Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Apa ini ayahku ?


__ADS_3

Mengeratkan gigi dengan penuh amarah ketika Seno melihat Nayra ,mengedarkan padangan kesekeliling tempat . Beberapa kali terlihat memeriksa keadaan semak - semak yang ada disana . Sampai tak memperdulikan beberapa orang yang lewat memperhatikannya .


" Sial anak itu lagi mau apa dia disana ?Jangan sampai dia menemukan apa pun yang ada disana ,kalau sampai itu terjadi bisa gawat aku pokoknya aku gak boleh ketahuan lagi ? aku harus menyusun rencana agar anak sialan itu tidak curiga kepadaku ? Apa aku tabrak aja dia ya? Jangan - jangan nanti orang akan curiga ,bagaimana ini ayo Seno berfikirlah ?jangan - jangan harus sabar dulu biarkan anak itu menikmati kesenangannya nanti kalau tiba waktunya dia akan menerima semuanya " Gumam Seno didalam mobil. Menyunggingkan senyum lebarnya .


" Ah sial dia melihatku ?"


Seno cepat - cepat turun dari mobilnya .Berjalan mendekati Nayra yang sudah menaiki motornya .Tepat dibelakang Nayra . Nayra menengok kebelakang .


" Kamu pegawai ditoko sepatu milik Bobi kan ?" Tanya Seno dengan ramah.


" I - iya om " Ujar Nayra gugup.


" Cari apa disini? Sama siapa ?"


" Eum ... ini om , lagi ... lagi emm itu cari koin om ?"


" Koin ,koin apa ?"


" Eum ,iya jadi kemaren temen aku kesini lihat orang kecelakaan katanya koinnya hilang jadi saya berinisiatif buat cariin gitu ? "


" Oh begitu, terus koinnya ketemu ?"


" Hehe gak ada om ,makanya ini saya mau pulang . Om sendiri lagi apa disini sendirian juga om black mana ?" Ujar Nayra seraya melihat sekitar.


" Oh, ini iya sendirian ,om black lagi ada kerjaan lain ?"


" Eum begitu ya om , terus om lagi ngapain disini kerja juga ?"


" Sialan anak ini pengen jebak saya ?" ujar Seno dalam hati " Emm ... tidak - tidak kebetulan saya tadi lewat sini eh malah itu band belakang mobil saya bocor ,cari bengkel dekat sini ada gak ya ?"


" Eum , kayaknya ada om tapi didepan sana apa perlu Nayra panggilkan mobil derek om buat derek mobil om gitu ke bengkel sana ?" Tawar Nayra .


" Gak usah ,gak perlu makasih sekali ,om sudah


telvon temen Om kok buat bantu Om kesini mungkin bentar lagi datang ?Kalau begitu saya kembali dulu dimobil ya ? Salam buat Bobi "


" Iya om , beneran om gak perlu bantuan ?"


" Iya beneran , pergi dulu ?"


" Iya om hati - hati "


Seno benar - benar tambah kesal dengan sikap Nayra . Berjalan menuju mobilnya . Setelah dekat mobilnya Seno tidak langsung masuk ke dalam mobil melainkan Berpura - pura menelvon seseorang sembari melihat kearah Nayra ,memastikan Nayra pergi dari tempat itu.


Beberapa menit kemudian Nayra pun pergi menjauh dan tak terlihat. Segera Seno kembali ke tempat dimana Nayra mencari sesuatu disana . Dengan tergopoh -gopoh Seno berlari , sampai disana Seno mulai mencari - cari.


" Huh ... bahaya ini , tidak ada juga apa mungkin anak sial itu yang sudah menemukan nya ? Tapi

__ADS_1


tadi aku lihat anak itu tidak membawa apa - apa ? Aku yakin masih ada disini ?"


Kembali Seno memeriksa semak - semak dan sekeliling tempat itu.


***


Kantor polisi.


” Gimana pak apa sudah ada kabar mengenai keberadaan papa saya saat ini?” Tanya Narendra kepada sipir yang bertugas .


" Maaf , sampai saat ini kami belum mendapat informasi keberadaan papa anda dan temannya. "


" Dimana lagi saya mencari keberadaan papa ?"


" Yang sabar , kami juga masih mengusahakan agar papa anda cepat ketemu"


" Kalau bisa secepatnya pak ,kasihan papa saya mungkin saat ini papa lagi butuh uang untuk makan dan mencari tempat tinggal."


