk menjelaskan perihal pesan yang masuk ke hp kalian masing- masing tadi malam. saya jelaskan itu bukan nomor saya ,tapi nomor orang yang ingin menjatuhkan saya ,membuat nama saya jelek Dimata kalian semua.Sekali lagi saya minta maaf." jelasku kepada teman- teman yang ada dicafe ini.
" Apa benar Nay , apa yang kamu katakan itu? jika itu orang lain kenapa orang itu tau semua tentang kita ? secara sebelumnya kita tidak kenal dengan orang itu .justru kita kenalnya kamu ? "ucap Doni.
" Ya betul" sahut putri
" Ya - ya aku juga tidak percaya?" cika ikut menimpali
Terlihat Maya hanya menyimak tanpa ikut berbicara.
" Baiklah kalau kalian masih tidak percaya coba lah kalian cek nomor ku yang biasanya dengan nomor yang tadi malam mengirim pesan. nomor itu memang hampir sama beda satu angka saja,kalau dilihat hanya sekilas memang sama ." aku mencoba menjelaskan.
Aku dan juga teman- teman berdiri diruangan dekat dengan meja kasir. Kini mereka terlihat sedang sibuk dengan hp masing- masing ,kemudian saling beradu tatap satu sama lain.
Ada yang terlihat komat- komit membaca angka yang ada di hpnya dan ada yang mengecek sendiri dihpnya.
" Walah, iya benar Nayra nomornya memang beda satu angka dengan nomormu, saya heran kok ada ya y
orang yang tega memfitnah mu, orang itu juga sampai segitunya mencari cara agar nama kamu jelek diamata kami. Maafin ya Nay ?" ucap putri
__ADS_1
" Ya gak papa put" jawabku.
" kami semua juga minta maaf ya Nay ? ucap Doni "
" Ya Don gak apa- apa yang penting semua sudah selesai,aku juga sudah memaafkan kalian semua kok?"
Alhamdulillah masalah sudah selesai.
***
" Huh menyebalkan , tadi katanya pesen minuman kopi,setelah jadi katanya " saya tidak pesan kopi saya pesan milk strobery " terus yang pesan tadi pertama siapa coba setan ? " Doni yang baru saja masuk didapur bergumam sendiri dengan muka kesal.
" Hehe.. Don- Don sabar , harus banyak- banyak sabar menghadapi pembeli yang seperti itu.Ingat- ingat saja ya PEMBELI ADALAH RAJA hahaha..." ucapku menghibur Doni .
" Ya betul Nay pembeli adalah raja ,tapi kalau raja nya kayak singa begitu mana sanggup. "
" Haha... ya kalau kayak singa ,ya udah siap-siap kamu yang dimakan? aaaeegggrr.." tanganku mencakar lengan Doni.
" Kamu ini Nay - Nay "
" Udah ini Nay sudah jadi,dan kamu Doni bantu Maya dulu bawakan ini ke meja nomor 1 dari pada ngedumel terus hehe "Wisnu menaruh satu persatu pesanan dihadapan kami.
" Siipp..habis begitu menjengkelkan?" keluh Doni.
" Oke wisnu? Hay may saya duluan ya ?" ucapku ketika berbalik badan dan berpapasan dengan Maya didepan pintu.
"Iya " jawab Maya dengan senyuman .
Tiba saatnya waktu pulang,kami semua yang telah selesai dengan pekerjaan mulai bersiap- siap.
" Eh kata bos kita disuruh tunggu dulu ,ada yang ingin disampaikan ? "ucap Wisnu kepada kami yang bersiap pulang.
" Ada apa ? apa ada yang bikin salah hari ini? " ucap Doni.
" Iya aku jadi takut , jangan - jangan kita mau dapat marah lagi?" putri menimpali.
kami yang masih berada diteras cafe hanya saling pandang satu sama lain. dengan pemikiran masing- masing.
__ADS_1
" Tidak aku tidak marah dengan kalian aku hanya ingin menunjukkan sesuatu kepada Nayra dan kalian semua.Soal pesan yang kalian dan juga saya dapat tadi malam. " bos Narendra menjelaskan.
" Maksud bos tau siapa yang memfitnah Nayra ?" tanya putri .
" Iya dan sebentar lagi orangnya akan datang kesini, kita tunggu sama- sama."
" Maaf bos sebelumnya kalau aku lancang , lebih baik niat bos memberi tahu itu tidak usah toh semuanya sudah selesai." cegahku.
" Sudah ini urusanku"
Selang beberapa saat ,datanglah taksi yang berhenti tepat didepan kami.Ya itu Rayna dengan paras cantiknya turun dari taksi kemudian menghampiri kami dengan wajah ceria.
" Maaf Narendra aku telat ,lho kok sudah tutup katamu ada acara makan - makan disini?" ucap Rayna dengan bingung melihat sekeliling cafe.
" Ya memang ini acara khusus untukmu ? Acara permintaan maafmu ke Nayra dan juga karyawan yang ada disini.Acara penebus dosa yang kamu lakukan ke Nayra dengan memfitnahnya didepan saya dan karyawan yang ada disini melalui pesan kotor yang kamu sebar tadi malam"tegas Narendra.
" Maksud kamu apa Narendra? aku tidak mengerti dengan semua tuduhan yang kamu tuduhkan ini?Aku datang ke sini untuk menghadiri undangan makan bersamamu ,tapi setelah aku sampai kamu malah menuduhku seperti ini " Ucap Rayna dengan wajah memelas.
" Rayna sudahlah,akui saja semua perbuatanmu didepan kami semua, tenang kamu tidak akan kami apa- apa kan ,kami hanya minta kejujuranmu sudah itu saja ? apa susah?" ucap Wisnu
" Maaf ,maaf karna apa ? Aku sama sekali tidak melakukan salah ? Apa yang harus aku akui?"jawab Rayna .
" Rayna ! berganti bersandiwara cepat kamu minta maaf ke Nayra dan karyawan yang ada disini SEKARANG ! " teriak bos Narendra kepada Rayna .
Sontak membuat kami yang berada diteras ini kaget hanya mampu menundukkan kepala.
" I-iya.. aku akan meminta maaf Se- se- semua yang ada di - si- ni dan untuk Nayra sa- ya.."
" Minggir...minggir ..." suara seorang lelaki.
Sleeepp
"Aaakkk..."Suara teriakan Rayna .
Aaakkk....Rayna ...Rayna ...
Suara teriakan dan kesakitan bercampur jadi satu Rayna ditusuk oleh orang tak dikenal.
__ADS_1