" Iya - iya anda jangan khawatir kami akan tetap mencari keberadaan papa anda sampai ketemu?"


" Makasih pak "


Pak polisi hanya mengangguk.


Panas terik matahari begitu menyilaukan mata ,panas pun terasa sampai di Ubun-ubun .Narendra mengendarai motor dengan kecepatan tinggi ,Ditengah perjalanan Narendra berhenti disalah satu outlet penjual minuman yang lagi viral saat ini .


Narendra turun dari motornya , memarkirkan motornya di tempat parkir yang telah disediakan disini banyak sekali outlet yang menjual berbagai macam makanan dan minuman . Rata - rata penjual minuman disini antriannya sangat panjang ,karna cuaca yang panas membuat tenggorok kan kering berjamaah. Narendra pun ikut mengantri bersama penjual lain .


" Makasih pak"


Narendra menoleh kearah asal suara . Bagi Narendra suara itu tidak asing ditelinga nya.


" Papa , aku gak salah denger kan itu tadi suara papa " Narendra yang tadinya hendak naik dimotornya kini mengurungkan niatnya membalikkan badan dan mencari suara itu. Mengedarkan pandangan disekeliling orang .Matanya jeli dalam melihat satu persatu orang yang berada disekitar outlet . Mata Narendra berhenti pada seseorang yang sedang berjalan menjauh dari outlet. Narendra yang mengenali tubuh dan perawakan tersebut langsung berlari menghampiri pria tersebut.


" Papa tunggu pa ?" panggil Narendra .


Pria itu terus berjalan dengan santainya. Narendra dengan terengah-engah berusaha mengejarnya.


Plaaakkk


Narendra menepuk punggung pria itu.


Sesaat pria itu pun berhenti.


" Pa - pa Narendra mencari papa sampai mana - ma - na ? " Suara Narendra terputus - putus .


" Kamu siapa ? " pria itu menoleh dan berbalik badan .

__ADS_1


" Eh ... maaf - maaf saya fikir anda a- Adalah pa - pa saya ?"


" Oh ya gak papa ?" Jawab pria tersebut kemudian lanjut pergi.


" Huh ... " Narendra menghembuskan nafas panjang diudara .


" Ternyata bukan ?" Keluh Narendra dengan sangat kecewa Narendra kembali ke tempat motornya.


" Dimana kamu pa ? Narendra sangat rindu dengan papa ? " Gumam Narendra yang sudah berada diatas motornya .


Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi .


Ciiiiiitttssss ....


Narendra mengerem laju motornya berbelok arah menuju cafenya .


***


Didepan cafe Narendra hanya mengecek dari luar tanpa masuk ke dalam cafe . Melihat bangunan yang setengahnya sudah habis akibat si jago merah .


" Sayang sekali , sampai saat ini aku masih belum bisa membuatmu indah lagi ? Uangku belum cukup buat merapikan mu cafe ?"


Narendra mengusap - usap dinding cafe .Narendra mundur beberapa langkah melihat cafe secara keseluruhan dari luar.


Bruuuukk ...


Tubuh Narendra jatuh kebelakang akibat salah satu kakinya menginjak batu kecil membuat keseimbangannya terganggu seketika badan Narendra tertopang sesuatu.


" Aaakkk " Narendra terkejut.


" Hati - hati ?" Ujar lelaki dengan memakai setelan kemeja . Melepaskan tubuh Narendra secara perlahan membantunya berdiri dengan tegak.


" Huh, makasih om untung saja ada om kalau tidak ,pasti saya sudah jatuh?" Ucap Narendra seraya memegangi dadanya.


" Iya sama - sama " jawab om itu dengan ramah . Dan hendak pergi.


" Eh , om tunggu dulu ?"


” Iya "


" Kenalin nama saya Narendra ? kalau boleh tahu om siapa ?" Tanya Narendra seraya mengulurkan tangan.


"Nama saya Seno "


" Nama yang bagus , mau mampir dulu om duduk- duduk saja , kebetulan ini cafe saya ?"


" Iya makasih kapan - kapan saja ? saya pergi dulu ?"

__ADS_1


Seno bergegas pergi meninggalkan Narendra .


" Parfum ini sama seperti milik papa ,dan perawakannya kalau dilihat dari belakang sama kayak papa ? apa mungkin dia papaku ? Haha ... Narendra - Narendra lama - lama kamu gila " gumam Narendra menghibur diri .


__ADS_2